KP2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Milik PMI Asal Medan Berjalan Transparan dan Akuntabel

Kompas.com - 16/04/2026, 20:20 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memastikan penanganan kendala pengiriman barang milik Reza Valentino Simamora, pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), terus dikawal secara intensif guna menjamin terpenuhinya hak keluarga secara transparan dan akuntabel.

Untuk diketahui, Reza merupakan PMI asal Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Korea Selatan (Korsel).

Dalam proses pengiriman barang pribadinya ke Indonesia, keluarga menyampaikan adanya sejumlah kendala yang saat ini tengah dalam penanganan dan penelusuran lebih lanjut oleh pemerintah.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan bahwa KP2MI sejak awal telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap tahapan penanganan berjalan sesuai ketentuan.

“Sejak awal, kami memastikan bahwa setiap tahapan penanganan dilakukan secara terbuka, terkoordinasi, dan sesuai prosedur yang berlaku, dengan tujuan memberikan kepastian dan keadilan bagi keluarga almarhum,” ujar Mukhtarudin dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Nasib Pilu Keluarga PMI Jembrana: Anak Ditahan di AS, Komunikasi Terputus Total

Berdasarkan kronologi, barang milik Reza dikirim dari Seoul pada 26 Januari 2026 dan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pada 9 Maret 2026.

Selanjutnya, barang tersebut diperiksa oleh Bea Cukai Tanjung Emas pada 11 Maret 2026. Selama proses pemeriksaan berlangsung, dua unit telepon genggam dipisahkan sesuai prosedur kepabeanan.

Selain telepon genggam, keluarga Reza juga melaporkan terdapat beberapa barang yang belum ditemukan dalam paket, antara lain paspor, uang di dompet, sepatu, dan sejumlah pakaian.

Menindaklanjuti hal tersebut, KP2MI mendorong dilakukannya investigasi lanjutan, termasuk melalui penelusuran rekaman CCTV pada saat proses pemeriksaan.

Baca juga: Indonesia Tuntut Investigasi Menyeluruh Penyerangan Prajurit Perdamaian di Lebanon

Sementara itu, pihak jasa pengiriman (J&T) tengah mengupayakan akses terhadap rekaman yang dimaksud untuk memastikan alur penanganan barang secara menyeluruh.

KP2MI melalui unit terkait juga telah berkoordinasi dengan Bea Cukai Tanjung Emas, serta melibatkan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP3MI) Sumut dalam proses penanganan dan penyelesaian permasalahan.

Berdasarkan perkembangan terbaru, paspor Reza tidak disertakan dalam pengiriman barang. Hal ini sesuai dengan prosedur yang berlaku bahwa paspor wajib dikembalikan melalui perwakilan Republik Indonesia (RI) di negara penempatan.

Adapun dua unit telepon genggam saat ini dipastikan dalam kondisi aman dan berada di gudang Bea Cukai Tanjung Emas. Barang tersebut tengah menunggu penerbitan surat tidak disita sebelum dapat diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Aturan Baru Bea Cukai 2026, Simak Ketentuannya agar Barang dari Luar Negeri Lolos Pemeriksaan

“Kami memastikan seluruh barang yang berada dalam pengawasan otoritas terkait dalam kondisi aman. Setelah proses administrasi kepabeanan selesai, barang tersebut akan segera diserahkan kepada keluarga,” tegas Mukhtarudin.

Untuk memastikan kejelasan terkait barang lainnya, BP3MI Sumut tengah melakukan rekonsiliasi data bersama keluarga guna mencocokkan rincian barang yang dikirim dari Seoul.

KP2MI juga akan memfasilitasi pertemuan daring yang melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk Bea Cukai, BP3MI, pihak jasa pengiriman, dan keluarga Reza, untuk mempercepat penyelesaian permasalahan.

“KP2MI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga tuntas, serta memastikan seluruh hak keluarga almarhum terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Mukhtarudin.

