Resmikan Migran Center Polibatam, Menteri P2MI Dorong Lulusan Raih Peluang Kerja Global

Kompas.com - 09/06/2026, 14:18 WIB
Tsabita Naja,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migran Center di Politeknik Negeri Batam ( Polibatam), Senin (8/6/2026).

Kehadiran Migran Center tersebut diharapkan menjadi ekosistem terpadu dari hulu ke hilir untuk mencetak sekaligus menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia ke kancah internasional.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi Polibatam, yaitu Direktur Polibatam Bambang Hendrawan, Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Arniati, Ketua Senat Metta Santiputri, serta Kepala Pusat Karir dan Kewirausahaan Siti Noor Chayati beserta seluruh Civitas Akademika Polibatam. 

Hadir pula Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto.

Baca juga: Pemerintah Siapkan 500.000 Pekerja Migran, Malaysia Masih Tujuan Terbesar

Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian P2MI Dwiyono, Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Fachri, serta Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Dwi Setiawan Susanto.

Dalam sambutannya, Mukhtarudin mengapresiasi capaian Polibatam yang sukses mendidik anak-anak bangsa bertalenta.

Terlebih, Polibatam yang bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri sejak 2010 memiliki 25 program studi (prodi) dengan prospek jangka panjang yang sangat cerah.

Mukhtarudin menegaskan bahwa peresmian Migran Center merupakan wujud nyata dari amanah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia (PMI) mendongkrak pergeseran dari sektor domestik menuju sektor formal dan profesional.

Baca juga: Sisi Lain Rupiah Melemah, Berkah Berlipat Justru Dirasakan Pekerja Migran Asal Indramayu

"Saat ini, kita sedang mengalami bonus demografi di mana usia produktif sangat melimpah dan membutuhkan lapangan kerja. Sebaliknya, negara-negara besar di luar sana tengah menghadapi fenomena aging population (penuaan penduduk) sehingga mereka sangat membutuhkan suplai tenaga kerja. Ini peluang besar kita," ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Mitra strategis pemasok tenaga kerja sektor unggulan

Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia, Polibatam telah berhasil mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan industri nasional maupun global.

Keunggulan tersebut menjadikan Polibatam sebagai mitra strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil pada berbagai sektor unggulan yang memiliki permintaan tinggi di pasar kerja global, seperti sektor manufaktur dan elektronika, teknologi informasi, logistik dan perkapalan.

Mukhtarudin menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki Polibatam harus terus dioptimalkan.

Baca juga: Mahasiswa Polibatam Ciptakan 4 Karya, Salah Satunya VR Belajar Pilot

"Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci utama dalam menciptakan pekerja migran yang berkualitas dan berdaya saing global," ungkapnya.

Mukhtarudin mengakui bahwa secara teknis, kualitas lulusan dan pekerja asal Indonesia sangat hebat dan mampu bersaing. Terbukti, kini banyak pekerja migran profesional yang menduduki posisi strategis seperti engineering di negara-negara maju, yaitu Jepang dan Korea Selatan.

Meski demikian, Mukhtarudin menggarisbawahi bahwa kelemahan mendasar pekerja domestik terletak pada penguasaan bahasa asing.

"Orang Indonesia itu kalau soal teknis hebat, tetapi begitu masuk ke urusan bahasa, nah ini yang menjadi kendala. Saya berharap Polibatam dapat memperkuat kurikulum bahasa asingnya. Bahasa Inggris untuk pasar Eropa, bahasa Arab untuk Timur Tengah, serta bahasa Korea dan Jepang karena itu sangat penting," tegas Mukhtarudin.

Baca juga: Pemerintah Minta Lulusan SMK Kuasai Bahasa Asing

Selain kemampuan teknis dan bahasa, ia juga berpesan agar para mahasiswa terus mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.

"Teknologi semakin canggih, siswa kita tidak boleh hanya pintar secara teknis. Mereka harus menjadi para pemikir (thinkers), memiliki ide, gagasan, dan kreativitas tinggi," tutur Mukhtarudin di hadapan para siswa yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Sinergi ekosistem terpadu hulu-hilir

Melalui peresmian Migran Center Polibatam, Kementerian P2MI berharap terjalin sinergi yang kuat dalam menyiapkan suplai tenaga kerja.

