Berkat Sinergi Kuat, Petani Berhasil Panen Raya

Kompas.com - 12/05/2024, 20:33 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) terus menggencarkan gerakan tanam padi dan mendorong kelompok tani agar bersinergi dengan berbagai pihak, baik pemangku kepentingan terkait maupun pihak swasta.

Upaya tersebut pun membuahkan hasil positif bagi petani. Terbaru, gerakan tanam padi berhasil membuat petani di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan panen raya pada Minggu (12/05/2024).

Kegiatan tersebut merupakan pengembangan Program Smartfarm Academy yang diinisiasi Inisiatif Zakat Indonesia bersama Rohis Lintasarta yang didukung oleh Kementan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peningkatan produksi dan pemberdayaan petani yang dilakukan Kementan.

Baca juga: Kementan Targetkan Bantu 10.000 Pompa Air untuk Pertanian Jawa Barat

Pihaknya bangga dan bersyukur atas kerja sama yang telah membuahkan hasil positif bagi petani. Ia berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mendukung program pemerintah dalam menyejahterakan petani, Kementan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Heru menuturkan bahwa Kementan terbuka terhadap usulan dan saran apabila petani membutuhkan bantuan alsintan untuk meningkatkan produksi

“Kami berharap IZI, Smartfarm, dan pihak lain dapat bersinergi memaksimalkan potensi lahan di Banten agar ketahanan pangan terjaga," ujar Heru dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (12/5/2025).

Heru menambahkan, banyaknya tantangan ke depan membutuhkan konsolidasi lahan dan kejelasan status lahan dengan teknologi pemetaan yang mumpuni.

Selain peningkatan produksi, mekanisasi peralatan pertanian juga diperlukan. Hal ini merupakan inisiatif cerdas yang bisa dijadikan contoh di wilayah lainnya.

Baca juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi Berlimpah, Kementan Imbau Petani Segera Tebus

“Mari sama-sama membangun Banten. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat ketahanan pangan, termasuk di Banten,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat IZI Aan Suherlan mengatakan bahwa semoga kegiatan itu dapat terus menginspirasi dan berkembang.

Dengan demikian, para petani menjadi semakin kuat dan menjadi patriot ketahanan pangan Indonesia.

“Semoga kehadiran kami sebagai patriot ketahanan pangan dapat memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat," ujar Aan.

Ketua Rohis Lintasarta Feby Ferdinan Syah yang mewakili donatur dan karyawan Lintasarta mengapresiasi program Smartfarm, termasuk panen raya. Program ini merupakan wujud partisipasi dalam memberdayakan para petani.

“Terima kasih atas kerja sama IZI dan dukungan dari pemerintah daerah setempat, Kementan, serta seluruh komponen masyarakat. Semoga manfaat program ini dapat diterima dan membawa keberkahan bagi kami semua,” ujar Feby.

Baca juga: Kunker di Jateng, Plt Sekjen Kementan Dukung Optimalisasi Lahan Tadah Hujan lewat Pompanisasi

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Banten Ismatul Hidayah mengatakan bahwa Kementan memiliki program berupa tanam padi, pompanisasi, serta olah lahan atau perluasan areal lahan. Pemerintah memberikan peluang kepada kelompok tani untuk mengajukan bantuan, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menurutnya, kegiatan panen raya mencerminkan semangat, komitmen, dan kerja sama berbagai pihak untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Hal ini demi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani.

“Peningkatan hasil panen padi diharapkan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh warga,” kata Ismatul.

Sebagai informasi, kegiatan panen tersebut dilakukan pada lahan tidur yang selama 5 tahun tidak ditanami padi. Kegiatan ini dilakukan dengan menambahan indek pertanaman dari IP-0 ke IP-100.

Baca juga: Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Bagikan Pompa Irigasi Gratis di Jawa Timur

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com