Irpom Naikkan IP Jadi 3 Kali, Kementan Pantau dan Pastikan Pangan Aman Terkendali

Kompas.com - 17/09/2024, 11:12 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Setelah menggelar Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) ketiga di Tangerang, Kementerian Pertanian ( Kementan) termasuk Direktorat Jenderal Perkebunan ( Ditjenbun) berkomitmen menjaga ketahanan pangan demi antisipasi darurat pangan.

Pada Minggu (15/9/2024), Sekretaris Ditjenbun sekaligus Pj PAT Banten Heru Tri Widarto melakukan pemantauan pemanfaatan irigasi pompa ( irpom) di Kabupaten Serang.

Kunjungan yang dilakukan bersama Kepala BPIP itu dilakukan guna memastikan dan meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengamankan pangan pada masa depan.

Kali ini lakukan peninjauan ke lokasi Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas. Ia menyambangi sejumlah kelompok tani (poktan), yakni Poktan Desa Cigelam di lahan 94 hektar, Poktan Tani Maju di 26 hektar, dan Poktan Karya Tani Mukti di 25 hektar.

Baca juga: Kementan Dapat Tambahan Anggaran 2025 Rp 21,49 Triliun, untuk Cetak Sawah hingga Program Makan Bergizi Gratis

"Berkat bantuan irpom Kementan dan kolaborasi semua pihak terkait, Alhamdulillah Poktan Karya Tani Mukti dan Tani Maju 1 berhasil melakukan tiga kali tanam. Indeks pertanaman (IP) menjadi 3 dalam setahun," ungkap Heru melalui siaran persnya, Selasa (17/9/2024).

Menurutnya, irpom berpotensi memaksimalkan hasil pertanian poktan sepanjang tahun. Khusus di Banten, irpom terbukti membantu petani mengatasi keterbatasan air, utamanya saat kemarau.

"Lewat irpom, air dipompa secara efisien ke lahan pertanian, sehingga kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi sepanjang tahun. Hal ini memungkinkan peningkatan hasil panen secara signifikan dan membantu menjaga kestabilan produksi pangan di wilayah tersebut," ujarnya.

Adapun bantuan irpom yang diberikan adalah dua unit pompa, yakni 8 inci dan 6 inci. Dengan kondisi air sungai yang melimpah, penanaman bisa dilakukan hingga tiga kali pada akhir September dan awal November 2024.

Baca juga: KPK Usut Pengadaan X-Ray di Kementan, Kerugian Negara Rp 82 Miliar

"Saat ini sebagian petani sedang melakukan panen, olah tanah dan sebagian lagi menunggu panen," tambah Heru. 

Sementara itu, Kepala BSIP Isma juga menjelaskan, pada tahun lalu, petani hanya bisa melakukan dua kali tanam.

"Sehingga panen kurang maksimal, karena terkendala ketersediaan air yang kurang. Irpom berdampak positif dan jadi solusi tepat guna bagi petani, karena membantu petani mengatasi kendala kekurangan air," ucapnya.

Ketua Poktan Tani Karya Mukti, Sehendar, memberikan apresiasinya atas bantuan irpom dari Kementan.

"Terima kasih Bapak Menteri Pertanian (Mentan) dan seluruh pihak terkait. Saya tidak khawatir lagi akan kekurangan air dan bisa melakukan tanam dan panen secara maksimal," ujarnya.

Baca juga: Mentan Amran Copot Direktur di Kementan karena Ketahuan Main Mata dengan Calo

Adapun keberhasilan itu disebut menjadi contoh nyata dari pentingnya inovasi dalam infrastruktur pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani di daerah.

Pemerintah daerah (pemda) dan Kementan pun berharap agar model ini bisa diterapkan di lebih banyak wilayah guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com