Kunjungi Desa Agrowisata di Pekanbaru, Wamentan Ikut Panen Jagung

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Senin, 21 Juni 2021
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia (RI) Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan sekaligus panen jagung di desa Agrowisata, Kota Pekanbaru, Riau.
 
DOK. Humas Kementan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia (RI) Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan sekaligus panen jagung di desa Agrowisata, Kota Pekanbaru, Riau.

KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia (RI) Harvick Hasnul Qolbi melakukan kunjungan sekaligus panen jagung di Desa Agrowisata, Kota Pekanbaru, Riau.

Kegiatan panen tersebut merupakan bentuk apresiasi pihaknya terhadap upaya serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau maupun Kota Pekanbaru dalam menggenjot sektor pertanian.

"Saya berkunjung ke Pekanbaru hari ini, Senin (21/6/2021), bertepatan dengan milad Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Beliau selalu menitipkan tugas soal ketahanan pangan. Alhamdulillah, sebagai kado ulang tahun, Indonesia ditunjuk sebagai Dewan Pangan Dunia,” ujar Harvick, dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Menurutnya, sektor pangan adalah salah satu tumpuan, terutama di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, semua pihak terkait perlu terus membangun sinergi agar ketahanan pangan terpenuhi.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah Jamin Ketahanan Pangan Nasional

Adapun pihak terkait yang dimaksud, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi (pemprov) hingga daerah.

Dengan terpenuhinya ketahanan pangan, maka pemulihan ekonomi nasional (PEN) pun dapat berjalan.

“Jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, ruangan saya di Jakarta terbuka lebar untuk bapak dan ibu semua,” tambah Harvick yang juga menjabat sebagai Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Untuk diketahui, kegiatan panen jagung tersebut diinisiasi oleh Koperasi Jagung Hibrida Riau Tani serta diikuti sejumlah kelompok tani (poktan).

Baca juga: Jabar Butuh 25.000 Ton Jagung Per Bulan, Ridwan Kamil Lirik Lahan di Banyuasin Sumsel

Koperasi tersebut memproduksi jagung jenis hibrida guna meningkatkan pendapatan.

Pasalnya, komoditas jagung adalah komoditi multipurpose atau serba guna yang mempunyai banyak produk turunan apabila diolah.

Diperkirakan sekitar 2-3 persen produksi jagung dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga.

Sementara itu, selebihnya digunakan untuk industri, seperti pakan ternak, tepung jagung, maizena, minyak jagung, gula jagung dan etanol (bahan biofuel).

Baca juga: Sagu Jadi Pakan Ternak, Beri Dampak pada Ketahanan Pangan Manusia

Oleh karena itu, permintaan dunia akan jagung sangat besar persentasenya. Sebab, jagung banyak digunakan masyarakat sebagai pakan ternak, pangan manusia dan bahan bakar minyak (BBM).

Ikhtiar PEN membutuhkan sinergi

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan, dibutuhkan sinergi dengan pondasi bersama antara pemerintah kabupaten (pemkab) atau kota dengan pemerintah pusat dalam ikhtiar pemulihan ekonomi nasional.

"Pertama, kami ingin menguatkan pangan keluarga, sebagaimana strategi Kementerian Pertanian (Kementan). Maka kami ingin punya kawasan rumah lestari. Jadi, semacam pekarangan rumah tangga,” ucapnya.

Selain itu, Firdaus mengaku telah bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) untuk mengelola kampung tangguh.

Baca juga: Genjot Produktivitas 50 Poktan di Luwu Utara, Kementan Kirim Alsintan

“Kami juga menggerakkan kontak tani nelayan andalan (KTNA) untuk menjembatani poktan kami dengan pemerintah", imbuh Firdaus.

Senada dengan Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Wakil Gubernur (Wagub) Riau Edy Natar Nasution mengamini tentang pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam ikhtiar pemulihan ekonomi nasional, khususnya di bidang pangan.

Sebab, kata dia, sektor pertanian sangat penting di masa pandemi Covid-19 guna menyelamatkan masyarakat dari krisis pangan dan ekonomi serta menyejahterakan petani.

 

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Kementan
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Kementan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Kementan
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Kementan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
Kementan
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Kementan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kementan
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Kementan
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kementan
Ekspor Pertanian Naik Rp 451,77 Triliun, Komite II DPD RI Apresiasi Kementan
Ekspor Pertanian Naik Rp 451,77 Triliun, Komite II DPD RI Apresiasi Kementan
Kementan
Berkat Pembangunan Embung dari Kementan, Petani di Sumsel Panen 5,5 Ton per Hektar
Berkat Pembangunan Embung dari Kementan, Petani di Sumsel Panen 5,5 Ton per Hektar
Kementan
Adaptasi Industri 4.0, Kementan Berikan Fasilitas Perbengkelan untuk Petani di Deli Serdang
Adaptasi Industri 4.0, Kementan Berikan Fasilitas Perbengkelan untuk Petani di Deli Serdang
Kementan
Stiker Lockdown Sudah Dilepas, Kementan Pastikan Patuhi Prokes Selama PPKM Darurat
Stiker Lockdown Sudah Dilepas, Kementan Pastikan Patuhi Prokes Selama PPKM Darurat
Kementan