Baca juga: KP2MI Siapkan Skenario Evakuasi PMI dari Timur Tengah

Terkini Lainnya
KP2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Milik PMI Asal Medan Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Milik PMI Asal Medan Berjalan Transparan dan Akuntabel

Kementerian P2MI
Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran, KP2MI Teken MoU dengan BNSP hingga Perguruan Tinggi

Tingkatkan Kualitas SDM Pekerja Migran, KP2MI Teken MoU dengan BNSP hingga Perguruan Tinggi

Kementerian P2MI
Menteri P2MI Gandeng Kapolri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Menteri P2MI Gandeng Kapolri Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kementerian P2MI
Menteri Mukhtarudin Pastikan Jenazah Pekerja Migran Korban Kebakaran di Hong Kong Dipulangkan Secara Bermartabat

Menteri Mukhtarudin Pastikan Jenazah Pekerja Migran Korban Kebakaran di Hong Kong Dipulangkan Secara Bermartabat

Kementerian P2MI
Puncak Peringatan International Migrant Day, Menteri P2MI Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil ke Berbagai Negara

Puncak Peringatan International Migrant Day, Menteri P2MI Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil ke Berbagai Negara

Kementerian P2MI
Menteri Mukhtarudin: Kampanye Migran Aman Wujud Komitmen dan Kehadiran Negara dalam Melindungi PMI

Menteri Mukhtarudin: Kampanye Migran Aman Wujud Komitmen dan Kehadiran Negara dalam Melindungi PMI

Kementerian P2MI
Laksanakan Arahan Prabowo, Menteri Mukhtarudin Perkenalkan 8 Strategi untuk Pekerja Migran Indonesia

Laksanakan Arahan Prabowo, Menteri Mukhtarudin Perkenalkan 8 Strategi untuk Pekerja Migran Indonesia

Kementerian P2MI
Bertemu Pimpinan Redaksi Media, Menteri P2MI Siapkan 500.000 Pekerja Migran pada 2026

Bertemu Pimpinan Redaksi Media, Menteri P2MI Siapkan 500.000 Pekerja Migran pada 2026

Kementerian P2MI
Kementerian P2MI Raih Peringkat 5 di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Kementerian P2MI Raih Peringkat 5 di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Kementerian P2MI
Kementerian P2MI Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Sumatera

Kementerian P2MI Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Sumatera

Kementerian P2MI
Menteri P2MI Teken MoU dengan 3 Gubernur, Upaya Realisasikan

Menteri P2MI Teken MoU dengan 3 Gubernur, Upaya Realisasikan "Quick Win" Presiden Prabowo

Kementerian P2MI
Kementerian P2MI Teken MoU dan PKS dengan Mitra Strategis, Fokus Cetak 500.000 PMI Kompeten

Kementerian P2MI Teken MoU dan PKS dengan Mitra Strategis, Fokus Cetak 500.000 PMI Kompeten

Kementerian P2MI
Menteri Mukhtarudin: Indonesia Siaga Penuh Lindungi Pekerja Migran Korban Kebakaran Tai Po Hong Kong

Menteri Mukhtarudin: Indonesia Siaga Penuh Lindungi Pekerja Migran Korban Kebakaran Tai Po Hong Kong

Kementerian P2MI
Bangun Sistem Migrasi Aman, Menteri Karding dan 5 Pemda di Sulteng Teken MoU Perlindungan PMI

Bangun Sistem Migrasi Aman, Menteri Karding dan 5 Pemda di Sulteng Teken MoU Perlindungan PMI

Kementerian P2MI
Serahkan Hewan Kurban Prabowo ke Kota Palu, Menteri Karding: Tanda Cinta Presiden kepada Masyarakat

Serahkan Hewan Kurban Prabowo ke Kota Palu, Menteri Karding: Tanda Cinta Presiden kepada Masyarakat

Kementerian P2MI
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com