Kementan dan Komisi IV DPR Bersinergi Kembalikan Kejayaan Perkebunan Nusantara

Kompas.com - 20/10/2023, 16:32 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian ( Kementan) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bone dan Wajo, Sulawesi Selatan (Sumsel) pada 16-18 Oktober 2023.

Pada kesempatan itu, digelar pula bimbingan teknis (bimtek) komoditas unggulan tanaman perkebunan, yaitu tanaman kelapa, pala, cengkeh, dan kakao. 

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun Ardi Praptono mengatakan, sektor perkebunan rakyat memerlukan dukungan dari semua pihak.

“Ini demi bangkit menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan dan memperkuat pembangunan perkebunan,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (20/10/2023). 

Dia menyebutkan, perlu ada sinergi antara kementerian/lembaga (K/L) dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghadapi berbagai tantangan perkebunan.

Baca juga: Lewat Exponential Hilirisasi, Kementan Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Kelor

Ardi menambahkan, kerja sama dengan Komisi IV DPR sangat penting bagi pengawasan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan agar bisa berjalan lebih cepat, mencapai target, dan berkesinambungan.

"Harapannya, kunjungan kerja dan bimtek bersama komisi VI DPR dapat bermanfaat bagi petani atau pekebun," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasludin mengapresiasi Kementan atas upaya dan bantuannya dalam peningkatan perkebunan di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.

"Saya berharap, semoga setiap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan lebih meningkatkan kesejahteraan pekebun," katanya.

Dari data Ditjenbun menyebutkan bahwa bantuan pada 2023 yang diberikan Ditjenbun di Kabupaten Bone, antara lain peremajaan tanaman kakao seluas 100 hektar (ha), intensifikasi tanaman kakao seluas 100 ha, peremajaan tanaman kelapa seluas 100 ha, intensifikasi tanaman pala seluas 100 ha, rehabilitasi tanaman cengkeh seluas 300 ha, dan rawat ratoon tebu seluas 150 ha. 

Baca juga: Tingkatkan Produksi Beras 35 Juta Ton, Kementan-Kementerian PUPR Saling Koordinasi soal Irigasi

Sementara itu, bantuan yang diberikan untuk Kabupaten Wajo, yakni intensifikasi pala seluas 100 ha, intensifikasi kakao seluas 10 ha, peremajaan kakao seluas 50 ha, dan perluasan tanaman genjah 100 ha.

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Adi meminta jajarannya agar mendetailkan semua data maupun informasi terkait perkebunan. 

"Detailkan semuanya dengan baik dari data produksi, perluasan, replanting, mapping-kan semua kawasan sentra perkebunan, kebutuhan yang diperlukan, dan detail bahan pendukung lainnya. Semua harus terukur dengan baik dan menyeluruh.," ujar Arief.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah berharap, bantuan pemerintah dapat tersalurkan dan bermanfaat bagi pekebun, serta terlaksana dengan tepat. 

Baca juga: Lewat Teknologi Pascapanen, Kementan dan BRIN Ingin Kurangi Kerugian akibat Food Loss and Waste

Adapun kunjungan kerja itu dilakukan guna mengevaluasi secara menyeluruh progres pelaksanaan program dan kebijakan lahan perkebunan, penerapan regulasi atau peraturan daerah (perda), ketelusuran distribusi bantuan, serta pencapaian target perkebunan di wilayah Kabupaten Bone dan Wajo.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com