Lakukan Tanam Perdana di Pulang Pisau, Kalteng Percepat Langkah Menuju Swasembada Pangan

Kompas.com - 04/05/2025, 09:46 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada pangan melalui program perluasan lahan pertanian, salah satunya dengan kegiatan cetak sawah rakyat.

Terbaru, pemerintah melaksanakan tanam perdana di lokasi cetak sawah baru yang terletak di Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (3/5/2025).

Lahan seluas 54 hektare (ha) yang telah rampung konstruksinya itu kini dikelola oleh dua kelompok tani, yakni Margo Dadi dan Sidodadi. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Brigade Pangan Muda Jaya Berkarya.

Kegiatan tanam perdana tersebut ditandai secara simbolis oleh Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i dengan didampingi Wakil Bupati dan jajaran Forum koordinasi Pimpinan Daerah.

Hadir pula Direktur Pestisida Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan), Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Dandim 1011/KLK, perwakilan Polres, dan Kajari Pulang Pisau.

Ahmad mengatakan, kegiatan tanam perdana bukan sekadar seremoni, tapi juga sebagai awal dari gerakan menanam serentak di desa-desa penerima program cetak sawah rakyat di Pulang Pisau.

Baca juga: Kebut Target Swasembada, Kementan Selesaikan Tanam Perdana di 2 Lokasi Cetak Sawah Baru

“Ini menjadi momentum penting dimulainya gerakan menanam padi di lokasi-lokasi cetak sawah. Harapan kami, hasilnya akan menopang ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada swasembada beras nasional,” ujar Ahmad dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (4/5/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng Sunarti menjelaskan bahwa Kalteng menjadi salah satu provinsi yang dipercaya Kementan untuk mengembangkan kegiatan cetak sawah sejak 2005.

“Lahan di Desa Tahai Baru ini sangat potensial. Total ada sekitar 800 ha yang akan dikembangkan. Harapannya, selesai konstruksi langsung tanam agar tidak tumbuh semak belukar,” jelas Sunarti.

Sunarti juga mengajak generasi muda untuk turut terlibat dalam program cetak sawah melalui pembentukan Brigade Pangan.

Sawah ini harus dikelola secara berkelanjutan. Kami ajak generasi milenial ambil peran untuk segera memanfaatkan lahan yang ini. Sekarang saatnya kita bergandengan tangan demi mewujudkan swasembada pangan dari Kalimantan,” katanya.

Direktur Jenderal PSP Andi Nur Alam Syah menegaskan, Kalteng memiliki posisi strategis dalam mendukung lumbung pangan nasional.

Kegiatan cetak sawah rakyat jadi momentum penting dari dimulainya gerakan menanam padi di lokasi-lokasi cetak sawah.Dok. Kementan Kegiatan cetak sawah rakyat jadi momentum penting dari dimulainya gerakan menanam padi di lokasi-lokasi cetak sawah.

Untuk mencapai swasembada pangan di wilayah tersebut, pihaknya akan menggunakan pendekatan tuntas konstruksi dan langsung tanam agar produktivitas dapat segera dicapai.

Baca juga: Tegaskan Meritokrasi, Mentan Amran Coret Calon Pejabat Titipan meski Keluarga Sendiri

“Setiap jengkal lahan yang dibuka harus ditanam. Itu prinsip kami dalam mempercepat peningkatan produksi. Kabupaten Pulang Pisau adalah contoh sinergi pemerintah pusat dan daerah yang patut diapresiasi,” ucap Andi.

Di kesempatan terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, upaya bersama lintas sektor dalam mempercepat tanam perdana menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun pondasi swasembada pangan.

“Produksi gabah nasional hingga April 2025 mencapai 13,9 juta ton. Ini adalah sinyal kuat bahwa kita berada di jalur yang benar. Terima kasih kepada para petani, penyuluh, TNI-Polri, dan semua pihak. Insya Allah, hilal swasembada sudah terlihat,” ujar Amran.

Baca juga: Luruskan Informasi, Mentan Amran Sebut Dapat Dukungan Penuh dari Wapres Gibran

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com