Kemensos Kaji Penambahan Bantuan Energi dalam BPNT

Anissa Dea Widiarini
Kompas.com - Selasa, 18 Desember 2018
Kemensos Kaji Penambahan Bantuan Energi dalam BPNTKOMPAS.com/ANISSA DEA WIDIARINIKepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial Adhy Karyono, saat memberikan materi di Workshop Persiapan Pelaksanaan Bantuan Sosial Penanganan Fakir Miskin Tahun 2019, di Hotel Best Western, Jakarta, Senin (17/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Sosial ( Kemensos) sedang mengkaji penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) yang akan disinergikan dengan bantuan energi pada 2020. Bantuan energi yang dimaksud adalah gas elpiji kemasan 3 kilogram (kg).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan Kemensos Adhy Karyono. Ia mengatakan, nantinya selain mendapatkan bahan pangan penerima BPNT juga akan mendapatkan gas elpiji.

“Jadi, orang yang mendapatkan beras rastra dan BPNT juga akan mendapatkan insentif untuk bantuan membeli gas 3 kg, sehingga semakin ringan mereka memenuhi kebutuhan dasarnya,” terang Adhy usai mengisi Workshop Persiapan Pelaksanaan Bantuan Sosial Penanganan Fakir Miskin Tahun 2019, di Hotel Best Western, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Terkait nilai bantuan energi yang akan diberikan, Adhy mengaku hal tersebut masih dalam tahap perhitungan. Kemensos harus menyeleksi dengan teliti siapa saja yang berhak mendapatkan batuan tersebut. Sebab, sampai saat ini subsidi elpiji yang diberikan pemerintah berada di angka 25 juta orang.

Baca jugaKemensos Targetkan BPNT Tersalurkan ke 151 Kabupaten pada 2019

“Sementara, dari angka 40 persen kami ambil yang 28 persen atau 15,6 juta orang yang dianggap di bawah garis kemiskinan. Kalau mau tepat sasaran, maka harus selektif. Jadi, mengeluarkan yang tidak berhaknya,” terang dia.

BPNT masih jadi prioritas

Lebih lanjut, Adhy mengungkapkan, proses transformasi bantuan sosial ( bansos) menjadi BPNT masih menjadi salah satu fokus Kemensos pada 2019. Selain transformasi BPNT, penanggulangan fakir miskin juga menjadi fokus lainnya.

Adhy mengatakan, Kemensos akan fokus pada langkah untuk menuntaskan transformasi bansos yang bersifat finansial inklusif. Dia menjelaskan, pada 2019 semua bantuan akan diubah menjadi cashless atau non tunai.

“Bantuan rastra (beras sejahtera) berpindah menjadi BPNT. Mematangkan itu. Memang targetnya menjadi 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus menggunakan kartu yang bentuknya non tunai,” terang Adhy.

Sementara itu, untuk bahan pangan yang bisa dibeli dengan BPNT, yaitu beras dan telur akan terus dikaji keberlanjutannya.

Baca jugaKemensos Optimistis Rastra Diganti Bantuan Pangan Non Tunai pada 2019

Menurut Adhy, program BPNT akan terus dipertahankan. Sebab, program ini semakin kuat dan turut berkontribusi dalam penurunan angka kemiskinan. Ini karena BPNT sangat membantu masyarakat dalam pengeluaran untuk konsumsi pangan.

Dalam paparannya Adhy menjelaskan, berdasarkan data BPS tahun 2018 program rastra dan BPNT memberikan kontribusi untuk memperkuat konsumsi beras masyarakat sebesar 30,49 persen.

Untuk itu, ke depannya Kemensos akan mengkaji peningkatan indeks BPNT agar tingkat konsumsi masyarakat dapat semakin meningkat.

“Mungkin kajian di tahun berikutnya adalah bagaimana indeks itu akan meningkat. Tidak di Rp 110.000. Karena konsumsi beras orang miskin itu sebetulnya kan masih kurang. Kami ingin menjamin agar mereka tidak kesulitan dengan pangannya,” ucap Adhy.

Sebagai informasi, BPNT merupakan program bansos yang telah dijalankan Kemensos sejak tahun 2017. Program yang bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) ini menyalurkan bantuan sebesar Rp 110.000 langsung ke rekening penerima bansos melalui mekanisme akun elektronik.

 

PenulisAnissa Dea Widiarini
EditorMikhael Gewati
Komentar
Terkini Lainnya
Mensos Apresiasi Kontribusi Generasi Muda dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial
Mensos Apresiasi Kontribusi Generasi Muda dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial
Kemensos
Kemensos Kaji Penambahan Bantuan Energi dalam BPNT
Kemensos Kaji Penambahan Bantuan Energi dalam BPNT
Kemensos
Mensos Resmikan 8 BRSAMPK yang Memerlukan Perlindungan Khusus
Mensos Resmikan 8 BRSAMPK yang Memerlukan Perlindungan Khusus
Kemensos
Pentingnya Sinkronisasi untuk Penyelenggaraan Bantuan Sosial
Pentingnya Sinkronisasi untuk Penyelenggaraan Bantuan Sosial
Kemensos
Kemensos Siap Bantu Memasarkan Produk KUBE
Kemensos Siap Bantu Memasarkan Produk KUBE
Kemensos
Kemensos Targetkan BPNT Tersalurkan ke 151 Kabupaten pada 2019
Kemensos Targetkan BPNT Tersalurkan ke 151 Kabupaten pada 2019
Kemensos
Kerja Sama dengan B2P3KS Yogyakarta, Kemensos Evaluasi Bansos Pangan
Kerja Sama dengan B2P3KS Yogyakarta, Kemensos Evaluasi Bansos Pangan
Kemensos
Transformasi Bansos Jadi BPNT Dianggap Lebih Manusiawi
Transformasi Bansos Jadi BPNT Dianggap Lebih Manusiawi
Kemensos
Kemensos Optimistis Rastra Diganti Bantuan Pangan Non Tunai pada 2019
Kemensos Optimistis Rastra Diganti Bantuan Pangan Non Tunai pada 2019
Kemensos
Jokowi Apresiasi Prestasi Para Penyandang Disabilitas
Jokowi Apresiasi Prestasi Para Penyandang Disabilitas
Kemensos
Mensos Ajak Semua Kalangan Wujudkan Indonesia Inklusi
Mensos Ajak Semua Kalangan Wujudkan Indonesia Inklusi
Kemensos
Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat bagi Penyandang Disabilitas
Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat bagi Penyandang Disabilitas
Kemensos
Kemensos Pastikan akan Luncurkan Kartu Penyandang Disabilitas
Kemensos Pastikan akan Luncurkan Kartu Penyandang Disabilitas
Kemensos
Agus Gumiwang Serahkan Bantuan Sosial di Solo
Agus Gumiwang Serahkan Bantuan Sosial di Solo
Kemensos
Kemensos Sosialisasikan Skema Penyaluran Bansos
Kemensos Sosialisasikan Skema Penyaluran Bansos
Kemensos