Atasi Kekeringan Lahan, Kementan Terjun Langsung Bantu Petani

Kompas.com - 25/08/2024, 18:36 WIB
ADW,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, solusi cepat yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pertanian, khususnya tantangan pangan dari kekeringan, adalah dengan optimalisasi pompanisasi

Sejalan dengan arahan Mentan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementan dan sekaligus penanggung jawab Perluasan Areal Tanam (PAT) Provinsi Banten, Heru Tri Widarto, melakukan langkah cepat untuk mengatasi kekeringan persawahan di Banten.

Bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Banten, Heru melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Ia juga turun langsung mendistribusikan bantuan sebanyak 5 pompa air 3 inci untuk 5 kelompok tani (poktan) yang dilanda kekeringan di Desa Pasir dan Pagedangan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/8/2024).

Kelima poktan itu adalah Poktan Harapan Maju dengan lahan seluas 30 hektare (ha), Poktan Bina Lestari seluas 42 ha, Poktan Babakan seluas 47 ha, Poktan Susukan seluas 53 ha, dan Poktan Sejahtera seluas 48 ha. 

Baca juga: Kementan Klaim Program Pompanisasi Berdampak Positif pada Produksi Padi Nasional

Bantuan pompa air itu merupakan pinjaman dari Brigade Alat dan Mesin (Alsin) Kabupaten Tangerang demi mengatasi kekeringan yang dialami poktan tersebut. 

Banten merupakan salah satu provinsi dengan potensi pertanian yang besar. Namun, kekeringan akibat perubahan iklim berdampak signifikan terhadap keberlanjutan pangan.

Untuk itu, pemerintah terus berkolaborasi dengan berbagai pihak mencari solusi bagi kendala petani di lapangan, salah satunya melalui pompanisasi. Upaya ini dilakukan demi mendorong dan memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian energi di masa depan. 

“Kami terjun langsung demi atasi kekeringan lahan petani. Semoga dengan kami mengantar langsung pompa ini bisa membantu mengatasi kekeringan sehingga ketersediaan pangan bisa terus terjaga,” kata Heru dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (25/8/2024).

Baca juga: Kementan Jamin Ketersediaan Pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu poktan yang menerima bantuan pompanisasi mengapresiasi dan berterima kasih atas upaya yang dilakukan Kementan sehingga dapat mengatasi kekeringan yang dialami.

Berkat bantuan pompa itu, sawah di poktan tersebut bisa kembali terairi dengan baik sehingga menjadi solusi tepat jitu atasi kekeringan lahan milik petani. 

Pada kesempatan itu, Heru juga menyosialisasikan kepada para petani agar mereka mengusulkan bantuan irigasi pompa (irpom).  Sebab, menurutnya, ketersediaan air masih mencukupi untuk dipompa ke lahan petani yang mengalami kekeringan.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com