Genjot Akselerasi Produksi Pertanian, Ditjen Perkebunan Gelar OKMAR di Karawang

Kompas.com - 20/11/2023, 15:56 WIB
F Azzahra,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan mendukung upaya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat akselerasi produksi berbagai komoditas pertanian strategis nasional.

Hal tersebut dilakukan melalui optimalisasi produktivitas lahan pertanian sebagai pondasi yang kuat untuk mewujudkan swasembada pangan kedepannya.

Mentan Amran mengatakan, upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan produksi pangan, menekan impor, dan menjaga harga beras stabil di tingkat konsumen.

Untuk mewujudkan itu, Ditjen Perkebunan Kementan melakukan tanam padi di Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (20/11/2023).

Tanam padi merupakan bagian dari Gerakan Percepatan Tanam Padi Musim Hujan atau MT1 (OKMAR) yang sedang gencar dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Andi Nur Alamsyah mengatakan, OKMAR merupakan gerakan yang inklusif. Ia ingin semua petani dapat bersatu dalam gerakan ini.

"Para petani adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sehari-hari berjuang untuk menyediakan bahan pangan yang melimpah. Oleh karena itu, mari bersama-sama dukung dan berpartisipasi untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia," kata Andi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/11/2023).

Baca juga: Genjot Produksi Jagung Nasional, Kementan Lakukan Penanaman Terintegrasi di Kebun Kelapa

Pada kesempatan itu, Andi mengatakan, Ditjen Perkebunan menginisiasi pengoptimalan tanaman padi dan jagung yang dapat diintegrasikan di lahan perkebunan.

"Kami sudah melakukan integrasi tanaman jagung dengan kelapa di Manado sebagai percontohan. Untuk selanjutnya akan kami terapkan ke daerah lain," ujarnya.

Kementan jalankan OKMAR untuk tingkatkan produktivitas pertanian di Karawang.DOK. Kementan Kementan jalankan OKMAR untuk tingkatkan produktivitas pertanian di Karawang.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Asep Hazar menyampaikan, OKMAR sangatlah penting. Apalagi Kabupaten Karawang dikenal sebagai penghasil padi terbesar di Indonesia.

"Kabupaten Karawang masih terkenal dengan lumbung padi Jawa Barat yang mampu menyuplai kebutuhan beras untuk Ibu Kota dan daerah lainnya yang produksi padinya rendah. Kondisi ini harus di pertahankan dengan mengoptimalkan sumberdaya yang ada," terang Asep.

Asep menjelaskan gerakan tanam padi tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mindilamping, di Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta. Ia menyatakan dari, luas lahan mencapat 2 hektar (ha), sebanyak 200 ha digunakan untuk menanam padi varietas Inpari 32.

Baca juga: Kementan Luncurkan Aplikasi Perizinan Pertanian, Investasi Ditarget Naik 100 Persen

Pada kesempatan itu, hadir pula Sekretaris Ditjen Perkebunan, Direktur Pupuk Indonesia Pangan dan Kepala Dinas Teknis (Kadis) Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Karawang

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com