Kebut Target Swasembada, Kementan Selesaikan Tanam Perdana di 2 Lokasi Cetak Sawah Baru

Kompas.com - 03/05/2025, 21:20 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian ( Ditjen PSP) melakukan gerak cepat tanam perdana di lokasi cetak sawah baru pada dua kecamatan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Sabtu, (3/5/2025).

Kegiatan tersebut dilakukan secara paralel di dua lokasi, yakni Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang dan Desa Anjir Mambulau Tengah, Kecamatan Kapuas Timur.

Proses percepatan tanam perdana di lokasi konstruksi cetak sawah baru yang telah rampung itu merupakan upaya pemerintah untuk melakukan akselerasi target swasembada pangan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan melalui strategi kerja paralel.

“Kami terus memacu progres konstruksi cetak sawah di Kalimantan Tengah. Tidak perlu menunggu selesai seluruhnya. Begitu satu titik selesai dikonstruksi, kami langsung olah dan tanam. Ini cara kerja efektif dan sistematis untuk mengejar waktu dan memastikan produktivitas lahan,” ujar Andi dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/5/2025).

Baca juga: Masih Ada Harga Gabah di Bawah HPP, Kementan: Kami Bantu Info ke Bulog

Untuk diketahui, tanam perdana dilakukan pada lahan seluas 2 hektare (ha) dari total 29 ha dari target konstruksi seluas 1.528 ha di Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang.

Sementara itu, di Desa Anjir Mambulau Tengah, penanaman dilakukan pada lahan seluas 3,2 ha dari total lahan cetak sawah 66 ha.

Andi menambahkan, pendekatan tersebut menjadi model dalam percepatan swasembada beras nasional. Pemerintah hadir langsung memberikan solusi terhadap ketersediaan lahan produktif.

Sementara itu, Direktur Alsintan Pascapanen Rizal Ismail menyampaikan bahwa tanam perdana menjadi bukti bahwa sinergi penyediaan infrastruktur, alat mesin pertanian, dan kesiapan petani dapat berjalan simultan dan menghasilkan dampak langsung.

Baca juga: Kadin Akan Berkantor di Kementan, Mentan Amran Ungkap Tujuannya

“Kami pastikan, seluruh dukungan alsintan, seperti traktor, combine harvester, dan peralatan tanam tersedia. Petani tidak hanya diberi lahan, tapi juga dukungan penuh agar produksi bisa optimal,” kata Rizal.

Kegiatan tersebut disambut antusias para petani. Perwakilan Kelompok Tani Tirto Kencono di Desa Tambun Raya, Yunan, berterima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah. Menurutnya, program ini sangat membantu petani sekaligus menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Kapuas.

“Mohon doanya agar semua berhasil,” harap Yunan.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia telah berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan. Hingga April 2025, produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa langkah menuju swasembada pangan berada di jalur yang tepat. Hal ini berkat kekuatan koordinasi dan kesiapan sistem logistik pangan nasional.

Baca juga: Kementan: Penyerapan Pupuk Organik di Blora Jadi Salah Satu yang Tertinggi di Indonesia

“Terima kasih untuk petani, penyuluh, jajaran Bulog, Pangdam, Kapolda, Kapolres, seluruh yang terlibat. Itu berkat kerja keras kalian semua. Insyallah, Indonesia akan swasembada dalam waktu singkat, sekarang hilalnya sudah ada,” ujar Mentan.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo mencanangkan program cetak sawah sebagai strategi nasional untuk memperluas lahan tanam, meningkatkan produksi beras, serta menciptakan lapangan kerja dan kemandirian pangan dari desa.

Dengan pendekatan kerja cepat dan berbasis kolaborasi, Kementan optimistis swasembada pangan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan keniscayaan yang sedang diwujudkan bersama.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com