Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Jabar Dipastikan Aman

Amalia Purnama Sari
Kompas.com - Selasa, 12 Oktober 2021
Stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat (Jabar) dipastikan aman pada musim tanam Oktober 2021 hingga Maret 2022 mendatang.DOK. Humas Kementan Stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat (Jabar) dipastikan aman pada musim tanam Oktober 2021 hingga Maret 2022 mendatang.

KOMPAS.com – PT Pupuk Indonesia memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat (Jabar) aman menjelang musim tanam Oktober 2021 hingga Maret 2022 mendatang.

Bahkan, dari pekan lalu, jumlah pupuk diperkirakan mencapai 211,1 ribu ton atau 342 persen dari stok minimum ketentuan pemerintah.

Stok tersebut berada di lini pertama dan ketiga. Jumlahnya diperkirakan cukup untuk memenuhi stok selama enam pekan ke depan.

Adapun stok pupuk yang berada di lini pertama dan ketiga, yakni Urea sebanyak 148.668 ton, NPK Phonska sebanyak 31.076 ton, SP-36 sebanyak 12.866 ton, ZA sebanyak 4.995 ton, dan organik sebanyak 13.516 ton.

Baca juga: Tingkatkan IP Petani Kabupaten Barru, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan

Pada pekan lalu, berdasarkan data per 4 Oktober 2021, realisasi pupuk bersubsidi bahkan mencapai 361.000 ton.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjamin stok pupuk bersubsidi untuk petani di Jabar aman menjelang musim tanam kedua.

Kendati demikian, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) tetap mengimbau petani agar bijak menggunakan pupuk bersubsidi.

Sebab, kata dia, apabila petani bijak menggunakan pupuk secara berimbang, maka produktivitas pertanian dipastikan bisa dipertahankan.

Baca juga: Permudah Distribusi Pertanian di Tabanan, Kementan Bangun Jalan Usaha Tani

“Jika pupuk digunakan dengan baik, otomatis produktivitas meningkat kendati alokasi pupuk bersubsidi pada 2021 tidak sebanyak permintaan dari petani,” ujar SYL, dikutip dari keterangan pers resminya, Selasa (12/10/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, pupuk bersubsidi diberikan untuk mengenalkan cara penggunaan pupuk yang baik kepada para petani.

"Subsidi hanya untuk merangsang petani kita dan memperkenalkan cara menggunakan pupuk yang baik. Apakah subsidi atau tidak subsidi, bukan itu persoalannya, tapi apakah margin keuntungan lebih besar," ujar Ali.

Ali menegaskan, pupuk merupakan kebutuhan mendasar agar budi daya pertanian berkembang dengan baik.

Baca juga: Undang Kementan, KPK Ingatkan Pentingnya Perkuat Integritas

"Kami tidak ingin ada pertanian yang terkendala, agar ketahanan pangan juga bisa terjaga," ujar dia.

Menimpali Ali, Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan Muhammad Hatta menyebutkan, dengan pemupukan yang baik, produktivitas hasil pertanian juga dapat dipastikan meningkat.

"Pupuk ini juga erat kaitannya dengan peningkatan produktivitas pertanian. Pemupukan yang baik akan berpengaruh besar terhadap hasil panen petani," tuturnya.

PenulisAmalia Purnama Sari
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Pulihkan Ekonomi Nasional, Mentan SYL: KUR Bantu Selamatkan Sektor Pertanian
Pulihkan Ekonomi Nasional, Mentan SYL: KUR Bantu Selamatkan Sektor Pertanian
Kementan
Kementan Ajak PISPI Kerja Sama Majukan Pertanian Indonesia
Kementan Ajak PISPI Kerja Sama Majukan Pertanian Indonesia
Kementan
Stok Pupuk Bersubsidi di Jateng Dipastikan Aman Selama Musim Tanam Kedua
Stok Pupuk Bersubsidi di Jateng Dipastikan Aman Selama Musim Tanam Kedua
Kementan
Kembangkan Produktivitas Petani Sukoharjo, Mentan SYL Hibahkan KUR Pertanian
Kembangkan Produktivitas Petani Sukoharjo, Mentan SYL Hibahkan KUR Pertanian
Kementan
Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Jabar Dipastikan Aman
Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Jabar Dipastikan Aman
Kementan
Mentan SYL Tekankan Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik untuk Pertanian Masa Depan
Mentan SYL Tekankan Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik untuk Pertanian Masa Depan
Kementan
Mentan: Informasi Publik adalah Senjata Utama pada Sektor Pertanian
Mentan: Informasi Publik adalah Senjata Utama pada Sektor Pertanian
Kementan
Tingkatkan IP Petani Kabupaten Barru, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan
Tingkatkan IP Petani Kabupaten Barru, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan
Kementan
Ingatkan Tanggung Jawab Pejabat, Mentan SYL Berikan 2 Pesan Ini
Ingatkan Tanggung Jawab Pejabat, Mentan SYL Berikan 2 Pesan Ini
Kementan
Panen Masih Berlangsung, Kabupaten Grobogan Siap Penuhi Kuota Jagung 30.000 Ton
Panen Masih Berlangsung, Kabupaten Grobogan Siap Penuhi Kuota Jagung 30.000 Ton
Kementan
Jadi Kebutuhan Mendasar, Irigasi Dongkrak Produktivitas Pertanian
Jadi Kebutuhan Mendasar, Irigasi Dongkrak Produktivitas Pertanian
Kementan
Permudah Distribusi Pertanian di Tabanan, Kementan Bangun Jalan Usaha Tani
Permudah Distribusi Pertanian di Tabanan, Kementan Bangun Jalan Usaha Tani
Kementan
Genjot Produktivitas Pertanian, Kementan Realisasikan Program Irigasi Perpipaan di Sorong
Genjot Produktivitas Pertanian, Kementan Realisasikan Program Irigasi Perpipaan di Sorong
Kementan
Berkat Embung, Petani di Sorong Raup Untung
Berkat Embung, Petani di Sorong Raup Untung
Kementan
Mentan SYL Sebut 7 Juta Hektare Lahan di Papua Barat Berpotensi Ditanami Komoditas Pertanian
Mentan SYL Sebut 7 Juta Hektare Lahan di Papua Barat Berpotensi Ditanami Komoditas Pertanian
Kementan