Anggaran 900 Miliar Lebih, Kementan Minta Daerah Optimalkan Alsintan

Farhanah
Kompas.com - Minggu, 1 Maret 2020
Anggaran 900 Miliar Lebih, Kementan Minta Daerah Optimalkan AlsintanKOMPAS.com/ALEK KURNIAWANAlat mesin pertanian (Alsintan)


KOMPAS.com – Kementerian Pertanian ( Kementan) mengklaim alat mesin pertanian ( Alsintan) telah dimanfaatkan lebih dari 75 persen di 33 provinsi.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian ( Ditjen PSP Kementan) Andi Nur Alamsyah mendorong optimalisasi Alsintan dengan mengalokasikan anggaran Rp 927,304 miliar.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Teknis (Ratek) dan Pengelolaan Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 Wilayah III pada 26-28 Februari di Solo Jawa Tengah, Jumat (27/2/2020).

“Bagaimanapun, dukungan pemerintah pusat pada daerah luar biasa. Daerah juga membutuhkan Alsintan. Jangan lupa, keberhasilan ini dipublikasikan di media. Agar semua tahu kalau pemanfaatan Alsintan sangat luar biasa,” kata Andi dalam pernyataan tertulis, Minggu (1/3/2020).

Baca juga: Kementan Minta Pelaporan Pemanfaatan Alsintan dari Daerah

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan 14.664 unit Alsintan yang terdiri dari 5.046 unit taktor roda dua dan 1.210 unit traktor roda empat TP.

Petani juga mendapatkan kuota 6.356 unit pompa air, 462 unit rice transplanter, 50.000 unit seeding tray ,dan 1.590 unit cultivator.

Sepanjang 2020, total alokasi anggaran dan pengadaan unit Alsintan pusat dan daerah mencapai Rp 1.169 triliun dengan 23.440 unit Alsintan.

Dari total Alsintan tersebut, maka terdapat 8.500 unit traktor roda dua dan 1.210 unit traktor roda empat TP.

Baca juga: Dorong Kemandirian Petani, Kementan Siapkan KUR untuk Alsintan

Selain itu juga ada 10.000 unit pompa air dan 1.100 unit rice transplanter, dan 2.630 unit cultivator. Adapun seeding tray tetap 50.000 unit.

Pemanfaatan Alsintan belum optimal

Pembahasan alokasi anggaran untuk Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dalam Rapat Teknik (Ratek) dan Pengelolaan Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 di Solo Jawa Tengah.Kementan Pembahasan alokasi anggaran untuk Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dalam Rapat Teknik (Ratek) dan Pengelolaan Anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 di Solo Jawa Tengah.

Andi mengeluhkan pemanfaatan Alsintan yang belum optimal di beberapa daerah. 

Dari 33 provinsi sebaran Alsintan, hanya 3 provinsi kooperatif melaporkan detail pemanfaatannya, yakni Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Pada dasarnya Kementan tidak mau hal ini terjadi. Kami juga siap merelokasi Alsintan yang tidak terpakai ke daerah lain. Tapi, lagi-lagi kami ini terbentur dengan masalah komunikasi dari daerah,” jelas Andi.

Baca juga: Ditjen PSP Kementan Siapkan 7,95 Juta Ton Pupuk Bersubsidi untuk 2020

Andi pun menghimbau Alsintan dimanfaatkan lebih baik hingga di atas 90 persen.

“Kami ucapkan terima kasi kepada mereka. Lalu, bagi provinsi yang belum, harus segera melaporkan pemanfaatan Alsintannya. Agar relokasi bisa segera dilakukan,” jelas Andi.

Dalam Ratek juga disampaikan dukungan perbengkelan alat dan mesin pertanian. Selain itum Kementan menyampaikan Bimbingan Teknis Kelembagaan Alsintan untuk menaikkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).

Beberapa program baru tersebut menyasar monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan.

“Intinya, kami ingin membangun hubungan pusat dan daerah yang lebih bagus. Semua instrumennya sudah disiapkan, apalagi sekarang terintegrasi mulai dari perencanaan hingga pemanfaatannya,” ujarnya.

Baca juga: Kementan Pastikan Penanggulangan Banjir di Persawahan Lebih Efektif

Andi berharap, pemerintah provinsi merespon dengan positif karena Alsintan sangat bermanfaat bagi petani.

"Alsintan membuat waktu kerja dan biaya kerja menjadi lebih efisien. Seperti pengolahan lahan, efisiensi waktu kerja mencapai 97,4 persen, sedangkan efisiensi biaya kerja mencapai 40,0 persen," jelasnya.

 

PenulisFarhanah
EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Terancam Kekeringan, Petani Diimbau Percepat Tanam dengan Pompanisasi
Terancam Kekeringan, Petani Diimbau Percepat Tanam dengan Pompanisasi
Kementan
Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0
Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0
Kementan
Kementan akan Produksi Kalung Eucalyptus, Ini Tanggapan Akademisi UGM
Kementan akan Produksi Kalung Eucalyptus, Ini Tanggapan Akademisi UGM
Kementan
Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba
Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba
Kementan
Kekeringan Mulai Melanda, Mentan Ajak Petani Percepat Proses Tanam
Kekeringan Mulai Melanda, Mentan Ajak Petani Percepat Proses Tanam
Kementan
Kementan Optimis Target Tanam Sumsel Seluas 85.000 Hektar Tercapai
Kementan Optimis Target Tanam Sumsel Seluas 85.000 Hektar Tercapai
Kementan
Kementan Tepis Isu Kelangkaan Pupuk di Tanah Air
Kementan Tepis Isu Kelangkaan Pupuk di Tanah Air
Kementan
Mentan: Pupuk Bersubsidi Hanya Disalurkan Melalui Pengecer Resmi
Mentan: Pupuk Bersubsidi Hanya Disalurkan Melalui Pengecer Resmi
Kementan
Cegah Alih Fungsi Lahan, Kementan Siap Koordinasi dengan Pemda
Cegah Alih Fungsi Lahan, Kementan Siap Koordinasi dengan Pemda
Kementan
Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal Panen
Petani di Kendal Bangun Embung untuk Atasi Kekeringan dan Gagal Panen
Kementan
Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Ini Inovasi dan Modernisasi yang Dilakukan Kementan
Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Ini Inovasi dan Modernisasi yang Dilakukan Kementan
Kementan
Gandeng Kementerian PUPR dan Kemhan, Kementan akan Jadikan Kalteng Lumbung Pangan
Gandeng Kementerian PUPR dan Kemhan, Kementan akan Jadikan Kalteng Lumbung Pangan
Kementan
Poktan di Bone Gunakan Transplanter untuk Tingkatkan Produktivitas
Poktan di Bone Gunakan Transplanter untuk Tingkatkan Produktivitas
Kementan
Indonesia Terus Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Pertanian Rakyat
Indonesia Terus Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Pertanian Rakyat
Kementan
Genjot Produksi Pertanian, Kementan Siapkan Sejumlah Program Ketahanan Pangan
Genjot Produksi Pertanian, Kementan Siapkan Sejumlah Program Ketahanan Pangan
Kementan