Pola Tumpang Sari, Kiat Kementan Tingkatkan Produksi Komoditas Pajale

Mico Desrianto
Kompas.com - Rabu, 5 Desember 2018
Pola Tumpang Sari, Kiat Kementan Tingkatkan Produksi Komoditas Pajale dok. kementerian PertanianGatot membeberkan pola Tumpangsari sebagai salah satu usaha Kementan tingkatkan produksi komoditas tanaman pangan utama

KOMPAS.com – Demi menggenjot produksi komoditas tanaman pangan utama pajale (padi, jagung, dan kedelai) sejumlah program strategis telah dijalankan Kementerian Pertanian ( Kementan) selama 5 tahun terakhir.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumarjo Gatot Irianto menyebut, Kementan memiliki beberapa program terobosan untuk mencapai target produksi. Salah satunya pengembangan pola tanam tumpang sari padi jagung dan kedelai sistem tanam rapat.

Menurut Gatot, pola tumpang sari memiliki beberapa keunggulan, di antaranya efisiensi penggunaan lahan sehingga tidak terjadi persaingan penggunaaan lahan antara komoditas padi, jagung dan kedelai.

“Pola tumpang sari akan lebih dipacu lagi di tahun mendatang. Indonesia masih punya peluang untuk menggenjot produksi dengan pola tersebut sampai 5 tahun ke depan sehingga dapat memitigasi alih fungsi lahan terutama akibat pembangunan infrastruktur,” jelas Gatot di Jakarta sesuai dengan keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (5/12/2018).

Berdasar data dari Kementerian Pertanian (Kementan), selama lima tahun terakhir produksi komoditas tanaman pangan utama yaitu pajale meningkat signifikan. Setiap tahunnya rata-rata produksi padi mencapai 4,07 persen, jagung 12,5 persen, dan kedelai 8,79 persen.

Optimalkan penanaman padi gogo dan beri bantuan dryer

Sadar masalah lahan menjadi momok menakutkan Kementan dalam mewujudkan target produksi, Ditjen Tanaman Pangan juga mengoptimalkan penanaman padi gogo selain mengembangkan tumpangsari.

Tidak hanya di lahan kering tapi juga memanfaatkan gogo sawah, gogo gunung, gogo rawa, padi rawa dan padi pasang surut.

“Potensi kita masih banyak untuk mengembangkan padi di luar lahan sawah. Tahun 2018 ini kita mengembangan padi gogo seluas 1 juta hektra (ha) di areal lahan baru. Kita menyadari alih fungsi lahan semakin tinggi, maka dengan perluasan lahan di areal baru sebagai solusi kita untuk tetap mempertahankan produksi padi nasional,” pungkas Gatot.

Lalu demi mengurangi susut hasil panen dan peningkatan nilai tambah, Ditjen Tanaman Pangan telah mengalokasikan bantuan alsintan (alat mesin pertanian) pasca panen dan dryer (pengering).

Total Kementan memberikan bantuan alsintan sebanyak 52.230 unit serta dryer sebanyak 1.000 unit. 

“Dengan bantuan dryer diharapkan tidak hanya produksi yang terjaga namun mutu panen juga baik. Apabila kualitas terjaga maka harga juga akan bagus,” Lanjut Gatot.

Ekspor pangan meningkat

Keberhasilan mencapai target produksi turut berpengaruh terhadap ekspor impor. Merunut data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor beras khusus dan beras premium melonjak tajam pada periode tahun 2017 dan 2018 yang mencapai 3.433 ton.

Angka itu meningkat lebih dari 2.540 persen dibandingkan pada 2014 yang hanya sekitar 130 ton.

“Capaian ini membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya terfokus pada peningkatan beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah saja, tetapi juga turut berupaya mengembangkan beras untuk segmen pasar khusus,” terangnya.

Peningkatan yang signifikan juga berpengaruh terhadap komoditas pangan lainnya seperti  jagung. Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kementan membatasi pemberian rekomendasi impor jagung, dan bahkan pada 2017 sama sekali tidak melakukan impor.

“Kebijakan ini terbukti mampu menggerakan perekonomian petani. Petani menjadi tertarik menanam jagung karena harga yang bagus. Bahkan tahun 2018 ini telah mampu ekspor jagung sebesar 380.000 ton,” tutup Gatot.

PenulisMico Desrianto
EditorMikhael Gewati
Komentar
Terkini Lainnya
Program Mekanisasi Pertanian, Pangkas Ongkos Produksi Petani
Program Mekanisasi Pertanian, Pangkas Ongkos Produksi Petani
Kementan
Kementan Raih Penghargaan di Ajang TOP IT dan TELCO 2018
Kementan Raih Penghargaan di Ajang TOP IT dan TELCO 2018
Kementan
Mentan Pastikan Akan Optimasi Lahan Rawa di Sumsel
Mentan Pastikan Akan Optimasi Lahan Rawa di Sumsel
Kementan
Mentan: Program Serasi Tingkatkan Produktivitas Pertanian Sumsel
Mentan: Program Serasi Tingkatkan Produktivitas Pertanian Sumsel
Kementan
 Pada 2021, Kementan Optimis Swasembada Bawang Putih
Pada 2021, Kementan Optimis Swasembada Bawang Putih
Kementan
Pola Tumpang Sari, Kiat Kementan Tingkatkan Produksi Komoditas Pajale
Pola Tumpang Sari, Kiat Kementan Tingkatkan Produksi Komoditas Pajale
Kementan
Tingkatkan Ekspor Rempah-rempah, Kementan Dukung Penerapan
Tingkatkan Ekspor Rempah-rempah, Kementan Dukung Penerapan "SSI"
Kementan
Di Kritik Banyak Pengamat, Kementan Jelaskan Tugas dan Posisinya
Di Kritik Banyak Pengamat, Kementan Jelaskan Tugas dan Posisinya
Kementan
Amran Beberkan Capaian Kementan Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Amran Beberkan Capaian Kementan Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Kementan
Mentan Amran Raih Penghargaan di Indonesia Award 2018
Mentan Amran Raih Penghargaan di Indonesia Award 2018
Kementan
Hari Pahlawan, Para
Hari Pahlawan, Para "Pahlawan Jagung" Berhasil Panen Raya
Kementan
Petani di Lamongan dan Tuban Berhasil Panen 30.000 Ton Jagung
Petani di Lamongan dan Tuban Berhasil Panen 30.000 Ton Jagung
Kementan
Langka Pakan Ternak, Kementan Distribusikan Jagung ke Peternak Rakyat
Langka Pakan Ternak, Kementan Distribusikan Jagung ke Peternak Rakyat
Kementan
Begini Hitungan Kementan Soal Surplus Produksi Jagung
Begini Hitungan Kementan Soal Surplus Produksi Jagung
Kementan
Cegah Korupsi, KPK Kawal Anggaran Kementan
Cegah Korupsi, KPK Kawal Anggaran Kementan
Kementan