Irpom Disebut Berhasil Cegah Gagal Tanam Saat Kemarau

Kompas.com - 17/09/2024, 09:15 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan ( Ditjenbun) sekaligus Penjabat (Pj) Penambahan Areal Tanam Heru Tri Widarto meninjau kegiatan tanam di Kelompok Tani (Poktan) Jabon Adiasa Mandiri, Desa Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (16/9/2024).

Tujuannya, guna melihat optimalisasi bantuan irigasi perpompaan ( irpom) pada kegiatan tanam saat musim kemarau.

Heru mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pengolahan lahan yang siap tanam pada musim kemarau untuk meningkatkan produksi secara maksimal.  

"Kegiatan monitoring ini merupakan kelanjutan dari proses penyaluran bantuan irpom guna meninjau perkembangan pemanfaatannya selama kemarau dalam rangka meningkatkan proses tanam," ucapnya dalam siaran pers, Selasa (17/9/2024).

Baca juga: Kementan Dapat Tambahan Anggaran 2025 Rp 21,49 Triliun, untuk Cetak Sawah hingga Program Makan Bergizi Gratis

Adapun kunjungan Heru ke Serang itu dilakukan untuk meninjau progres kegiatan tanam padi di tengah musim kemarau.

Saat berada di lokasi, Heru berkesempatan untuk turut serta melakukan tanam bersama dan berdialog bersama petani.

Salah satu petani, Dulmuin, mengaku berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan pompa yang telah diterima. 

"Dengan adanya pompa, panen yang semula hanya setahun sekali, saat ini bertambah menjadi dua kali panen dan sedang tiga kali proses tanam," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Cipocok Jaya Yusi Susanti mengatakan, pihaknya sangat mendukung petani lewat tanam PAT.

Baca juga: KPK Usut Pengadaan X-Ray di Kementan, Kerugian Negara Rp 82 Miliar

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian ( Kementan) yang telah memberikan bantuan perpompaan.

"Karena bantuan tersebut dapat meningkatkan panen petani dari biasanya satu tahun satu kali panen, kini meningkat menjadi dua hingga tiga kali," tutur Yusi.

Lebih jauh, Heru menegaskan komitmen pihaknya untuk mengatasi permasalahan petani. Caranya, lewat komunikasi dengan unit kerja yang berwenang.

"Saya berharap petani semakin semangat untuk menjaga pertumbuhan tanam selama kemarau dengan mengoptimalkan irigasi perpompaan," ucapnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya meminta jajarannya untuk memperkuat dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun.

Baca juga: Mentan Amran Copot Direktur di Kementan karena Ketahuan Main Mata dengan Calo

"Dengan begitu, kita akan mampu mencapai swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia," tutur Amran.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com