Lewat Pengawasan Ketat, Kementan Lindungi Penerima Pupuk Bersubsidi

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Sabtu, 13 Februari 2021
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (PSP Kementan) Sarwo Edhy saat melakukan kunjungan kerja bersama Komisi 4 DPR RI, Jumat 28 Februari 2020.DOK. Humas Kementerian Pertanian Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (PSP Kementan) Sarwo Edhy saat melakukan kunjungan kerja bersama Komisi 4 DPR RI, Jumat 28 Februari 2020.

KOMPAS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan ketat untuk melindungi petani penerima pupuk bersubsidi.

Utamanya, kata dia, bagi penerima pupuk yang tercantum dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

"Kementan bersama Pupuk Indonesia telah melakukan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk ke distributor dan kios,” katanya dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Sabtu (13/2/2021).

Selain Pupuk Indonesia, lanjut dia, Kementan juga menggandeng dinas pertanian daerah serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP).

Baca juga: Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi, Kementan Tetapkan Kebijakan Minim Risiko

Sarwo Edhy menegaskan, distributor wajib mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Aturan tersebut di antaranya adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013.

“Peraturan ini berisi tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian secara nasional mulai dari lini I sampai dengan lini IV,” jelasnya, Jumat (12/2/2021).

Kemudian, sambung Sarwo, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian Tahun Anggaran (TA) 2021.

Ia menuturkan, apabila distributor melanggar, maka akan dikenakan sanksi dan dapat berujung pencabutan izin.

Baca juga: Pupuk Bersubsidi Langka? Ini Penjelasan Kementan

“Tak hanya distributor, saya mengimbau kepada petani untuk selalu membeli pupuk bersubsidi di kios resmi dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucap Sarwo.

Untuk mencegah penyimpangan, pihaknya telah melakukan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menetapkan ciri pupuk bersubsidi dengan warna khusus, bag code, dan penyaluran tertutup berdasarkan e-RDKK.

Lebih lanjut, Sarwo mengatakan, pupuk subsidi jenis urea diberi ciri dengan warna merah muda atau pink, sedangkan pupuk subsidi jenis Amonium Sulfate (ZA) diberi warna orange.

“Hal ini bertujuan membedakan antara pupuk bersubsidi dan nonsubsidi, sehingga dapat meminimalisasikan peluang penyelewengan,” ujarnya.

Baca juga: Lewat RJIT, Kementan Dukung Pemenuhan Kebutuhan Air Persawahan di Kabupaten Tasikmalaya

Selain warna, Sarwo menjelaskan, pupuk bersubsidi juga memiliki ciri pada kemasan karungnya.

Misalnya, ada tampilan logo Pupuk Indonesia di bagian depan karung dan bertuliskan Pupuk Bersubsidi Pemerintah.

“Pada kemasan, tercantum juga nomor call center, logo Standar Nasional Indonesia ( SNI), nomor izin edar pada bagian depan karung, dan memiliki bag code dari produsennya.

Baca juga: Mentan: Kementan Fokus pada Intervensi Peningkatan Produktivitas Pertanian pada 2021

Kebijakan minim risiko dan banyak manfaat

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya berupaya maksimal menetapkan kebijakan yang paling minim risiko paling banyak manfaat.

"Dalam hal penyaluran pupuk dilakukan secara tertutup melalui Permendag 15 Tahun 2013 agar penyaluran lebih ke sasaran dan tepat waktu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut SYL, Kementan juga menyesuaikan musim tanam dan berupaya untuk melakukan penyaluran pupuk agar tepat waktu.

Ia menyatakan, pupuk subsidi adalah bentuk keseriusan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan. Dengan kebijakan ini, Kementan ingin meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga: Tak Ingin Bergantung pada Impor, Kementan Tetapkan 4 Aspek Prioritas

“Untuk itu, kami selalu memantau dan mengawal kebijakan pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran, tentu saja dibantu oleh aparat hukum," kata SYL.

