Selalu Berdialog dengan Petani, Gaya Kerja Mentan Amran Dipuji Wapres Gibran

Kompas.com - 07/05/2025, 14:55 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi terhadap gaya kerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang dinilai responsif dan dekat dengan petani. 

Pujian itu disampaikan Gibran saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/5/2025).

Dalam sambutannya di hadapan para petani dan pejabat daerah, ia menilai Amran sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi aktif terjun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi petani.

“Pak Menteri Pertanian ini nggak pernah di kantor, selalu di sawah. Beliau (Amran) langsung turun ke lapangan, berdiskusi, dan berdialog dengan petani,” ujar Gibran melalui siaran persnya, Rabu (7/5/2025).

Baca juga: 29 Tahun Bekerja Keras di Sawah, Yonna Petani Berusia 85 Tahun Akhirnya Berangkat Haji

Menurutnya, pendekatan seperti itu menjadi bukti bahwa pemerintah hadir mendengarkan langsung kebutuhan petani. 

Gibran pun mendorong masyarakat, khususnya petani, untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan permasalahan kepada pejabat terkait.

“Bapak Ibu, jika ada keluhan soal pupuk, air, atau apapun, sampaikan langsung ke Pak Menteri, Pak Gubernur, atau Pak Bupati. Karena fokus Presiden RI Prabowo Subianto adalah pertanian,” tegasnya.

Baca juga: Bill Gates Temui Prabowo, Arsjad Rasyid: Ingin Bantu Indonesia dan Apresiasi Program Presiden

Serap aspirasi petani setempat

Selama kunjungan tersebut, Gibran juga berdialog dengan para petani dan mendengarkan secara langsung permasalahan yang mereka hadapi. 

Meski sebagian besar petani mengaku kebutuhan pupuk dan harga pangan sudah cukup stabil, isu pengairan masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut.

"Tadi saya tanya kepada beberapa petani, pupuk di sini sudah tidak bermasalah. Pupuk aman, harga dari Bulog juga stabil. Namun, beberapa petani masih mengeluhkan masalah pengairan. Air di sini masih sulit didapat,” jelas Gibran. 

Baca juga: DPR Sentil Dirut Garuda soal Gaji Fantastis dan Rekrutmen Eks Lion Air

“Seharusnya, kunjungan saya ke NTT ini mencakup tiga bendungan, tetapi kami hanya sempat melihat dua bendungan. Untuk masalah air di daerah ini, Pak Menteri akan mencarikan solusinya," sambungnya.

Gibran menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian merupakan prioritas nyata dari Presiden Prabowo. 

“Presiden Prabowo memprioritaskan pertanian dan kesejahteraan petani. Lima tahun ke depan, petani akan sangat dimanjakan. Semua pihak all out untuk petani,” tandasnya.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com