Resmikan Migrant Center BTP, Menteri P2MI Siapkan Talenta Hospitality Global

Kompas.com - 10/06/2026, 11:56 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center di Batam Tourism Polytechnic (BTP), Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/6/2026).

Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian P2MI dan BTP sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem hulu pekerja migran Indonesia (PMI) yang terampil dan berdaya saing global, khususnya di sektor hospitality.

Mukhtarudin memuji kesiapan BTP yang langsung tancap gas merealisasikan kerja sama melalui pembentukan Migrant Center setelah penandatanganan MoU dan PKS.

“Perkembangan ini cepat. Begitu kita MoU dan PKS, langsung meresmikan Migrant Center-nya. Tentu kami akan membangun ekosistem hulu pekerja migran yang skilled workers. Dan di sinilah fokusnya di bidang hospitality,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).

Peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh, akademisi, dan perwakilan negara sahabat, di antaranya Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA Asman Abnur, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, Ketua Yayasan VITKA Astika Mutiarazma.

Baca juga: Batam Sambut Delegasi Militer 19 Negara untuk Intip Industri Galangan Kapal Nasional

Selain mereka, Ketua Badan Pelaksana Operasional Yayasan VITKA Alvidyan Virgaazman, Direktur BTP Siska Amelia Maldin, Wakil Rektor I Institut Teknologi Batam (ITEBA) Ansarullah Lawi, serta Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan turut hadir.

Sinergi operator dan regulator

Mukhtarudin menegaskan, kolaborasi antara Kementerian P2MI dan BTP merupakan bentuk sinergi ideal antara pemerintah sebagai regulator dan lembaga pendidikan sebagai penyedia sumber daya manusia di tingkat hulu.

Menurut dia, pemerintah terus memperkuat ekosistem penempatan pekerja migran melalui kerja sama dengan berbagai kementerian, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan vokasi.

Baca juga: Resmikan Migran Center Polibatam, Menteri P2MI Dorong Lulusan Raih Peluang Kerja Global

"Pemerintah menciptakan iklim yang memfasilitasi sektor riil. Penempatan dilakukan melalui skema resmi yang disiapkan pemerintah, baik itu government to government (G-to-G) maupun skema prosedural lainnya," jelas Mukhtarudin.

Dia mengatakan, berbagai kementerian yang telah bekerja sama dengan Kementerian P2MI memiliki lembaga pendidikan vokasi di bidang pertambangan, pariwisata, kesehatan, perhubungan, hingga perikanan yang dapat menjadi sumber tenaga kerja terampil untuk pasar global.

Memanfaatkan bonus demografi dan peluang global

Mukhtarudin juga menyoroti peluang besar yang dimiliki Indonesia di tengah fenomena aging population yang dialami sejumlah negara maju, seperti Jepang dan negara-negara Eropa.

Menurut dia, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan melalui penyiapan tenaga kerja produktif dan kompeten agar mampu mengisi kebutuhan pasar kerja internasional.

Ia menilai posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura menjadi keuntungan strategis dalam pengembangan talenta global.

Baca juga: Bangun Ekosistem Migrasi Aman, Kementerian P2MI Gandeng Pemda dan Kampus Vokasi di Kepri

“Dampaknya bukan saja hilirisasi SDM, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan daya beli masyarakat,” katanya.

Menurut Mukhtarudin, ekosistem pekerja migran yang terkelola dengan baik dapat membantu menekan pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa pekerja migran saat ini tidak hanya berperan sebagai pejuang keluarga, tetapi juga penyumbang devisa negara melalui remitansi yang terus meningkat.

 

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Mukhtarudin mendorong BTP membentuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ( P3MI) sehingga layanan pendidikan, pelatihan, hingga penempatan dapat dilakukan secara terpadu.

Menurut dia, kualitas mahasiswa BTP sudah tidak diragukan lagi. Hal itu terlihat dari sejumlah mahasiswa yang telah mengikuti program magang internasional di berbagai hotel di Asia dan bersiap melanjutkan pengalaman serupa ke Australia.

Baca juga: Sah! Kementerian P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir

“Jadi, orang berpikir kuliah di BTP saja karena di sana jalurnya untuk bisa bekerja di luar negeri secara prosedural sudah disiapkan. Dalam negeri disiapkan, luar negeri disiapkan,” ujar Mukhtarudin.

Akreditasi unggul BTP

Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA Asman Abnur menyambut positif kerja sama dengan Kementerian P2MI.

Yayasan VITKA merupakan lembaga nirlaba di Batam yang bergerak di bidang pendidikan dan membawahi Batam Tourism Polytechnic (BTP) serta Institut Teknologi Batam (ITEBA).

Menurut Asman, momentum tersebut bertepatan dengan pencapaian penting yang baru diraih BTP.

Dia mengungkapkan, BTP kini berhasil meraih akreditasi Unggul setelah sebelumnya menyandang status Baik Sekali.

