Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, Kementan Gelar Pasar Mitra Tani di Pekanbaru

Kompas.com - 10/04/2023, 17:08 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana (PSP) menyelenggarakan kegiatan Pasar Mitra Tani di Jalan Utama Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Minggu (9/4/2023).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tersebut bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang Lebaran 2023.

Adapun pihak yang bergabung mewakili Pemprov Riau, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Bulog Divre Riau, dan dunia usaha atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai penyedia produk.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, penyelenggaraan Pasar Mitra Tani bertujuan untuk memastikan ketersediaan 12 bahan pangan pokok di Riau dalam kondisi aman.

"Jadi tujuannya itu adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pangan kita aman. Maka Pasar Mitra Tani ini mendekatkan kebutuhan pokok ke masyarakat,"katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (10/4/2023).

Baca juga: Khofifah Minta Pemkab Nganjuk Upayakan Ketersediaan Beras Medium

Lebih lanjut, Ali mengungkapkan, pihaknya menjamin ketersediaan pangan rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di Riau dalam kondisi aman.

Ia menyatakan, instansinya terus mendukung petani dengan berbagai program dan mekanisasi pertanian agar produktivitas pertanian terjaga.

"Agar ketersediaan aman, maka produktivitas pertanian juga harus digenjot. Kami memiliki program untuk mendukung petani seperti kredit usaha rakyat (KUR), alat dan mesin pertanian (alsintan), irigasi pertanian, pupuk subsidi dan lain sebagainya," imbuh Ali.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ketersediaan bahan pangan pokok harus tetap terjamin dalam situasi apapun.

Oleh karena itu, kata dia, sektor pertanian harus berproduksi apapun kondisinya.

Baca juga: BUMN yang Memproduksi Pembenihan Pertanian adalah Sang Hyang Seri

"Pangan rakyat tak boleh bersoal. Oleh sebabnya, pangan ini kebutuhan dasar yang harus terus terpenuhi. Maka, saya meminta kepada seluruh jajaran untuk turun ke lapangan menjamin ketersediaan bahan pangan pokok," katanya.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi

Kegiatan Pasar Mitra Tani di Jalan Utama Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Minggu (9/4/2023).DOK. Humas Kementan Kegiatan Pasar Mitra Tani di Jalan Utama Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, Minggu (9/4/2023).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan Ditjen PSP Kementan Baginda Siagian menjelaskan, antusiasme masyarakat dalam menghadiri Pasar Mitra Tani sangat tinggi.

Ia berharap, Pasar Mitra Tani dapat membantu masyarakat mendapatkan 12 bahan pangan pokok murah dan berkualitas.

"Dengan gerakan ini, kami berharap mudah-mudahan dapat membantu memulihkan daya beli masyarakat, dan dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik," ujar Baginda.

Ia mengungkapkan bahwa Pasar Mitra Tani diselenggarakan dalam rangka menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga.

Baca juga: Erick Thohir Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik Lebaran

Selain itu, kata Baginda, pihaknya juga ingin masyarakat mendapatkan kebutuhan mereka dengan mudah.

"Pantauan ketersediaan bahan pokok dan harga akan terus dimaksimalkan. Kami optimis dapat menanggulangi krisis pangan dan ketidakstabilan harga," jelasnya.

Selain di daerah Rumbai, Baginda menjelaskan, kegiatan pasar murah juga akan dilakukan di daerah kota Pekanbaru, tepatnya di Hortimart pada 10 April 2023.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah.

“Jadi ini sangat kami dorong dunia usaha UMKM, yang bisa menyediakan bahan pokok untuk masyarakat juga dengan harga yang lebih terjangkau. Kami sangat mendukung, jadi tidak hanya peran pemerintah daerah (pemda), tapi juga dunia usaha ikut berpartisipasi di dalam pasar murah yang kita lakukan saat ini," imbuhnya.

Baca juga: 37.200 Liter Minyakita Didistribusikan lewat Pasar Murah di Padang

Tujuan Gerakan Pasar Murah

Kepala Dinas (Kadin) Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Provinsi Riau Syahfalefi mengatakan, Gerakan Pasar Murah diagendakan dalam rangka menyikapi Hari Besar Keagamaan dan Hari Besar Nasional Indonesia.

"Tujuannya (diadakan Pasar Murah) ada beberapa hal. Pertama, memenuhi kebutuhan masyarakat, yang kita sadari daya belinya mulai menurun. Dengan adanya Pasar Murah ini, mudah-mudahan daya belinya dapat kita dorong agar semakin meningkat," ujarnya.

Di samping itu, lanjut Syahfalefi, kegiatan tersebut juga dalam rangka menanggulangi inflasi. Seperti diketahui, inflasi di Pekanbaru saat ini sangat tinggi.

Oleh karenanya, ia berharap, Gerakan Pasar Murah dapat menekan laju inflasi.

Baca juga: Ada Bazar UMKM dan 1.000 Paket Sembako di Pasar Murah HK

"Banyak manfaat akan adanya Gerakan Pasar Murah ini bagi masyarakat. Terutama yang daya belinya menurun, inflasi tinggi, kebutuhan mendesak dan sebagainya. Ini yang sangat diharapkan masyarakat kita pada umumnya," jelas Syahfalefi.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, stok bahan 12 pangan pokok untuk menghadapi lebaran di Pekanbaru masih tergolong aman.

Harga pangan pokok, kata dia, tetap aman meski Pekanbaru menjadi daerah penghasil dan tingkat inflasinya tinggi.

Tingginya inflasi, sebut Syahfalef, tidak berpengaruh dalam ketersediaan stok pangan karena Pekanbaru menjalin kerja sama dengan daerah surplus, seperti Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Lampung,

"Sumbar, Sumut, dan Lampung itu mensuplai kebutuhan-kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat. Insya Allah tidak ada persoalan terkait persediaan, walaupun harganya fluktuatif sesuai perkembangan kondisi yang ada," tuturnya.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Mineral Esensial Saat Puasa, Ini Asupan yang Perlu Dikonsumsi

Syahfalefi menjelaskan, secara umum ada beberapa harga kebutuhan strategis yang menurun saat ini. Akibatnya angka inflasi di Provinsi Riau juga mengalami penurunan dari 6,8 persen menjadi 5,4 persen.

"Ada beberapa komoditi juga menunjukkan tren yang menurun sehingga tidak ada persoalan. Artinya, menunjukkan persediaan tidak ada persoalan. Kalau persediaan ada masalah berarti harga juga ada masalah, itu logika sederhana," ujarnya.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com