Permudah Distribusi Pertanian di Tabanan, Kementan Bangun Jalan Usaha Tani

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Jumat, 8 Oktober 2021
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional tahun 2021 (Musrenbangtan) secara virtual, Rabu  (21/7/2021).DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional tahun 2021 (Musrenbangtan) secara virtual, Rabu (21/7/2021).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya telah melakukan pembangunan infrastruktur berupa jalan usaha tani (JUT) yang diperuntukan kepada Kelompok Tani (Kelota) Pertiwi Wisesa di Kabupaten Tabanan, Bali.

Adapun pembangunan jalan usaha tani bertujuan untuk mempermudah akses para petani dalam memperluas jalur distribusi hasil pertanian. Ini sekaligus untuk meningkatkan pendapatan para petani.

" Ini(pembangunan JUT) menjadi salah satu program strategis yang dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP)," kata SYL, seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan salah satu peranan penting dalam pertanian.

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Jadi Tulang Punggung Transformasi Ekonomi Tahun 2022

Sebagai informasi, pembangunan jalan usaha tani Kelota Pertiwi Wisesa dibuat sepanjang 290 meter (m) dengan dimensi ketebalan beton 15 centimeter (cm), dan lebar jalan 2 m.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, prasarana dan sarana di era pertanian modern memang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

Ia menilai, pembangunan infrastruktur berpengaruh positif terhadap peningkatan produktivitas petani.

"Sebab, untuk memenuhi persyaratan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pengangkutan sarana produksi dan hasil panen diperlukan fasilitas jalan, jembatan, serta kelengkapan yang memadai," kata Ali.

Baca juga: Bantu Jaga Produktivitas Petani di Jatim, Kementan Bangun Bengkel Keliling Alsintan

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kemajuan sistem pertanian tak hanya ditandai dengan penggunaan alsintan semata, tetapi juga meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan para petani.

Terlebih, imbuh Ali, dalam konteks sistem pertanian modern diperlukan penambahan maupun penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian yang dapat menunjang penggunaan alsintan.

Tak hanya itu, sebut dia, diperlukan pula penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian untuk mengangkut sarana produksi pertanian (saprodi) dan hasil pertanian, baik dari maupun menuju lokasi.

“Jalan usaha tani akan mempermudah akses alsintan menjangkau areal persawahan. Jalan pertanian ini akan memutus cost atau biaya produksi yang besar dan memberi banyak manfaat untuk petani,” jelas Ali.

 

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Tanam Jagung di Jeneponto, Jokowi Harap Produksi Jagung di Sulsel 1,8 Juta Ton
Tanam Jagung di Jeneponto, Jokowi Harap Produksi Jagung di Sulsel 1,8 Juta Ton
Kementan
Dengan Mekanisasi Pertanian, Jokowi Harap Sulsel Jadi Pemasok Jagung Nasional
Dengan Mekanisasi Pertanian, Jokowi Harap Sulsel Jadi Pemasok Jagung Nasional
Kementan
Realisasi KUR Pertanian Lampung Tembus Rp 4,078 Triliun, Berikut Pengalokasiannya
Realisasi KUR Pertanian Lampung Tembus Rp 4,078 Triliun, Berikut Pengalokasiannya
Kementan
Anggota Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur
Anggota Komisi IV Apresiasi Penanaman Perdana Inpari Nutrizinc Kementan di Cianjur
Kementan
Mentan SYL: Inovasi Teknologi Tingkatkan Peluang Bisnis Pertanian bagi Petani
Mentan SYL: Inovasi Teknologi Tingkatkan Peluang Bisnis Pertanian bagi Petani
Kementan
Kementan Dorong Produktivitas Sektor Pertanian dengan Realisasikan Irigasi Perpipaan
Kementan Dorong Produktivitas Sektor Pertanian dengan Realisasikan Irigasi Perpipaan
Kementan
Antisipasi La Nina, Kementan Laksanakan Gerakan Pengendalian OPT dan Pengendalian DPI
Antisipasi La Nina, Kementan Laksanakan Gerakan Pengendalian OPT dan Pengendalian DPI
Kementan
Mentan Pastikan Food Estate Temanggung-Wonosobo Dapat Anggaran KUR Khusus
Mentan Pastikan Food Estate Temanggung-Wonosobo Dapat Anggaran KUR Khusus
Kementan
Respons Mentan SYL Soal La Nina, Ditjenbun Paparkan Program Atasi La Nina
Respons Mentan SYL Soal La Nina, Ditjenbun Paparkan Program Atasi La Nina
Kementan
Ekspor Produk Olahan Pertanian Capai Rp 518,85 Triliun pada Januari-Oktober 2021
Ekspor Produk Olahan Pertanian Capai Rp 518,85 Triliun pada Januari-Oktober 2021
Kementan
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Pertanian Ikut Asuransi
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Pertanian Ikut Asuransi
Kementan
Kementan Fokuskan Alsintan untuk Peningkatan Produksi Pangan dan Kesejahteraan Petani
Kementan Fokuskan Alsintan untuk Peningkatan Produksi Pangan dan Kesejahteraan Petani
Kementan
Lewat JUT dan RJIT, Kementan Ingin Memaksimalkan Produktivitas Pertanian
Lewat JUT dan RJIT, Kementan Ingin Memaksimalkan Produktivitas Pertanian
Kementan
Kementan Sumbang PDB Besar Selama Pandemi, Kapolri: Ini Kebanggaan Tersendiri
Kementan Sumbang PDB Besar Selama Pandemi, Kapolri: Ini Kebanggaan Tersendiri
Kementan
Kementan Jamin Pengadaan Realisasi Alsintan Berlangsung Terbuka
Kementan Jamin Pengadaan Realisasi Alsintan Berlangsung Terbuka
Kementan