Baca juga: Menteri P2MI Sebut Perpres 25/2026 Jadi Tonggak Perlindungan Buruh Migran Laut

“Dengan status BTP saat ini, mudah-mudahan kita bisa lebih percaya diri lagi untuk kompetitif di kancah internasional,” ujar mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) itu.

Hapus stigma negatif lewat skill kompeten

Asman menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan keterampilan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.

Menurut dia, fokus BTP pada sektor hospitality menjadi salah satu langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di tingkat internasional.

"Jadi, ini penting, skill itu nomor satu. Biar tidak dikatakan orang bahwa orang Indonesia itu (di luar negeri) jadi pembantu terus. Kita harus membuktikan bahwa lulusan BTP adalah tenaga profesional yang dicari pasar global," tegas Asman.

Dia juga menyambut baik dukungan Kementerian P2MI terhadap pembentukan P3MI dan pengembangan Migrant Center di lingkungan kampus.

Baca juga: Menteri P2MI Mengaku Sedang Benahi Akar Masalah PMI, Cegah Masyarakat Jadi Korban TPPO

Menurut Asman, kehadiran negara secara langsung di lingkungan pendidikan memberikan dorongan positif bagi civitas akademika untuk terus menyiapkan jalur formal dan prosedural bagi generasi muda yang ingin berkarier di tingkat internasional.

“Dengan kehadiran Pak Mukhtarudin di kampus kami, ini akan menjadi energi yang sangat baik bagi kami untuk terus bergerak maju dan menyiapkan jalur formal bagi anak-anak bangsa yang ingin berkarier di dunia internasional,” pungkasnya.

Terkini Lainnya
Resmikan Migrant Center BTP, Menteri P2MI Siapkan Talenta Hospitality Global

Resmikan Migrant Center BTP, Menteri P2MI Siapkan Talenta Hospitality Global

Kementerian P2MI
Resmikan Migran Center Polibatam, Menteri P2MI Dorong Lulusan Raih Peluang Kerja Global

Resmikan Migran Center Polibatam, Menteri P2MI Dorong Lulusan Raih Peluang Kerja Global

Kementerian P2MI
Bangun Ekosistem Migrasi Aman, Kementerian P2MI Gandeng Pemda dan Kampus Vokasi di Kepri

Bangun Ekosistem Migrasi Aman, Kementerian P2MI Gandeng Pemda dan Kampus Vokasi di Kepri

Kementerian P2MI
Pertemuan Menteri Mukhtarudin dan Kepala Bappenas: Satukan Visi Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Pertemuan Menteri Mukhtarudin dan Kepala Bappenas: Satukan Visi Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Kementerian P2MI
Sah! Kementerian P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir

Sah! Kementerian P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir

Kementerian P2MI
KP2MI dan Lemhannas RI Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Pekerja Migran Indonesia

KP2MI dan Lemhannas RI Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kementerian P2MI
Menteri P2MI Sebut Perpres 25/2026 Jadi Tonggak Perlindungan Buruh Migran Laut

Menteri P2MI Sebut Perpres 25/2026 Jadi Tonggak Perlindungan Buruh Migran Laut

Kementerian P2MI
Menteri Mukhtarudin: Negara Jamin Pelindungan Menyeluruh bagi Pekerja Migran di Korea Selatan

Menteri Mukhtarudin: Negara Jamin Pelindungan Menyeluruh bagi Pekerja Migran di Korea Selatan

Kementerian P2MI
Tekan Pengangguran, Pemprov Sulut–KP2MI Buka Akses Kerja ke Luar Negeri

Tekan Pengangguran, Pemprov Sulut–KP2MI Buka Akses Kerja ke Luar Negeri

Kementerian P2MI
Polda Jatim Tangkap Penyalur Pekerja Migran Ilegal, Terungkap Usai Korban Alami Kekerasan

Polda Jatim Tangkap Penyalur Pekerja Migran Ilegal, Terungkap Usai Korban Alami Kekerasan

Kementerian P2MI
KP2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Milik PMI Asal Medan Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Milik PMI Asal Medan Berjalan Transparan dan Akuntabel

Kementerian P2MI
Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran, KP2MI Teken MoU dengan BNSP hingga Perguruan Tinggi

Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran, KP2MI Teken MoU dengan BNSP hingga Perguruan Tinggi

Kementerian P2MI
Menteri P2MI Gandeng Kapolri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Menteri P2MI Gandeng Kapolri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kementerian P2MI
Menteri Mukhtarudin Pastikan Jenazah Pekerja Migran Korban Kebakaran di Hong Kong Dipulangkan Secara Bermartabat

Menteri Mukhtarudin Pastikan Jenazah Pekerja Migran Korban Kebakaran di Hong Kong Dipulangkan Secara Bermartabat

Kementerian P2MI
Puncak Peringatan International Migrant Day, Menteri P2MI Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil ke Berbagai Negara

Puncak Peringatan International Migrant Day, Menteri P2MI Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil ke Berbagai Negara

Kementerian P2MI
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com