Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Petani di Gowa Panen 3 Kali dalam Setahun

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Rabu, 12 Mei 2021
Irigasi perpompaan jadi andalan kementan untuk mengairi sawah di musim kemarauDOK. Humas Kementerian Pertanian RI Irigasi perpompaan jadi andalan kementan untuk mengairi sawah di musim kemarau

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian ( Kementan) tengah mengembangkan jenis irigasi perpompaan dan perpipaan.

“Tujuan dari kegiatan irigasi perpompaan dan perpipaan agar bisa memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi bagi komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta budidaya ternak,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (11/5/2021).

Dengan begitu, kata Mentan, kehadiran irigasi diharapkan bisa meningkatkan intensitas pertanaman dan luas areal tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Baca juga: Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Adapun irigasi perpompaan yang tengah dikembangkan Kementan sudah dimanfaatkan oleh para petani di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Bahkan, petani di Desa Panciro mampu panen sebanyak tiga kali dalam setahun, usai memanfaatkan irigasi perpompaan untuk mengairi lahan persawahan.

Kepala Desa (Kades) Panciro Anwar Dg Malolo menyatakan, saat ini di desanya terdapat 13 Kelompok Tani (Poktan) dengan jumlah angota sekitar 25 orang.

“Masing-masing Poktan itu mengelola lahan sekitar 25 hektar (ha). Malah ada yang lebih, jadi total lahan areal pertanian tanaman padi sekitar 500 ha. Rata-rata sekali panen mampu menghasilkan gabah sebanyak 500 ton," jelasnya.

Baca juga: Kementan Laporkan Ketersediaan Daging Sapi untuk Lebaran Aman

Kades Panciro mengatakan, saat ini terdapat 100 pompa air yang digunakan para petani untuk mengairi lahan persawahan.

“Beberapa di antaranya berupa bantuan dari pemerintah tetapi ada juga pengadaan secara swadaya para petani,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, luas layanan irigasi perpompaan untuk tanaman pangan minimal 20 ha.

Sementara itu, luas layanan irigasi perpompaan untuk tanaman hortikultura, perkebunan, dan peternakan minimal 10 ha.

“Kunci utama dari jenis irigasi perpompaan adalah terdapatnya sumber air. Walaupun posisi air di bawah permukaan lahan pertanian tidak masalah. Itu karena menggunakan pompa untuk pemanfaatannya,” ungkap Dirjen PSP Kementan.

Baca juga: Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan, Ketua Kelompok Tani di Lampung Tengah: Alhamdulillah

Dengan demikian, kata dia, lahan pertanian yang tidak terjangkau dengan irigasi waduk dan bendungan, masih bisa mendapatkan air irigasi.

Sarwo Edhy menyebutkan, kegiatan irigasi perpompaan dan perpipaan dari Kementan diprioritaskan untuk kawasan pertanian yang sering mengalami kendala atau kekurangan air terutama pada musim kemarau.

“Output dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan irigasi perpompaan dan perpipaan sehingga tersedia sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh petani,” katanya.

Dirjen PSP Kementan berharap, program irigasi tersebut dapat menambah luas areal tanam baru dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga: Ini Upaya Alternatif Kementan untuk Benahi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Berkat Embung, Produksi Petani di Rengasdengklok  Meningkat
Berkat Embung, Produksi Petani di Rengasdengklok Meningkat
Kementan
Kunjungi Desa Agrowisata di Pekanbaru, Wamentan Ikut Panen Jagung
Kunjungi Desa Agrowisata di Pekanbaru, Wamentan Ikut Panen Jagung
Kementan
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Mentan SYL: Ini Kepercayaan Luar Biasa
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Mentan SYL: Ini Kepercayaan Luar Biasa
Kementan
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju
Kementan
Porang Jadi Komoditas Super Prioritas, Kementan Dorong Petani Mengembangkannya
Porang Jadi Komoditas Super Prioritas, Kementan Dorong Petani Mengembangkannya
Kementan
Dirjen PSP Kementan Ungkap 3 Strategi untuk Percepat Serapan Anggaran
Dirjen PSP Kementan Ungkap 3 Strategi untuk Percepat Serapan Anggaran
Kementan
Kementan Beri Dukungan Program Pertanian untuk UGM, Rektor Panut Ucapkan Terima Kasih
Kementan Beri Dukungan Program Pertanian untuk UGM, Rektor Panut Ucapkan Terima Kasih
Kementan
Tambah Pendapatan Petani, RJIT Diklaim sebagai Kegiatan Padat Karya
Tambah Pendapatan Petani, RJIT Diklaim sebagai Kegiatan Padat Karya
Kementan
Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat
Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat
Kementan
Petani di Karawang Dapat Bantuan Alsintan, Bupati Cellica: Semoga Bermanfaat untuk Poktan
Petani di Karawang Dapat Bantuan Alsintan, Bupati Cellica: Semoga Bermanfaat untuk Poktan
Kementan
Wamentan Harvick Optimistis Teknologi Mampu Genjot Produksi Pertanian
Wamentan Harvick Optimistis Teknologi Mampu Genjot Produksi Pertanian
Kementan
Program KUR Bantu Petani di Tapanuli Selatan Dapatkan Modal untuk Jalankan Usaha
Program KUR Bantu Petani di Tapanuli Selatan Dapatkan Modal untuk Jalankan Usaha
Kementan
Antisipasi Kekeringan pada Musim Kemarau, Mentan SYL Percepat Pembangunan Embung
Antisipasi Kekeringan pada Musim Kemarau, Mentan SYL Percepat Pembangunan Embung
Kementan
Ikut Program AUTP, Petani Jombang Ungkap Keuntungan yang Dirasakan
Ikut Program AUTP, Petani Jombang Ungkap Keuntungan yang Dirasakan
Kementan
Usai Ekspor Pertanian Naik, Pemerintah Upayakan Tingkatkan Ekspor Rempah
Usai Ekspor Pertanian Naik, Pemerintah Upayakan Tingkatkan Ekspor Rempah
Kementan