Hadapi Ancaman Pangan, Kementan Gencarkan Irpom demi Pastikan Keberlanjutan Pangan Aman

Kompas.com - 22/09/2024, 15:26 WIB
Sri Noviyanti,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggencarkan peningkatan produksi pangan melalui Irigasi Perpompaan ( Irpom). Hal ini dilakukan demi mengamankan pangan di tengah tantangan kondisi El Nino atau kekeringan panjang yang sampai saat ini belum juga usai.

Kondisi tersebut menjadi pemicu penurunan produksi hampir di semua negara, termasuk Indonesia.

Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mencari solusi untuk mengatasi darurat pangan dunia untuk mewujudkan swasembada pangan.

Mentan Amran bertekad membawa perubahan besar bagi pertanian Indonesia.

Baca juga: Irpom Naikkan IP Jadi 3 Kali, Kementan Pantau dan Pastikan Pangan Aman Terkendali

Sejalan dengan arahan Mentan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementan Heru Tri Widarto selaku penanggung jawab Satgas Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Banten meninjau penanaman padi dan sekaligus monitoring ke lokasi irigasi perpompaan di Kabupaten Pandeglang, Sabtu (21/9/2024).

Heru bersama dengan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Bakti Karya Tani melakukan penanaman di Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang. Penanaman dilakukan secara bertahap pada lahan seluas 25 ha.

Penanaman tersebut merupakan kali ketiga dilakukan pada 2024 dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Penanaman yang dilakukan merupakan kali ketiga pada 2024 dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.Dok Kementan Penanaman yang dilakukan merupakan kali ketiga pada 2024 dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, dilakukan pula monitoring terhadap bantuan Irpom untuk memastikan ketersediaan air di lokasi persawahan agar petani dapat melakukan penanaman tanpa khawatir kekeringan.

Baca juga: Kementan Dapat Tambahan Anggaran 2025 Rp 21,49 Triliun, untuk Cetak Sawah hingga Program Makan Bergizi Gratis

Heru menjelaskan, Irpom merupakan salah satu upaya strategis Kementan dan langkah cepat dalam mengatasi masalah El Nino saat ini.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kami harus kawal dan pastikan lahan petani tidak mengalami kekeringan dan peningkatan indeks pertanaman (IP) tercapai. Dengan Irpom, diharapkan dari satu kali tanam menjadi dua, bahkan menjadi tiga kali tanam hingga tercapai swasembada pangan," ujar Heru dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (22/9/2024).

Program dan bantuan Kementan dirasakan langsung oleh para petani, termasuk poktan di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ketua Poktan Ranjay Makmur di Kampung Hoe Desa Pasirloak, Kecamatan Sinar Resmi, Kabupaten Pandeglang, Idham, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan pompanisasi 6 inci kepada pihaknya.

Baca juga: Optimalkan Perluasan Areal Tanam, Kementan Monitoring Program Pompanisasi

"Alhamdulillah, bantuan ini bisa kami rasakan manfaatnya. Awalnya, kami dalam setahun (hanya mampu) satu sampai dua kali tanam, sekarang bisa tiga kali tanam. Luas areal poktan kami lebih kurang 30 ha dan padi yang kami tanam inpari 32. Sekali lagi, terima kasih Pak Menteri Pertanian. Kami harap, bantuan ini dapat menambah penghasilan dan mengamankan ketersediaan pangan ke depannya," jelasnya.

Senada dengan Idham, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) atau Pendamping Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Sindang Resmi Kabupaten Pandeglang Banten, Zaki Drajat, juga mengucapkan terima kasih kepada Kementan, Dinas Pertanian, kelompok tani, serta semua pihak terkait.

"Berkat bantuan Irpom, ada peningkatan IP 3 sehingga petani dapat menanam tiga kali dalam setahun," ujarnya.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com