Jaga Harga Jual Gabah, Kementan Bentuk Tim Khusus

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Jumat, 19 Maret 2021
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020).DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan)Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya berkomitmen aktif menjaga harga jual gabah petani dengan membentuk tim khusus, yaitu tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani.

Pembentukan tim ini dituangkan dalam surat Mentan Pertanian Nomor 28/TP.100/M/03/2021.

“Kami bantu petani semaksimalnya. Saya meminta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membentuk Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani guna menstabilkan harga gabah di tingkat petani,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (19/3/2021).

Syahrul mengatakan, langkah serap gabah ini akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga penurunan harga akibat panen raya bisa diantisipasi dan dapat memenuhi cadangan beras pemerintah.

Baca juga: Dirjen Kementan Harap Komoditas Pertanian di Kalteng Punya Nilai Ekonomi

Berdasarkan laporan di lapangan, tim sudah mulai bekerja, seperti di Sragen, Jawa Tengah, dengan menyerap gabah petani sebanyak 17.580 ton dan di Banten sebanyak 53.000 ton, serta di sentra-sentra produksi padi lain.

“Semoga dengan langkah ini harga gabah tidak anjlok lagi, dan petani bisa sejahtera. Itulah harapan kita semua,” harapnya.

Adapun, Tim Terpadu tersebut terdiri dari Kementan, Perum Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kodim, Polres, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), serta Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling).

Tim ini akan membeli gabah di tingkat petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Baca juga: Kementan Bilang Stok Beras Petani Lokal Melimpah Ruah, Kok Impor?

Tak hanya itu, Syahrul juga meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyerap gabah petani secara maksimal, di tengah masa panen raya periode Maret – April 2021.

“Saya mendapatkan arahan dari Menteri Koordinator Perekonomian untuk bekerja sama dengan Perum Bulog. Hari ini, saya sudah bersurat pada Kepala Bulog untuk memaksimalkan penyerapan gabah di lokasi panen untuk menjaga harga” jelasnya.

Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, Perum Bulog mendapatkan penugasan khusus untuk pengadaan gabah atau beras untuk stok cadangan beras pemerintah.

Pengadaan gabah atau beras tersebut mengacu pada ketentuan HPP yang diberlakukan untuk menjaga harga gabah atau beras di tingkat petani tidak anjlok.

Baca juga: Produksi Beras Naik Tipis, Kementan: Hasil yang Menggembirakan

Lebih lanjut, Syahrul juga mengatakan, Kementan akan fokus mengawal produksi dan peningkatan kesejahteraan petani serta tidak masuk pada isu impor.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Berkat Embung, Produksi Petani di Rengasdengklok  Meningkat
Berkat Embung, Produksi Petani di Rengasdengklok Meningkat
Kementan
Kunjungi Desa Agrowisata di Pekanbaru, Wamentan Ikut Panen Jagung
Kunjungi Desa Agrowisata di Pekanbaru, Wamentan Ikut Panen Jagung
Kementan
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Mentan SYL: Ini Kepercayaan Luar Biasa
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Mentan SYL: Ini Kepercayaan Luar Biasa
Kementan
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju
Kementan
Porang Jadi Komoditas Super Prioritas, Kementan Dorong Petani Mengembangkannya
Porang Jadi Komoditas Super Prioritas, Kementan Dorong Petani Mengembangkannya
Kementan
Dirjen PSP Kementan Ungkap 3 Strategi untuk Percepat Serapan Anggaran
Dirjen PSP Kementan Ungkap 3 Strategi untuk Percepat Serapan Anggaran
Kementan
Kementan Beri Dukungan Program Pertanian untuk UGM, Rektor Panut Ucapkan Terima Kasih
Kementan Beri Dukungan Program Pertanian untuk UGM, Rektor Panut Ucapkan Terima Kasih
Kementan
Tambah Pendapatan Petani, RJIT Diklaim sebagai Kegiatan Padat Karya
Tambah Pendapatan Petani, RJIT Diklaim sebagai Kegiatan Padat Karya
Kementan
Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat
Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat
Kementan
Petani di Karawang Dapat Bantuan Alsintan, Bupati Cellica: Semoga Bermanfaat untuk Poktan
Petani di Karawang Dapat Bantuan Alsintan, Bupati Cellica: Semoga Bermanfaat untuk Poktan
Kementan
Wamentan Harvick Optimistis Teknologi Mampu Genjot Produksi Pertanian
Wamentan Harvick Optimistis Teknologi Mampu Genjot Produksi Pertanian
Kementan
Program KUR Bantu Petani di Tapanuli Selatan Dapatkan Modal untuk Jalankan Usaha
Program KUR Bantu Petani di Tapanuli Selatan Dapatkan Modal untuk Jalankan Usaha
Kementan
Antisipasi Kekeringan pada Musim Kemarau, Mentan SYL Percepat Pembangunan Embung
Antisipasi Kekeringan pada Musim Kemarau, Mentan SYL Percepat Pembangunan Embung
Kementan
Ikut Program AUTP, Petani Jombang Ungkap Keuntungan yang Dirasakan
Ikut Program AUTP, Petani Jombang Ungkap Keuntungan yang Dirasakan
Kementan
Usai Ekspor Pertanian Naik, Pemerintah Upayakan Tingkatkan Ekspor Rempah
Usai Ekspor Pertanian Naik, Pemerintah Upayakan Tingkatkan Ekspor Rempah
Kementan