Tinjau Implementasi Program RB Tematik Ketahanan Pangan, Menteri PANRB: Ketahanan Pangan Penting untuk Cegah Stunting

Kompas.com - 03/07/2025, 19:31 WIB
Tsabita Naja,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketahanan pangan rumah tangga merupakan kunci untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi kronis pada anak.

Oleh karena itu, Presiden RI Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas yang diwujudkan melalui program reformasi birokrasi (RB) tematik agar dampaknya dapat terukur dan tepat sasaran.

Untuk melihat langsung implementasi program RB tematik ketahanan pangan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengunjungi pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Tambakrejo Surabaya, Kamis (3/7/2025).

Salah satu program ketahanan pangan yang dilakukan di lokasi tersebut adalah pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil.

Baca juga: Ibu Hamil Usia Anak di Lombok Timur Capai 779 Ribu pada 2024

“Saya sudah melihat bagaimana kolaborasi puskesmas dengan Kantor Urusan Agama (KUA) dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan telah dikelola dengan baik,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis.

Rini menegaskan, pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk mendorong ketahanan pangan guna memperbaiki kualitas gizi anak.

Sejumlah program yang melibatkan berbagai sektor ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan, akses pada pangan, serta kualitas gizi yang dikonsumsi oleh masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil. 

Menteri PANRB Rini Widyantini saat meninjau implementasi pelaksanaan program RB tematik ketahanan pangan di Puskesmas Tambakrejo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025).Dok. Humas Kementerian PANRB Menteri PANRB Rini Widyantini saat meninjau implementasi pelaksanaan program RB tematik ketahanan pangan di Puskesmas Tambakrejo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025).

Kunjungan Rini ke Puskesmas Tambakrejo merupakan bagian dari implementasi program prioritas Presiden Prabowo, yang menekankan pentingnya kehadiran birokrasi secara nyata dalam menyelesaikan persoalan strategis, termasuk penurunan angka stunting dan penguatan ketahanan pangan.

Baca juga: Untuk Menangani Stunting dari Hulu, Pemerintah Bentuk Dream Team

“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa program berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Rini menyatakan, dirinya ingin mendengar langsung aspirasi dan umpan balik dari para penerima layanan. Hal ini penting agar reformasi birokrasi tidak hanya berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan rakyat.

Sebagai informasi, RB tematik disusun untuk memastikan keberlangsungan visi dan misi Presiden Prabowo.

Kementerian PANRB telah menetapkan lima program RB tematik, yakni RB Pengentasan Kemiskinan, RB Peningkatan Investasi, RB Mendorong Hilirisasi, RB Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, serta RB Peningkatan Kualitas dan Akses Layanan Kesehatan.

Penetapan kelima program RB tematik tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Menteri PANRB yang akan diundangkan dalam waktu dekat.

Baca juga: Hadiri Retret di IPDN, Menteri PANRB Ajak Kepala Daerah Genjot Reformasi Birokrasi

Terkini Lainnya
Menteri PANRB Sampaikan Visi dan Capaian Reformasi Indonesia dalam Government at a Glance Southeast Asia 2025

Menteri PANRB Sampaikan Visi dan Capaian Reformasi Indonesia dalam Government at a Glance Southeast Asia 2025

Kementerian PANRB
Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Transformasi Digital

Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Transformasi Digital

Kementerian PANRB
Ekosistem Antikorupsi Dibangun dari Hulu, Kementerian PANRB Perkuat Zona Integritas hingga Digitalisasi Layanan Publik

Ekosistem Antikorupsi Dibangun dari Hulu, Kementerian PANRB Perkuat Zona Integritas hingga Digitalisasi Layanan Publik

Kementerian PANRB
Percepat Pembangunan Zona Integritas, Wamen PANRB Tekankan Pentingnya Bangun Birokrasi yang Dipercaya

Percepat Pembangunan Zona Integritas, Wamen PANRB Tekankan Pentingnya Bangun Birokrasi yang Dipercaya

Kementerian PANRB
Menteri Rini: Kolaborasi dengan Ombudsman Jadi Fondasi Penting Akselerasi Pelayanan Publik Berkualitas

Menteri Rini: Kolaborasi dengan Ombudsman Jadi Fondasi Penting Akselerasi Pelayanan Publik Berkualitas

Kementerian PANRB
Digitalisasi Perlinsos, Proses Bansos Dipangkas dari 7 menjadi 3 Tahap

Digitalisasi Perlinsos, Proses Bansos Dipangkas dari 7 menjadi 3 Tahap

Kementerian PANRB
Optimalkan Program MBG, Pemerintah Perkuat Tata Kelola BGN

Optimalkan Program MBG, Pemerintah Perkuat Tata Kelola BGN

Kementerian PANRB
Kementerian PANRB Jaring Masukan Terkait Penataan Pengawasan Sistem Merit

Kementerian PANRB Jaring Masukan Terkait Penataan Pengawasan Sistem Merit

Kementerian PANRB
Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSN

Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSN

Kementerian PANRB
Menteri PANRB Terima Penghargaan Lifetime Achievement

Menteri PANRB Terima Penghargaan Lifetime Achievement

Kementerian PANRB
Menteri Rini: Perkuat Ketahanan Siber sebagai Pilar Transformasi Digital Pemerintah dan Nasional

Menteri Rini: Perkuat Ketahanan Siber sebagai Pilar Transformasi Digital Pemerintah dan Nasional

Kementerian PANRB
Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GN

Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GN

Kementerian PANRB
HUT Ke-54 Korpri, ASN Diharapkan Dorong Kesuksesan Program Asta Cita

HUT Ke-54 Korpri, ASN Diharapkan Dorong Kesuksesan Program Asta Cita

Kementerian PANRB
Menteri Rini Ajak ASN Perkuat Solidaritas, Siaga, dan Perkuat Ketahanan Layanan Publik Menghadapi Bencana

Menteri Rini Ajak ASN Perkuat Solidaritas, Siaga, dan Perkuat Ketahanan Layanan Publik Menghadapi Bencana

Kementerian PANRB
Penguatan Kompetensi ASN melalui Pendekatan Corporate University

Penguatan Kompetensi ASN melalui Pendekatan Corporate University

Kementerian PANRB
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com