Selaraskan Langkah Bersama, Mentan Ajak Berbagai Pihak Perkuat Sektor Kelapa Sawit Indonesia

Kompas.com - 05/11/2023, 15:18 WIB
ADW,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Pertanian ( Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta berbagai pihak dan seluruh jajarannya untuk memperkuat ketahanan pangan dengan merespons berbagai tantangan global, terutama di sektor industri kelapa sawit Indonesia.

Menurutnya, industri kelapa sawit harus didukung karena merupakan komoditas strategis yang menjadi penyumbang besar untuk devisa negara.

“Diharapkan, semua (pelaku) industri sawit Indonesia serta pihak terkait dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Sebab, kelapa sawit memiliki peran penting untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk pekebun yang mengelola lahan perkebunan sawit," ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/11/2023).

Seperti diketahui, Indonesia merupakan produsen dan pemasok kebutuhan minyak nabati terbesar dunia serta memiliki penting dalam pasar minyak nabati global. Bersama Malaysia, kedua negara ini mendominasi 85 persen pangsa pasar minyak sawit dunia.

Baca juga: Tanpa Peremajaan, Produksi Minyak Kelapa Sawit Bakal Menyusut

Meskipun pada 2023 harga minyak sawit berangsur normal, kata Amran, terdapat tantangan lain. Salah satunya adalah tingginya stok minyak nabati yang dimiliki India. Hal ini terjadi karena stok minyak bunga matahari dari Rusia dan Ukraina yang memasuki India serta meningkatnya produksi minyak nabati lain di pasar global.

Berdasarkan data Oil World, stok minyak nabati di India saat ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah di tengah pemulihan produksi minyak sawit di Malaysia. Sebagai informasi, India merupakan salah satu negara importir terbesar minyak kelapa sawit di dunia.

Kementerian Pertanian hadir dalam 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook (IPOC 2023) diwakili oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto. DOK. Humas Kementan Kementerian Pertanian hadir dalam 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook (IPOC 2023) diwakili oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto.

Selain itu, kata Amran, sertifikasi perkebunan kelapa sawit, seperti Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) serta Malaysia Sustainable Palm Oil (MSPO) yang menjadi tolok ukur tata kelola kelapa sawit yang berkelanjutan hingga saat ini belum diakui oleh Uni Eropa.

Oleh karena itu, menurutnya, langkah-langkah khusus untuk mengintegrasikan petani kecil ke dalam rantai pasokan penting dalam meminimalkan dampak European Union Regulation on Deforestation-free Products (EUDR) terhadap petani kelapa sawit.

Baca juga: Model Hilirisasi Industri Kelapa Sawit Mampu Dorong Ekspor Produk Bernilai Tambah

Merespons tantangan tersebut, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar acara 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook (IPOC 2023) di Bali, mulai Rabu (1/11/2023) hingga Jumat (3/11/2023).

Acara bertema “Enhancing Resiliency Amid Market Uncertainty” itu, diselenggarakan untuk membantu sektor kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi situasi pasar yang tidak menentu.

Untuk diketahui, IPOC 2023 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, serta dihadiri oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat membuka ajang 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook (IPOC 2023) yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Bali, mulai Rabu (1/11/2023) hingga Jumat (3/11/2023). dok. Humas Kementerian Pertanian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat membuka ajang 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook (IPOC 2023) yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Bali, mulai Rabu (1/11/2023) hingga Jumat (3/11/2023).

Pada kesempatan tersebut, Mendag menyampaikan pembahasan khusus terkait kebijakan dan strategi pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Heru Tri Widarto, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementan Ardi Praptono, serta Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan Prayudi Syamsuri.

Heru mengatakan, IPOC merupakan wadah para pemangku kepentingan, baik tingkat nasional maupun internasional, untuk bersama-sama membahas isu-isu strategis seputar industri kelapa sawit.

Baca juga: Minyak Kelapa Sawit Makin Dibutuhkan pada 2050

Selain konferensi, pada acara tersebut juga diselenggarakan pameran untuk memberikan informasi mengenai perkembangan terkini teknologi, produk, dan layanan di industri kelapa sawit.

"Semoga kegiatan ini dapat menyinergikan atau menyelaraskan langkah kolaborasi semua pihak terkait, memperkuat upaya strategis, dan menemukan solusi jitu untuk menghadapi tantangan industri kelapa sawit kedepannya. Selain itu, juga meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit dan insan perkebunan lain," katanya.

Ajang 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook (IPOC 2023) di Bali, Rabu (1/11/2023) hingga Jumat (3/11/2023), menghadirkan para pembicara ahli minyak nabati senior dunia, seperti Thomas Mielke (Oil World), Nagaraj Meda (Transgraph), dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd), untuk membahas mengenai situasi pasar kelapa sawit dan minyak nabati dunia. dok. Humas Kementerian Pertanian Ajang 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook (IPOC 2023) di Bali, Rabu (1/11/2023) hingga Jumat (3/11/2023), menghadirkan para pembicara ahli minyak nabati senior dunia, seperti Thomas Mielke (Oil World), Nagaraj Meda (Transgraph), dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd), untuk membahas mengenai situasi pasar kelapa sawit dan minyak nabati dunia.

Adapun IPOC 2023 memberikan analisis situasi pasar minyak nabati dunia terkait peraturan global terkini dan dampaknya terhadap industri minyak sawit, serta kebijakan minyak sawit Indonesia dan perspektif pasar dari negara-negara importir minyak sawit.

Dibahas pula situasi pasokan dan permintaan minyak sawit di dunia, juga prospek harga untuk tahun mendatang untuk menguak tren harga. Berbagai paparan tersebut dibawakan oleh para pembicara ahli minyak nabati senior dunia, seperti Thomas Mielke (Oil World), Nagaraj Meda (Transgraph), dan Dorab Mistry (Godrej International Ltd).

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com