Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Rabu, 14 April 2021
Program Pertanian Keluarga yang dibangun BKP Kementan di Gunung Kidul, Yogyakarta.DOK. Humas Kementan Program Pertanian Keluarga yang dibangun BKP Kementan di Gunung Kidul, Yogyakarta.

KOMPAS.com – Badan Ketahanan Pangan ( BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk Pertanian Keluarga ( PK) karena dinilai punya sisi strategis dalam membangun ketahanan pangan masyarakat.

"Ketahanan pangan ini dibangun dari unit terkecil di masyarakat, yaitu keluarga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (14/4/2021).

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya mendirikan pertanian keluarga tidak hanya untuk meningkatkan penyediaan pangan dan kesejahteraan petani, namun juga mengentaskan daerah rentan rawan pangan

Lebih lanjut dikatakan Agung, melalui pertanian keluarga, ia berharap kebutuhan pangan masyarakat terjamin. Mulai dari desa sampai ke tingkat kabupaten dan kotamadya, hingga akhirnya secara nasional.

Baca juga: Hasil Pertanian RI Senilai Rp 220,4 Miliar Diekspor ke 41 Negara

"Jadi, membangun ketahanan pangan itu juga harus memperhatikan unit terkecil sebagai pondasinya, yaitu keluarga. Maka dari itu, pertanian keluarga ini akan terus kami kembangkan," ucapnya.

Adapun program pertanian keluarga sejalan dengan arah kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) guna mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

Perlu diketahui, pertanian keluarga dibangun BKP pada 2020 di 80 lokasi. Pada 2021, pembangunan PK ditambah sebanyak 150, sehingga total pertanian ini mencapai 230 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto berharap, pertanian keluarga dapat dikembangkan oleh pemerintah daerah (pemda).

Baca juga: Mentan: Alih Fungsi dari Lahan Pertanian di 2019 Capai 150.000 Hektar

"Model PK ini sangat strategis untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Sebab, kelompok diberi keleluasaan mengelola dana bantuan pemerintah untuk produksi pangan sesuai petunjuk teknis (juknis)," ujarnya.

Oleh karenanya, Andriko berharap, pemda dapat mereplikasikan PK melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pasalnya, kata dia, dalam pertanian keluarga, BKP mengintervensi kegiatan melalui bantuan permodalan, pemberdayaan masyarakat, dan penyuluhan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Respon dari pihak penerima PK

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sugeng Purwanto mengucapkan terima kasih dengan adanya program pertanian keluarga dari BKP Kementan.

"Pertanian Keluarga ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha. Untuk ke depan, kami akan mereplikasikan di desa lainnya melalui APBD maupun dana keistimewaan," katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (13/4/2021).

Sugeng menjelaskan, salah satu PK yang berkembang dengan baik adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mertani di Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Gapoktan tersebut, kata dia, telah membudidayakan jagung, kacang tanah, kacang hijau, melon, semangka, bawang merah, kambing, itik petelur, dan entok.

Baca juga: Ibarat Seperti Jatuh Tertimpa Tangga, Harga Hasil Tani Sudah Murah, Pupuk Masih Saja Sulit

Selain Sugeng, Ketua Gapoktan Mertani Sutikno turut mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah dalam memajukan usaha tani di daerahnya.

"Alhamdulilah, semua usaha yang kami kelola meningkat. Misalnya, itik petelur, dengan penambahan populasi maka produksi telur di kelompok pun semakin bertambah," ujarnya.

Menurut Kadis Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto, berbagai peningkatan usaha tersebut berhasil dicapai karena pembinaan yang dilakukan dinas kabupaten.

“Selain pembinaan, kami juga memberikan pendampingan dan penyuluhan dengan memperkenalkan teknologi pertanian yang aplikatif,” imbuhnya.

Baca juga: Menggantungkan Harapan pada Teknologi Pertanian...

Program pertanian keluarga, kata Bambang, sudah memberikan hasil dan manfaat terhadap petani. Oleh karena itu, ia bersama pihaknya akan terus melakukan pembinaan agar bisa berkelanjutan.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Lewat RJIT, Dirjen PSP Berupaya Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Partisipasi Poktan
Lewat RJIT, Dirjen PSP Berupaya Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Partisipasi Poktan
Kementan
Kementan Dukung Urban Farming Kota Solo, Gibran Ucapkan Terima Kasih
Kementan Dukung Urban Farming Kota Solo, Gibran Ucapkan Terima Kasih
Kementan
Wujudkan Indonesia Berdaulat Pangan, Pakar Ekonomi Minta Pemerintah Bangun Strategi Besar
Wujudkan Indonesia Berdaulat Pangan, Pakar Ekonomi Minta Pemerintah Bangun Strategi Besar
Kementan
Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini
Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini
Kementan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Kementan
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Kementan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Kementan
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Kementan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
Kementan
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Kementan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kementan
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Kementan
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan Sarankan Petani di Aceh Barat Daya Gunakan AUTP untuk Atasi Gagal Panen
Kementan
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kembangkan Pertanian Tanah Air, Kementan Dorong Fasilitasi KUR Rp 70 Triliun
Kementan