Strategi Kementan Menjaga Penyaluran Pupuk Bersubsidi...

Alek Kurniawan
Kompas.com - Selasa, 10 September 2019
Strategi Kementan Menjaga Penyaluran Pupuk Bersubsidi...Dok. Humas KementanKementan diminta mendesain pola penyaluran pupuk bersubsidi langsung kepada petani.

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian ( Kementan) menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga agar penyaluran pupuk bersubsidi bisa optimal.

Salah satunya adalah mewajibkan anak usaha produsen pupuk yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup untuk menyediakan stok pupuk bersubsidi dan nonsubsidi hingga lini IV atau Kios Pupuk.

Untuk diketahui, pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

Pemberian pupuk bersubsidi ini harus memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.

Baca juga: Kementan Targetkan 60 Persen Lahan Serasi Ikut Asuransi

Agar bisa memenuhi prinsip 6T itu, Kementan akan terus mengawal dan membenahi sistem pendistribusian pupuk bersubsidi, di antaranya lewat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani Elektronik (e-RDKK) dan penerapan kartu tani serta memperketat pengawasan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan pupuk bersubsidi ini diatur dalam Surat Keputusan Menperindag No. 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

"Dalam Pasal 1 peraturan tersebut dijelaskan, pupuk bersubsidi pengadaan dan penyalurannya mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program pemerintah," ujar Sarwo dalam keterangan tertulis, Selasa (10/9/2019).

Prinsip 6T ini, lanjut Sarwo Edhy, juga untuk mengimplementasikan rekomendasi yang diusulkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK).

 

Baca juga: Ini Cara Kementan Tingkatkan Profesionalitas Pengawas Alsintan...

Pada rekomendasi itu, Kementan diminta mendesain pola penyaluran pupuk bersubsidi langsung kepada petani.

Perintah melalui Kementan dan Kementerian Keuangan ( Kemenkeu) juga diminta menetapkan single HPP sebagai acuan maupun evaluasi pembayaran.

Kemudian, PIHC diminta meningkatkan peran supervisi atas kegiatan pengadaan dan pengawasan penyaluran di tingkat anak perusahaan.

"Selain itu, Kementan juga diminta meningkatkan partisipasi masyarakat guna mengawasi pelaksanaan program subsidi," ungkapnya.

Program e-RDKK dan kartu tani juga merupakan langkah kongkret Kementan dalam memperbaiki sistem penyaluran pupuk subsidi. Dok. Humas Kementan Program e-RDKK dan kartu tani juga merupakan langkah kongkret Kementan dalam memperbaiki sistem penyaluran pupuk subsidi.

Dukungan semua pihak

Kementan pun meminta dukungan semua pihak, terutama aparat untuk mengawal distribusi pupuk bersubsidi sehingga tidak ada penyalahgunaan bantuan ini.

"Kami sudah menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk mengawasi peredaran pupuk bersubsidi. Masyarakat juga kami minta turut mengawasi, silakan laporkan ke pihak berwenang bila menemukan kejanggalan," ungkap Sarwo.

Untuk memastikan penyaluran pupuk berjalan dengan optimal terutama sepanjang momentum musim tanam hingga Maret, Kementan bersama Pupuk Indonesia mengantisipasi dengan meningkatkan sistem monitoring distribusi.

Baca juga: Kementan: Perlu Penyediaan Informasi dalam Perluasan Lahan Pertanian

Program e-RDKK dan kartu tani juga merupakan langkah kongkret Kementan dalam memperbaiki sistem penyaluran pupuk subsidi.

Upaya lain dilakukan melalui optimalisasi alokasi pupuk bersubsidi yang tersedia di tiap-tiap kabupaten dan kota, serta mendorong distributor dan kios untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi.

"Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui RDKK," jelas Sarwo.

Pada peraturan tersebut juga diatur mengenai produsen pupuk itu sendiri. Di sini produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok hingga kebutuhan dua minggu ke depan.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kelangkaan saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

Bank BRI kembangkan database Kartu TaniDok. Humas Kementerian Pertanian RI Bank BRI kembangkan database Kartu Tani

Kartu tani

Tidak hanya itu saja, nantinya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam RDKK.

Kartu tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani.

"Akan tetapi, kartu tani tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk saja," tambahnya.

Baca juga: 4 Manfaat Petani Memiliki Kartu Tani

Adapun mengenai jenis pupuk bersubsidi yang dimaksud tertuang dalam Pasal 3, yakni Urea, SP-36, ZA, dan NPK dengan komposisi N : P : K = 15 : 15 : 15 dan 20 : 10 : 10.

Semua pupuk tersebut harus memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).

" Pupuk bersubsidi memang bermacam jenisnya. Dan masing-masing memiliki manfaat tersendiri," kata Sarwo.

Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.Dok. Humas Kementan Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

Jenis pupuk

Contohnya Urea, terbuat dari campuran gas amoniak dan gas asam arang. Pupuk bersubsidi urea ini menjadi salah satu yang paling banyak digunakan petani baik untuk lahan pertanian maupun budidaya.

"Pupuk ini memiliki kadar air yang cukup tinggi sehingga mempercepat pertumbuhan tanaman. Adanya kandungan air juga membuat tanaman akan tumbuh hijau," jelasnya.

Pupuk selanjutnya adalah SP-36 yang memiliki manfaat menambah unsur hara phosphor pada tanaman. Dengan pupuk ini buah yang dihasilkan akan lebih banyak dan kualitas biji jadi lebih baik.

"Begitu juga dengan pemasakan buah menjadi lebih cepat," Sarwo Edhy menambahkan.

Lalu, ada pula pupuk ZA yang memberikan manfaat memperbaiki kualitas tanaman dan menambah nilai gizi.

 

Baca juga: Perbaiki Sistem, Kementan Yakin Angka Ekspor Pertanian Terus Meningkat

Selain itu, ada pula pupuk NPK yang memiliki manfaat memperkuat tumbuhnya akar, sehingga mudah menyerap zat hara di tanah. Dengan begitu tanaman tidak tumbuh secara kerdil.

Terakhir, ada pupuk organik yang terbuat dari sisa makhluk hidup seperti pelapukan kayu, kotoran hewan dan sebagainya. Penggunaan pupuk ini dapat menjaga tanah tetap subur dan mencegah eros.

Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para petani. Salah satu syaratnya adalah petani harus tergabung terlebih dahulu dengan kelompok tani yang ada di desa dan wilayahnya.

"Tujuannya agar pupuk bersubsidi dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Persyaratan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi," tutup Sarwo.

PenulisAlek Kurniawan
EditorAlek Kurniawan
Terkini Lainnya
Mentan SYL: Dalam Pertanian Manajemen Air Jadi Sangat Penting
Mentan SYL: Dalam Pertanian Manajemen Air Jadi Sangat Penting
Kementan
Kekeringan Melanda Sukabumi, Petani di Sana Diimbau Mentan Ikuti Asuransi
Kekeringan Melanda Sukabumi, Petani di Sana Diimbau Mentan Ikuti Asuransi
Kementan
Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT
Kementan Bantu Petani di Tanah Bumbu Hadapi Kekeringan dengan RJIT
Kementan
Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi
Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi
Kementan
Lahan Pertanian di Siak Diserang Hama, Mentan Ajak Petani Setempat Ikut Asuransi
Lahan Pertanian di Siak Diserang Hama, Mentan Ajak Petani Setempat Ikut Asuransi
Kementan
Mentan Dukung Kabupaten Sukabumi Genjot Produksi Pertanian dengan Alsintan
Mentan Dukung Kabupaten Sukabumi Genjot Produksi Pertanian dengan Alsintan
Kementan
Petani di Bolmong Gagal Panen Akibat Banjir, Kementan Minta Petani Ikut Asuransi untuk Antisipasi
Petani di Bolmong Gagal Panen Akibat Banjir, Kementan Minta Petani Ikut Asuransi untuk Antisipasi
Kementan
Mentan Dukung Upaya Kabupaten Madiun Lindungi Lahan Pertanian
Mentan Dukung Upaya Kabupaten Madiun Lindungi Lahan Pertanian
Kementan
Mentan Apresiasi Usaha Petani Purworejo Jaga Lahan Pertanian dengan Saluran Irigasi
Mentan Apresiasi Usaha Petani Purworejo Jaga Lahan Pertanian dengan Saluran Irigasi
Kementan
Soal Hama Tikus di Jombang, Mentan SYL Minta Petani Lakukan Penanganan Cepat
Soal Hama Tikus di Jombang, Mentan SYL Minta Petani Lakukan Penanganan Cepat
Kementan
Manfaatkan Alsintan, Produksi Beras Banyuasin Masuk 4 Besar Penyumbang Pangan Nasional
Manfaatkan Alsintan, Produksi Beras Banyuasin Masuk 4 Besar Penyumbang Pangan Nasional
Kementan
Mentan Dukung Budi Daya Porang yang Berpotensi Diekspor
Mentan Dukung Budi Daya Porang yang Berpotensi Diekspor
Kementan
Sawah di Empat Lawang Rusak Akibat Banjir, Petani Pun Diimbau Ikut Asuransi Pertanian
Sawah di Empat Lawang Rusak Akibat Banjir, Petani Pun Diimbau Ikut Asuransi Pertanian
Kementan
Gunakan Hand Traktor, Petani Aceh Selatan Olah Tanah dengan Cepat
Gunakan Hand Traktor, Petani Aceh Selatan Olah Tanah dengan Cepat
Kementan
Mentan Puji Sinergi Pemkab Simeulue dan TNI dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Mentan Puji Sinergi Pemkab Simeulue dan TNI dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Kementan