Kementan pun menyatakan dukungan penuh kepada pihak aparat untuk mengusut tuntas masalah penyelewengan pupuk bersubsidi.

Menurut SYL, masalah tersebut harus diselesaikan hingga pelaku dapat diketahui dan mendapatkan tindakan hukum.

“Seperti kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di Blora, Jawa Tengah. Kami berikan apresiasi aparat hukum yang berhasil membongkar kasus tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan Produksi Komoditas Pertanian, Kementan Terus Dorong Distribusi Pupuk Bersubsidi

Pasalnya, kata SYL, hal tersebut sejalan dengan upaya penyaluran pupuk kepada petani sesuai ketentuan pemerintah berdasarkan prinsip tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu (6T).

PenulisDwi Nur Hayati
EditorSri Noviyanti
Terkini Lainnya
Kabupaten Bandung Andalkan RJIT untuk Tingkatkan Produksi Padi
Kabupaten Bandung Andalkan RJIT untuk Tingkatkan Produksi Padi
Kementan
Lewat Pengawasan Ketat, Kementan Lindungi Penerima Pupuk Bersubsidi
Lewat Pengawasan Ketat, Kementan Lindungi Penerima Pupuk Bersubsidi
Kementan
Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi, Kementan Tetapkan Kebijakan Minim Risiko
Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi, Kementan Tetapkan Kebijakan Minim Risiko
Kementan
Kementan Apresiasi Pemkab Mesuji yang Upayakan Lahan Pertanian Berkelanjutan
Kementan Apresiasi Pemkab Mesuji yang Upayakan Lahan Pertanian Berkelanjutan
Kementan
Lewat RJIT, Kementan Dukung Pemenuhan Kebutuhan Air Persawahan di Kabupaten Tasikmalaya
Lewat RJIT, Kementan Dukung Pemenuhan Kebutuhan Air Persawahan di Kabupaten Tasikmalaya
Kementan
Mentan: Kementan Fokus pada Intervensi Peningkatan Produktivitas Pertanian pada 2021
Mentan: Kementan Fokus pada Intervensi Peningkatan Produktivitas Pertanian pada 2021
Kementan
Puluhan Hektare Sawah Terendam Banjir, Mentan Imbau Petani Ponorogo Asuransikan Lahan
Puluhan Hektare Sawah Terendam Banjir, Mentan Imbau Petani Ponorogo Asuransikan Lahan
Kementan
Tak Ingin Bergantung pada Impor, Kementan Tetapkan 4 Aspek Prioritas
Tak Ingin Bergantung pada Impor, Kementan Tetapkan 4 Aspek Prioritas
Kementan
Kadis Dinas Hortikultura dan Peternakan Kalteng Bantah Kabar Food Estate Gagal Panen
Kadis Dinas Hortikultura dan Peternakan Kalteng Bantah Kabar Food Estate Gagal Panen
Kementan
Tingkatkan Produksi Komoditas Pertanian, Kementan Terus Dorong Distribusi Pupuk Bersubsidi
Tingkatkan Produksi Komoditas Pertanian, Kementan Terus Dorong Distribusi Pupuk Bersubsidi
Kementan
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kementan Galakkan Program Percepatan Tanam
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kementan Galakkan Program Percepatan Tanam
Kementan
Agar Tepat Sasaran, Kementan Distribusikan Pupuk Subsidi dengan Prinsip 6T
Agar Tepat Sasaran, Kementan Distribusikan Pupuk Subsidi dengan Prinsip 6T
Kementan
250 Hektar Sawah di Kawasan Food Estate Pulang Pisau Siap Panen Raya
250 Hektar Sawah di Kawasan Food Estate Pulang Pisau Siap Panen Raya
Kementan
Antisipasi Cuaca Buruk, Mentan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi
Antisipasi Cuaca Buruk, Mentan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi
Kementan
Kementan Pastikan Stok dan Distribusi Pupuk Bersubsidi Aman
Kementan Pastikan Stok dan Distribusi Pupuk Bersubsidi Aman
Kementan