Stok Pupuk Bersubsidi di Jateng Dipastikan Aman Selama Musim Tanam Kedua

Amalia Purnama Sari
Kompas.com - Rabu, 13 Oktober 2021
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan kunjungan ke PT Pupuk Kaltim, Jumat (10/9/2021).
DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan kunjungan ke PT Pupuk Kaltim, Jumat (10/9/2021).

KOMPAS.com – Menjelang pelaksanaan musim tanam kedua yang berlangsung pada Oktober 2021 hingga Maret 2022, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pupuk bersubsidi di Jawa Tengah (Jateng) aman.

Disebutkan PT Pupuk Indonesia, stok pupuk bersubsidi di Jateng saat ini sudah sesuai alokasi. Ketersediaan pupuk ini nantinya akan dimanfaatkan pada musim tanam kedua.

Per 7 Oktober 2021, jumlah stok pupuk bersubsidi yang berada di lini pertama dua dan lini tiga berjumlah 125.400 ton.

Adapun rinciannya adalah pupuk Urea sebanyak 79.919 ton, Nitrogen Phosphate Kalium (NPK) Phonska sebanyak 16.373 ton, Super Phosphate-36 (SP-36) sebanyak 9.515 ton, Zvavelvuure Ammonium (ZA) sebanyak 6.918 ton, dan organik sebanyak 17.750 ton.

Baca juga: Tingkatkan IP Petani Kabupaten Barru, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, pupuk merupakan salah satu komponen penting bagi petani dalam mengembangkan budi daya pertanian.

“Untuk itu, Kementan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan petani agar ketersediaan pupuk mencukupi,” kata SYL dalam keterangan per resminya, dikutip Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Ia melanjutkan, Kementan bahkan sudah memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi cukup untuk para petani.

“Kami memahami betul bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi di kalangan petani ini sangat tinggi,” tuturnya.

Baca juga: Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Jabar Dipastikan Aman

Menimpali pernyataan SYL, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil berpesan agar para petani menggunakan pupuk bersubsidi secara bijak.

Sebab, kata dia, apabila pupuk digunakan secara bijak dan berimbang, produktivitas pertanian dipastikan bisa bertahan.

“Jika pupuk sudah digunakan dengan baik, otomatis produktivitas meningkat kendati alokasi pupuk bersubsidi pada 2021 tidak sebanyak permintaan petani,” ucap Ali.

Menurutnya, pupuk bersubsidi diberikan untuk mengenalkan petani cara penggunaan pupuk secara baik dan benar.

Baca juga: Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman

"Subsidi hanya untuk merangsang petani kita dan memperkenalkan cara menggunakan pupuk yang baik. Apakah subsidi atau tidak subsidi, bukan itu persoalannya, tapi apakah margin keuntungan lebih besar," ujar Ali.

Lebih lanjut, dia menegaskan, pupuk merupakan kebutuhan mendasar agar budi daya pertanian berkembang dengan baik.

"Kami tidak ingin ada pertanian yang terkendala, sehingga ketahanan pangan juga bisa terjaga," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan Muhammad Hatta menyebutkan, dengan pemupukan yang baik, produktivitas hasil pertanian juga dapat dipastikan meningkat.

Baca juga: Stok Pupuk Subsidi di Landak Tersedia, Wijaya Laksana: Penyaluran Sesuai Alokasi

"Pupuk ini juga erat kaitannya dengan peningkatan produktivitas pertanian. Pemupukan yang baik akan berpengaruh besar terhadap hasil panen petani," ujarnya.

PenulisAmalia Purnama Sari
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Kementan Ajak PISPI Kerja Sama Majukan Pertanian Indonesia
Kementan Ajak PISPI Kerja Sama Majukan Pertanian Indonesia
Kementan
Stok Pupuk Bersubsidi di Jateng Dipastikan Aman Selama Musim Tanam Kedua
Stok Pupuk Bersubsidi di Jateng Dipastikan Aman Selama Musim Tanam Kedua
Kementan
Kembangkan Produktivitas Petani Sukoharjo, Mentan SYL Hibahkan KUR Pertanian
Kembangkan Produktivitas Petani Sukoharjo, Mentan SYL Hibahkan KUR Pertanian
Kementan
Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Jabar Dipastikan Aman
Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Jabar Dipastikan Aman
Kementan
Mentan SYL Tekankan Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik untuk Pertanian Masa Depan
Mentan SYL Tekankan Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik untuk Pertanian Masa Depan
Kementan
Mentan: Informasi Publik adalah Senjata Utama pada Sektor Pertanian
Mentan: Informasi Publik adalah Senjata Utama pada Sektor Pertanian
Kementan
Tingkatkan IP Petani Kabupaten Barru, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan
Tingkatkan IP Petani Kabupaten Barru, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan
Kementan
Ingatkan Tanggung Jawab Pejabat, Mentan SYL Berikan 2 Pesan Ini
Ingatkan Tanggung Jawab Pejabat, Mentan SYL Berikan 2 Pesan Ini
Kementan
Panen Masih Berlangsung, Kabupaten Grobogan Siap Penuhi Kuota Jagung 30.000 Ton
Panen Masih Berlangsung, Kabupaten Grobogan Siap Penuhi Kuota Jagung 30.000 Ton
Kementan
Jadi Kebutuhan Mendasar, Irigasi Dongkrak Produktivitas Pertanian
Jadi Kebutuhan Mendasar, Irigasi Dongkrak Produktivitas Pertanian
Kementan
Permudah Distribusi Pertanian di Tabanan, Kementan Bangun Jalan Usaha Tani
Permudah Distribusi Pertanian di Tabanan, Kementan Bangun Jalan Usaha Tani
Kementan
Genjot Produktivitas Pertanian, Kementan Realisasikan Program Irigasi Perpipaan di Sorong
Genjot Produktivitas Pertanian, Kementan Realisasikan Program Irigasi Perpipaan di Sorong
Kementan
Berkat Embung, Petani di Sorong Raup Untung
Berkat Embung, Petani di Sorong Raup Untung
Kementan
Mentan SYL Sebut 7 Juta Hektare Lahan di Papua Barat Berpotensi Ditanami Komoditas Pertanian
Mentan SYL Sebut 7 Juta Hektare Lahan di Papua Barat Berpotensi Ditanami Komoditas Pertanian
Kementan
Jokowi Minta Mentan dan Gubernur Papua Barat Tingkatkan Kapasitas Produksi Pertanian
Jokowi Minta Mentan dan Gubernur Papua Barat Tingkatkan Kapasitas Produksi Pertanian
Kementan