Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Jumat, 11 September 2020
Ilustrasi lahan pertanian mengalami kekeringanSHUTTERSTOCK.com/fsyimage Ilustrasi lahan pertanian mengalami kekeringan

KOMPAS.com – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus mengantisipasi kondisi yang bisa mengancam lahan pertaniannya.

Petani tidak boleh menutup diri terhadap informasi yang bisa mengancam atau pun membantu menjaga lahan,” tuturnya, Jumat (11/9/2020).

Sebab, informasi mengenai ancaman kekeringan di Indonesia sudah disampaikan Badan Pangan Dunia (FAO) dan juga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Berarti harus ada langkah antisipatif, seperti mengikuti asuransi,” tegasnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Syahrul mengatakan itu sesuai ajakan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada petani di Tasikmalaya yang sebagian areal pertanian sudah mengalami kekeringan dan terancam panen.

Baca juga: Diversifikasi Pangan, Kementan Fokus 6 Komoditas Lokal Non Beras

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya Rika Rukanah menjelaskan kekeringan yang mulai melanda daerahnya.

Dia memaparkan, dari total luas lahan pertanian 3.461 hektar (ha), 12 kecamatan sudah mulai terdampak kekeringan dengan rata-rata usia tanam 21-91 hari.

Maka dari itu, pemerintah daerah atau dinas sudah menyampaikan kepada petani bahwa ada program asuransi usaha tani padi (AUTP).

Program ini merupakan bentuk kepedulian kepada petani puso atau gagal panen. Program ini dapat menanggulangi resiko gagal panen akibat kekeringan atau terkena banjir serta serangan hama.

Baca juga: Jaga Kebutuhan Petani, Kementan Tingkatkan Alokasi Pupuk Subsidi

"Rata-rata petani tidak mau masuk program tersebut, sehingga baru terasa seperti sekarang ketika kemarau,” terang Rika.

Padahal, lanjutnya, program ini sangat sederhana karena petani cuma membayar premi per ha Rp 36.000 dari yang seharusnya Rp 180.000. Sebab, sudah ada subsidi dari pemerintah menjadi murah.

Rika juga mengatakan, setelah petani masuk program asuransi tersebut, ketika lahan pertaniannya terkena dampak kekeringan, dapat asuransi Rp 6 juta per hektarnya.

AUTP tidak memberatkan petani

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, AUTP tidak akan memberatkan petani.

Baca juga: Percepat Pengembangan Food Estate Kalteng, Kementan Beri Bantuan 379 Miliar

Asuransi tidak memberatkan, justru dengan asuransi lahan pertanian akan dilindungi. Lahan yang gagal panen akan mendapatkan klaim asuransi dan bisa menjadi modal buat petani untuk segera menanam lagi,” katanya.

Sarwo juga menyebut, asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang bisa menutup lahan pertanian dari berbagai ancaman.

“Asuransi menjaga lahan petani dari ancaman kerugian akibat serangan hama, seperti hama wereng, ulat, tikus, dan lainnya. Atau akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan banjir atau kekeringan, termasuk bencana alam,” katanya.

Untuk mengikuti program AUTP, Sarwo menjelaskan, petani bisa bergabung dengan kelompok tani (poktan).

Baca juga: Asuransi Pertanian Penting bagi Petani untuk Hadapi Kemarau, Mengapa?

Dengan bergabung, selain mendapatkan informasi, petani juga bisa dibantu mengisi formulir pendaftaran dengan mencantumkan nomor induk kependudukan (NIK), luas lahan, dan jumlah petak yang diasuransikan.

Setelah itu, data akan direkap koordinator dan disampaikan ke dinas pertanian untuk ditetapkan.

“Berdasarkan form pendaftaran, perusahaan asuransi akan melakukan asesmen pendaftaran, dan mengkonfirmasi pembayaran premi,” jelasnya.

Kemudian, premi swadaya bisa dibayarkan ke rekening asuransi pelaksana. Setelah itu polis aktif dan terbit secara otomatis melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

Baca juga: 159 Poktan di Kabupaten Serang Terima Bantuan Alsintan dari Kementan

Adapun, bantuan premi sebesar 80 persen akan dibayarkan setelah Dinas Pertanian membuat Daftar Peserta Definitif (DPD) AUTP.

Setelah ini, baru petani dinyatakan sah menjadi peserta AUTP pada musim tanam yang didaftarkan.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Mentan SYL Pastikan Stok Komoditas Pangan Utama Hingga Akhir Tahun Aman
Mentan SYL Pastikan Stok Komoditas Pangan Utama Hingga Akhir Tahun Aman
Kementan
Tingkatkan Kemudahan Izin Usaha Pertanian, Kementan Terapkan Pendekatan Berbasis Risiko
Tingkatkan Kemudahan Izin Usaha Pertanian, Kementan Terapkan Pendekatan Berbasis Risiko
Kementan
Lewat RJIT, Dirjen PSP Berupaya Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Partisipasi Poktan
Lewat RJIT, Dirjen PSP Berupaya Tingkatkan Indeks Pertanaman dan Partisipasi Poktan
Kementan
Kementan Dukung Urban Farming Kota Solo, Gibran Ucapkan Terima Kasih
Kementan Dukung Urban Farming Kota Solo, Gibran Ucapkan Terima Kasih
Kementan
Wujudkan Indonesia Berdaulat Pangan, Pakar Ekonomi Minta Pemerintah Bangun Strategi Besar
Wujudkan Indonesia Berdaulat Pangan, Pakar Ekonomi Minta Pemerintah Bangun Strategi Besar
Kementan
Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini
Salurkan KUR Pertanian Rp 1 Miliar ke Petani Serang, Mentan: Mari Kita Dorong Kebijakan Ini
Kementan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Gelar Doa Bersama, Mentan SYL Minta Rakyat Tak Khawatirkan Stok Pangan
Kementan
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Fokus Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat, Kementan Rumuskan 5 Program Pembangunan Pertanian
Kementan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Mentan Minta Jajarannya dan Pemda Kerja Sama Jadikan Pertanian Penopang Pembangunan
Kementan
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Politisi Nasdem Nilai Mentan SYL Bawa Perubahan Besar pada Pertanian RI
Kementan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
BPS Prediksi Panen Beras 33 Juta Ton, Kementan Dinilai Berhasil Jaga Keamanan Pangan
Kementan
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan Siapkan 1,7 Juta Ekor Hewan Kurban, Mentan: Harga Terkendali
Kementan
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Masuki Musim Kemarau, Kementan Imbau Petani di Sukabumi Mengikuti Asuransi
Kementan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kondisi Pandemi, Mentan SYL: 273 Juta Penduduk Butuh Makan
Kementan
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Realisasikan Pertanian 4.0, Kementan Buka Perbengkelan Alsintan di Parigi
Kementan