Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Program Cetak Sawah Harus Dilakukan

Inadha Rahma Nidya
Kompas.com - Rabu, 20 Mei 2020
Kegiatan cetak sawah Kementan melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasana Pertanian terbagi dua. Pertama cetak sawah yang sebenarnya atau dalam arti mengubah lahan tidur menjadi sawah serta optimalisasi lahan.Dok Kementerian Pertanian Kegiatan cetak sawah Kementan melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasana Pertanian terbagi dua. Pertama cetak sawah yang sebenarnya atau dalam arti mengubah lahan tidur menjadi sawah serta optimalisasi lahan.

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menilai, program cetak sawah harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Kementan telah melakukan cetak sawah dengan memanfaatkan sumber daya lahan, air, dan petani yang ada di daerah,” kata Sarwo, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sawah baru memang dicetak pada lahan-lahan yang memiliki sumber air.

“Kami utamakan pada lahan yang memiliki sumber air tetap, baik berupa irigasi, embung, atau sumur bor. Lahan sawah tersebut harus bisa ditanami 1-3 kali dalam setahun,” kata Syahrul.

Baca juga: Mentan: Optimasi Lahan Rawa Jadi Jawaban Ketahanan Pangan Indonesia

Dalam perencanaannya, Syahrul melanjutkan, kegiatan cetak sawah harus menyertakan dokumen lingkungan, seperti Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) bila cetak sawah dilakukan pada lahan seluas 500 hektar (ha).

“Calon lokasi cetak sawah memiliki tipologi yang berbeda baik vegetasi maupun kondisinya. Maka dari itu, perencanaan yang dilakukan harus benar-benar baik agar lahan yang ada dapat dioptimalkan,” kata Syahrul.

Salah satu kegiatan cetak sawah yang diterapkan dengan baik berada di Mangarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pencetakan sawah di Mangarai dilakukan sejak 2016 pada lahan seluas 52 ha. Varietas yang ditanam adalah varietas ciherang dengan produktivitas sekitar 4-5 ton per ha.

Baca juga: BPPT-BPS Rampungkan Data Lahan Baku Sawah

Hingga saat ini, lahan tersebut masih dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya oleh Kelompok Tani (Poktan) Longko Rembung Desa Longko, Kecamatan Wae Ri’i.

Cetak sawah juga dilakukan di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, NTT.

Di Alor, cetak sawah dilakukan sejak 2018 pada lahan seluas 100 ha.

Hingga saat ini, lahan tersebut memiliki produktivitas yang cukup tinggi, dan dimanfaatkan dengan baik oleh petani.

Baca juga: Dibanding 2018, Luas Baku Sawah 2019 Naik Jadi 7,46 Juta Ha

“Setelah cetak sawah, Kementan melalui Ditjen PSP juga membangun jalan usaha tani, embung, dan alsintan,” kata Sarwo.

Sarwo menyatakan, pembelian alsintan memberi keuntungan berupa kemudahan produksi dan peningkatan produktivitas.

Sarwo pun berpesan agar lahan sawah tidak dialihfungsikan untuk kegiatan lain.

“Tidak dipungkiri pembangunan di segala bidang cukup mempengaruhi sektor pertanian, terutama pada alih fungsi lahan. Hal ini sangat mengancam kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional,” kata Sarwo.

PenulisInadha Rahma Nidya
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Antisipasi Kekeringan, Mentan Minta Petani Terapkan 2 Cara Ini
Antisipasi Kekeringan, Mentan Minta Petani Terapkan 2 Cara Ini
Kementan
Kementan Perketat Distribusi Pupuk dengan Menerapkan Sistem eRDKK
Kementan Perketat Distribusi Pupuk dengan Menerapkan Sistem eRDKK
Kementan
Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Kota Batu, Petani Sambut dengan Penuh Antusias
Kementan Realisasikan Pembangunan Embung di Kota Batu, Petani Sambut dengan Penuh Antusias
Kementan
Maksimalkan Program Food Estate dengan Alsintan, Kementan Akan Libatkan Milenial
Maksimalkan Program Food Estate dengan Alsintan, Kementan Akan Libatkan Milenial
Kementan
Petani di Sinjai Gagal Panen, Mentan Sarankan Mereka Ikut Asuransi
Petani di Sinjai Gagal Panen, Mentan Sarankan Mereka Ikut Asuransi
Kementan
Terancam Gagal Panen, Petani di Kabupaten Bekasi Diminta Mentan Ikut Asuransi Pertanian
Terancam Gagal Panen, Petani di Kabupaten Bekasi Diminta Mentan Ikut Asuransi Pertanian
Kementan
Jadi Program Prioritas, SYL Tinjau
Jadi Program Prioritas, SYL Tinjau "Food Estate Hortikultura" Humbahas
Kementan
Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian
Antisipasi Kekeringan, Kementan Ajak Petani di Tasikmalaya Manfaatkan Asuransi Pertanian
Kementan
Cuaca Kurang Bersahabat, Mentan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi
Cuaca Kurang Bersahabat, Mentan Minta Petani Manfaatkan Program Asuransi
Kementan
Mulai 1 September Distribusi Bantuan ke Petani Lewat Kartu Tani
Mulai 1 September Distribusi Bantuan ke Petani Lewat Kartu Tani
Kementan
Pola Distribusi By Name By Address Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
Pola Distribusi By Name By Address Pupuk Bersubsidi Lebih Tepat Sasaran
Kementan
 Lahan di Subulussalam Diserang Hama Ulat, Mentan Imbau Petani Manfaatkan Asuransi
Lahan di Subulussalam Diserang Hama Ulat, Mentan Imbau Petani Manfaatkan Asuransi
Kementan
Jaga Kebutuhan Petani, Kementan Tingkatkan Alokasi Pupuk Subsidi
Jaga Kebutuhan Petani, Kementan Tingkatkan Alokasi Pupuk Subsidi
Kementan
Kementan Dorong Petani Subang Ikut Asuransi untuk Jaga Lahan Pertanian
Kementan Dorong Petani Subang Ikut Asuransi untuk Jaga Lahan Pertanian
Kementan
Berkat RJIT, Petani di Sukabumi Bisa Panen hingga 1,5 Ton
Berkat RJIT, Petani di Sukabumi Bisa Panen hingga 1,5 Ton
Kementan