Tarik Minat Anak Muda, Kementan Adakan Program Petani Masuk Sekolah

Alek Kurniawan
Kompas.com - Kamis, 7 November 2019
Tarik Minat Anak Muda, Kementan Adakan Program Petani Masuk SekolahDok. Humas KementanKementerian Pertanian (Kementan) memberikan puluhan unit alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bantuan ini dalam rangka meningkatkan hasil produktivitas pertanian.

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan mandat agar dunia pertanian mulai diperkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya, agar para siswa mulai mempertimbangkan untuk berkarir di dunia pertanian.

Menurut Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan) Sarwo Edhy, Kementan segera menggencarkan program Petani Masuk Sekolahan (PMS).

Program itu akan memperkenalkan dunia pertanian di lingkungan sekolah, baik dalam mata pelajaran maupun praktik.

Baca juga: Rayakan HPS 2019, Kementan Beri Bantuan Alsintan Senilai Rp 25 Miliar

Selain itu, Kementan juga baru saja memberikan bantuan alat mesin pertanian ( Alsintan) berupa traktor, pompa air, dan cultivator untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

“Batuan Alsintan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk menarik minat anak muda terjun ke pertanian,” jelas Sarwo Edhy.

Petani harus dimanjakan

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, petani merupakan penggerak utama di sektor pertanian sehingga harus dimanjakan.

Namun demikian, pihaknya berharap para petani bisa memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

“Kami berharap, bantuan ini bisa termanfaatkan dengan baik. Kami juga berharap, bantuan bisa turut mendorong supaya generasi muda bisa kembali tertarik di sektor pertanian,” ujar Anne.

Baca juga: Kementerian ATR-Kementan Sepakat Perbaiki Data Lahan Baku Persawahan

Bantuan Alsintan yang diterima Purwakarta kali ini berupa 17 unit cultivator, 15 unit mesim pompa air, dan 5 unit traktor yang telah didistribusikan ke masing-masing kelompok tani.

Anne menjelaskan, sejak 2014 lalu para petani melalui kelompoknya kerap mendapat bantuan alat pertanian. Hingga 2019, tercacat bantuan traktor yang sudah disebar mencapai 281 unit.

Kemudian, untuk pompa air sebanyak 238 unit. Sedangkan, untuk alat cultivator mencapai 31 unit.

"Seluruh bantuan itu sengaja digelontorkan untuk meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup, dan kemandirian para petani dalam memenuhi kecukupan pangan,"ujarnya.

PenulisAlek Kurniawan
EditorAlek Kurniawan
Terkini Lainnya
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang
Kementan
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
Kementan
E-commerce Pertanian Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat saat Pandemi Covid-19
E-commerce Pertanian Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat saat Pandemi Covid-19
Kementan
Jumlah Peserta AUTP Meningkat dari Tahun ke Tahun
Jumlah Peserta AUTP Meningkat dari Tahun ke Tahun
Kementan
Hadapi Covid-19 dan Lebaran, Konstratani Kawal Panen Raya untuk Jaga Ketersediaan Pangan
Hadapi Covid-19 dan Lebaran, Konstratani Kawal Panen Raya untuk Jaga Ketersediaan Pangan
Kementan
Mentan Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Waktu dan Sasaran
Mentan Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Waktu dan Sasaran
Kementan
Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian Lokal
Duta Petani Milenial: Covid-19 Buka Peluang bagi Produk Pertanian Lokal
Kementan
Alokasi Dana KUR Pertanian Naik, Serapan di Jateng Capai Rp 1,87 Triliun
Alokasi Dana KUR Pertanian Naik, Serapan di Jateng Capai Rp 1,87 Triliun
Kementan
UGM Dukung Langkah Kementan Monitoring Pasokan dan Harga Pangan
UGM Dukung Langkah Kementan Monitoring Pasokan dan Harga Pangan
Kementan
Presiden Jokowi: Wabah Covid-19 Tak Boleh Hentikan Aktivitas Pertanian
Presiden Jokowi: Wabah Covid-19 Tak Boleh Hentikan Aktivitas Pertanian
Kementan
Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Kementan Canangkan Program RJIT
Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Kementan Canangkan Program RJIT
Kementan
Gunung Kidul Mulai Panen Kacang dan Jagung, Hasilnya di Atas Rata-rata
Gunung Kidul Mulai Panen Kacang dan Jagung, Hasilnya di Atas Rata-rata
Kementan
Dukung “Work from Home”, Kementan Jamin Kebutuhan Sembako Terpenuhi
Dukung “Work from Home”, Kementan Jamin Kebutuhan Sembako Terpenuhi
Kementan
Mentan: Program Padat Karya Harus Jadi Ujung Tombak Tekan Kemiskinan
Mentan: Program Padat Karya Harus Jadi Ujung Tombak Tekan Kemiskinan
Kementan
Kementan dan Pemda Bantu Petani Bayar Premi Asuransi
Kementan dan Pemda Bantu Petani Bayar Premi Asuransi
Kementan