Lewat RJIT, Kementan Dukung Pemenuhan Kebutuhan Air Persawahan di Kabupaten Tasikmalaya

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Rabu, 10 Februari 2021
Salah satu kegiatan RJIT dengan memperbaiki saluran irigasi yang dilakukan Kementan.DOK. Humas Kementan Salah satu kegiatan RJIT dengan memperbaiki saluran irigasi yang dilakukan Kementan.

KOMPAS.com –Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) perlu dilakukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan air di lahan persawahan.

“Air adalah faktor yang sangat menentukan dalam pertanian. Dengan air yang terpenuhi, tanaman bisa maksimal,” katanya, Selasa (9/2/2021).

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) terus melaksanakan kegiatan RJIT.

Terbaru, kegiatan tersebut dilakukan di Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Dukungan ini diharapkan mendukung peningkatan produktivitas.

Baca juga: Mentan: Kementan Fokus pada Intervensi Peningkatan Produktivitas Pertanian pada 2021

“Melalui kegiatan RJIT, kami memastikan air digunakan secara maksimal. Kami pastikan air di saluran irigasi bisa memenuhi kebutuhan di lahan persawahan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, kegiatan RJIT adalah bagian dari water management.

“Kegiatan RJIT dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki atau membenahi saluran irigasi tapi juga memaksimalkan fungsi saluran irigasi. Ini penting agar luas areal tanam bertambah, begitu juga indeks pertanaman (IP) dan produktivitas,” katanya.

Sarwo juga menyebut, kegiatan RJIT di Desa Sukamulih dilakukan karena kondisi saluran irigasi awalnya berupa saluran tanah.

Baca juga: Komisi IV Minta Realokasi Anggaran Kementan Fokus buat Peningkatan Produksi

Kondisi tersebut membuat distribusi air ke lahan sawah kurang lancar dan sering kehilangan air akibat tanah yang porus.

“Kami perbaiki kondisi itu dengan RJIT. Dan agar fungsinya lebih maksimal, saluran irigasi ini kami buat permanen menggunakan konstruksi pasangan batu dengan dua sisi saluran,” tuturnya.

Hasilnya, luas layanan irigasi yang sebelum direhabilitas seluas 61 hektar ( ha) menjadi 65 ha.

"Sedangkan produktivitas sebelumnya hanya 6 ton per ha, setelah saluran di rehabilitasi mengalami kenaikan menjadi 6,5 ton per ha," ujar Sarwo.

Baca juga: Tak Ingin Bergantung pada Impor, Kementan Tetapkan 4 Aspek Prioritas

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sukariksa III Anwar Sanusi mengatakan, sejak ada rehabilitasi, IP yang semula 200 meningkat menjadi 300 atau tiga kali tanam dalam satu tahun.

"Dampak lain dari rehabilitasi saluran ini adalah dapat dilakukannya percepatan pertanaman pada saat musum tanam kedua," tuturnya.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Dirjen PSP Ungkap 3 Dampak Besar Pupuk Bersubsidi bagi Petani
Dirjen PSP Ungkap 3 Dampak Besar Pupuk Bersubsidi bagi Petani
Kementan
Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga
Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga
Kementan
 Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat
Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat
Kementan
Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok
Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok
Kementan
Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran
Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran
Kementan
Alokasi Pupuk Bersubsidi Meningkat, Petani di Temanggung Diharapkan Bisa Tingkatkan Produktivitas
Alokasi Pupuk Bersubsidi Meningkat, Petani di Temanggung Diharapkan Bisa Tingkatkan Produktivitas
Kementan
Pengamat Pertanian IPB Puji Manfaat Realisasi Pupuk Bersubsidi di Jabar
Pengamat Pertanian IPB Puji Manfaat Realisasi Pupuk Bersubsidi di Jabar
Kementan
Berikan Bibit Pisang ke Petani di NTT, Mentan Minta Hasilnya Diolah Jadi
Berikan Bibit Pisang ke Petani di NTT, Mentan Minta Hasilnya Diolah Jadi "Home" Industri
Kementan
Kesuburan Tanah Menurun, Kementan Turunkan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Kesuburan Tanah Menurun, Kementan Turunkan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Kementan
Pastikan Stok Pupuk di Pantura Aman, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi
Pastikan Stok Pupuk di Pantura Aman, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi
Kementan
Dukung Daerah Sentra Tanam Pangan, Kementan Siapkan Bantuan Alsintan Pra-Panen
Dukung Daerah Sentra Tanam Pangan, Kementan Siapkan Bantuan Alsintan Pra-Panen
Kementan
Soal Pengembangan Food Estate, Luhut Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi
Soal Pengembangan Food Estate, Luhut Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi
Kementan
Genjot Penyerapan Gabah Petani, Kementan Kerja Sama dengan PT Pertani
Genjot Penyerapan Gabah Petani, Kementan Kerja Sama dengan PT Pertani
Kementan
Per Maret 2021, Realisasi Pupuk Subsidi Capai 1,9 Juta Ton
Per Maret 2021, Realisasi Pupuk Subsidi Capai 1,9 Juta Ton
Kementan
Masuk Musim Tanam Kedua, Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi
Masuk Musim Tanam Kedua, Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi
Kementan