Rawan Gagal Panen, Kementan Imbau Petani Gunakan Asuransi

Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Kompas.com - Minggu, 8 November 2020
Ilustrasi sawah, ilustrasi PertanianSHUTTERSTOCK.com/JET ROCKKKK Ilustrasi sawah, ilustrasi Pertanian

KOMPAS.com- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengimbau petani untuk memakai jasa layanan asuransi. Ia mengatakan, asuransi adalah langkah terbaik untuk menjaga lahan pertanian ketika rawan gagal panen seperti saat ini.

“Di sejumlah daerah di Tanah Air, peningkatan curah hujan akibat La Nina mulai dirasakan, termasuk di Lombok Barat," kata SYL, Minggu (8/11/2020).

Menurut SYL, jika tidak diantisipasi, petani bisa menderita kerugian dan biaya operasional akan semakin tinggi.

"Untuk itu, kami sarankan petani mengikuti asuransi," imbau SYL.

Baca juga: Bekerja Sama dengan Jasindo, Kementan Segera Bayar Klaim Asuransi Petani

Hal senada juga diungkapkan Direktur Jendral (Dirjen) Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy.

Edhy mengatakan, pertanian cukup rentan terhadap sejumlah kondisi, bahkan bisa membuat gagal panen.

“Kondisi tersebut antara lain bencana alam, perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan atau banjir, juga serangan hama penyakit, dan lainya.

Oleh karenanya, menurut Sarwo Edhy, diperlukan asuransi agar para petani tidak terganggu dengan kondisi itu.

Baca juga: Kementan Apresiasi Distanbun Jateng Tanggung Asuransi Petani Miskin

“Sebab, jika terjadi gagal panen, petani masih bisa mendapatkan klaim dari asuransi," kata Edhy seperti dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, Edhy mengatakan, dengan asuransi, petani juga akan memiliki modal untuk kembali tanam.

"Dengan cara ini, produksi pertanian akan terus terjaga,” kata Sarwo Edhy.

Pada kesempatan itu, Edhy juga menuturkan, asuransi yang bisa diikuti petani adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Baca juga: Cegah Kerugian dari Gagal Panen, Dedi Mulyadi Siapkan Asuransi Petani

Menurut Edhy, premi yang harus dibayarkan dalam asuransi tersebut juga relatif terjangkau yakni sebesar Rp 180.000 per hektare (ha) per meter.

“Sedangkan nilai pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektare per meter," imbuh Sarwo Edhy.

Lebih lanjut, Edhy menuturkan, asuransi tersebut memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan.

" Petani dijamin tidak akan merugi jika menghadapi kendala seperti di atas. Karena lahan sudah ter-cover asuransi,” katanya.

Baca juga: Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Ciamis, Kementan Lakukan RJIT

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gerung di Lombok Barat, Hamka, membenarkan lahan pertanian yang terendam.

“Lahan di sini terendam banjir karena curah hujan yang tinggi. Dan ini belum saatnya panen, jadi kami sebagai petani merasa rugi,” keluhnya.

PenulisMaria Arimbi Haryas Prabawanti
EditorSri Noviyanti
Terkini Lainnya
Dirjen PSP Ungkap 3 Dampak Besar Pupuk Bersubsidi bagi Petani
Dirjen PSP Ungkap 3 Dampak Besar Pupuk Bersubsidi bagi Petani
Kementan
Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga
Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga
Kementan
 Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat
Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat
Kementan
Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok
Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok
Kementan
Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran
Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran
Kementan
Alokasi Pupuk Bersubsidi Meningkat, Petani di Temanggung Diharapkan Bisa Tingkatkan Produktivitas
Alokasi Pupuk Bersubsidi Meningkat, Petani di Temanggung Diharapkan Bisa Tingkatkan Produktivitas
Kementan
Pengamat Pertanian IPB Puji Manfaat Realisasi Pupuk Bersubsidi di Jabar
Pengamat Pertanian IPB Puji Manfaat Realisasi Pupuk Bersubsidi di Jabar
Kementan
Berikan Bibit Pisang ke Petani di NTT, Mentan Minta Hasilnya Diolah Jadi
Berikan Bibit Pisang ke Petani di NTT, Mentan Minta Hasilnya Diolah Jadi "Home" Industri
Kementan
Kesuburan Tanah Menurun, Kementan Turunkan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Kesuburan Tanah Menurun, Kementan Turunkan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Kementan
Pastikan Stok Pupuk di Pantura Aman, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi
Pastikan Stok Pupuk di Pantura Aman, Kementan Siapkan Sejumlah Strategi
Kementan
Dukung Daerah Sentra Tanam Pangan, Kementan Siapkan Bantuan Alsintan Pra-Panen
Dukung Daerah Sentra Tanam Pangan, Kementan Siapkan Bantuan Alsintan Pra-Panen
Kementan
Soal Pengembangan Food Estate, Luhut Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi
Soal Pengembangan Food Estate, Luhut Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi
Kementan
Genjot Penyerapan Gabah Petani, Kementan Kerja Sama dengan PT Pertani
Genjot Penyerapan Gabah Petani, Kementan Kerja Sama dengan PT Pertani
Kementan
Per Maret 2021, Realisasi Pupuk Subsidi Capai 1,9 Juta Ton
Per Maret 2021, Realisasi Pupuk Subsidi Capai 1,9 Juta Ton
Kementan
Masuk Musim Tanam Kedua, Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi
Masuk Musim Tanam Kedua, Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi
Kementan