Adapun Migran Center akan berfungsi sebagai wadah penyiapan kompetensi sekaligus pembuka peluang penempatan kerja yang sah dan aman di luar negeri.

Baca juga: Dorong Lulusan Baru Kerja di Luar Negeri, KP2MI Buka Migrant Center di Undip, Apa Fungsinya?

"Harapan kita, talenta-talenta luar biasa dari Polibatam tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga menjadi talenta global yang siap mengisi sektor-sektor industri strategis di luar negeri," kata Mukhtarudin.

Terkini Lainnya
Resmikan Migrant Center BTP, Menteri P2MI Siapkan Talenta Hospitality Global

Resmikan Migrant Center BTP, Menteri P2MI Siapkan Talenta Hospitality Global

Kementerian P2MI
Resmikan Migran Center Polibatam, Menteri P2MI Dorong Lulusan Raih Peluang Kerja Global

Resmikan Migran Center Polibatam, Menteri P2MI Dorong Lulusan Raih Peluang Kerja Global

Kementerian P2MI
Bangun Ekosistem Migrasi Aman, Kementerian P2MI Gandeng Pemda dan Kampus Vokasi di Kepri

Bangun Ekosistem Migrasi Aman, Kementerian P2MI Gandeng Pemda dan Kampus Vokasi di Kepri

Kementerian P2MI
Pertemuan Menteri Mukhtarudin dan Kepala Bappenas: Satukan Visi Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Pertemuan Menteri Mukhtarudin dan Kepala Bappenas: Satukan Visi Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Kementerian P2MI
Sah! Kementerian P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir

Sah! Kementerian P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir

Kementerian P2MI
KP2MI dan Lemhannas RI Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Pekerja Migran Indonesia

KP2MI dan Lemhannas RI Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kementerian P2MI
Menteri P2MI Sebut Perpres 25/2026 Jadi Tonggak Perlindungan Buruh Migran Laut

Menteri P2MI Sebut Perpres 25/2026 Jadi Tonggak Perlindungan Buruh Migran Laut

Kementerian P2MI
Menteri Mukhtarudin: Negara Jamin Pelindungan Menyeluruh bagi Pekerja Migran di Korea Selatan

Menteri Mukhtarudin: Negara Jamin Pelindungan Menyeluruh bagi Pekerja Migran di Korea Selatan

Kementerian P2MI
Tekan Pengangguran, Pemprov Sulut–KP2MI Buka Akses Kerja ke Luar Negeri

Tekan Pengangguran, Pemprov Sulut–KP2MI Buka Akses Kerja ke Luar Negeri

Kementerian P2MI
Polda Jatim Tangkap Penyalur Pekerja Migran Ilegal, Terungkap Usai Korban Alami Kekerasan

Polda Jatim Tangkap Penyalur Pekerja Migran Ilegal, Terungkap Usai Korban Alami Kekerasan

Kementerian P2MI
KP2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Milik PMI Asal Medan Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Milik PMI Asal Medan Berjalan Transparan dan Akuntabel

Kementerian P2MI
Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran, KP2MI Teken MoU dengan BNSP hingga Perguruan Tinggi

Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran, KP2MI Teken MoU dengan BNSP hingga Perguruan Tinggi

Kementerian P2MI
Menteri P2MI Gandeng Kapolri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Menteri P2MI Gandeng Kapolri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kementerian P2MI
Menteri Mukhtarudin Pastikan Jenazah Pekerja Migran Korban Kebakaran di Hong Kong Dipulangkan Secara Bermartabat

Menteri Mukhtarudin Pastikan Jenazah Pekerja Migran Korban Kebakaran di Hong Kong Dipulangkan Secara Bermartabat

Kementerian P2MI
Puncak Peringatan International Migrant Day, Menteri P2MI Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil ke Berbagai Negara

Puncak Peringatan International Migrant Day, Menteri P2MI Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil ke Berbagai Negara

Kementerian P2MI
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com