Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kompas.com - 27/08/2025, 10:34 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com -  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI) menyatakan, framing negatif terhadap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai polemik harga beras dinilai tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melalui Bidang Lingkungan Hidup dan Pertanian (LHK), Aulia Furqon. 

“Publik seharusnya menilai kinerja pemerintah berdasarkan fakta lapangan dan data resmi, bukan sekadar opini atau potongan pernyataan yang dilepas dari konteks,” ujar Aulia Furqon melalui siaran pers, Rabu (27/8/2025).

Ia menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Badan Usaha Logistik (Bulog), dan Badan Pangan Nasional telah bekerja secara nyata untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.

Furqon menyebut, data resmi per 26 Agustus 2025 menunjukkan capaian signifikan. Stok beras nasional kini berada di angka 4,02 juta ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Mentan: Sekarang Harga Beras Sudah berangsur-angsur Turun

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga telah menyalurkan 1,3 juta ton beras ke 38 provinsi dan menjangkau jutaan keluarga.

Dampak positif dari program tersebut mulai terasa dengan menurunnya rata-rata harga beras medium menjadi Rp 15.100 per kilogram (kg) dan beras premium menjadi Rp 16.800 per kg di 13 provinsi.

Sementara itu, nilai tukar petani (NTP) tetap terjaga di atas 106 poin. Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan stabilisasi harga tidak mengorbankan kesejahteraan petani.

“Ini bukan klaim kosong. Ini fakta lapangan yang bisa diverifikasi oleh siapa pun. Menutup mata terhadap bukti ini, lalu membangun narasi bahwa pemerintah tidak bekerja adalah bentuk ketidakjujuran yang merugikan masyarakat,” tegas Furqon.

Ia juga menyoroti narasi negatif yang berlebihan terhadap satu pernyataan Mentan Amran soal perbandingan harga beras Indonesia dengan Jepang.

Baca juga: DPR Sebut HET Beras Harus Lindungi Petani dan Konsumen Sekaligus

Menurut Furqon, konteks pernyataan tersebut untuk menjelaskan bahwa gejolak harga beras bukan hanya masalah di Indonesia, tetapi fenomena global yang juga melanda banyak negara.

Jepang menjadi salah satu negara terdampak yang sempat mencatat harga beras hingga Rp 400.000 per kg akibat krisis iklim dan bencana alam.

“Kritik itu sah, bahkan sehat. Tapi, kritik tanpa data dan konteks sama saja menyesatkan. Kita tidak boleh menggadaikan kebenaran demi sensasi atau kepentingan politik sesaat,” ujar Furqon.

KAMMI menilai, pangan adalah urat nadi bangsa dan tidak pantas dijadikan panggung drama politik. Oleh karena itu, pihaknya menyerukan agar semua elemen masyarakat bersinergi mengawal kebijakan pangan agar lebih tepat sasaran dan berpihak pada rakyat kecil.

Furqon menegaskan bahwa KAMMI akan terus bersikap objektif dengan mendukung kebijakan yang benar dan mengkritisi yang keliru. Setiap langkah pemerintah yang terbukti berpihak kepada rakyat dan petani akan mendapat dukungan dari KAMMI.

“Namun, apabila ada kebijakan yang menyimpang, merugikan kesejahteraan rakyat, atau mengancam kedaulatan pangan nasional, PP KAMMI akan berada di garda terdepan untuk mengoreksi dan mengawal agar kedaulatan pangan bangsa ini tetap terjaga,” tegasnya.

Baca juga: Kedaulatan Pangan dan Kebangkitan Ekonomi

Lebih lanjut, KAMMI juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan transparansi distribusi SPHP agar bantuan beras sampai kepada masyarakat yang berhak, serta mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, penyediaan bibit unggul, dan penguatan peran petani muda.

“Beras adalah kebutuhan pokok rakyat, bukan komoditas politik. Ketika data menunjukkan capaian nyata, tugas kami adalah mengawal agar kerja baik ini berlanjut, memberikan ketenangan bagi masyarakat, dan tetap berpihak pada kesejahteraan petani,” ucap Furqon.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com