Mensos Risma Janjikan 3 Hal kepada Warga Kabupaten Sumba Timur

Kompas.com - 06/05/2024, 16:35 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

SUMBA TIMUR, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan tiga janjinya kepada masyarakat di Kecamatan Lewa,  Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai sebagai wujud perhatian khusus terhadap berbagai persoalan di daerah tersebut. 

"Jadi setelah ini kami akan lakukan (beberapa hal). Pertama, saya janji lakukan operasi katarak. Kedua, pemeriksaan telinga,” ucapnya Mensos yang akrab disapa Risma ini dalam kunjungan kerjanya ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Jumat (3/5/2024). 

Untuk janji ketiga, Risma menyatakan bahwa hal ini terkait dengan pencatatan kependudukan. Sebagai tindak lanjut, ia mengimbau Bupati Sumba Timur Khristofel Praing untuk melaporkan pendataan pencatatan kependudukan agar bisa dipercepat.

Baca juga: Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD)? Berikut Tujuan dan Manfaatnya

Dengan begitu, kata Risma, Kementerian Sosial (Kemensos) dapat menyalurkan bantuan dengan mudah dan tepat sasaran. 

Nah, hal yang berikutnya soal pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).Tadi saya sudah arahkan kepada para pendamping sosial agar bisa mengakses mereka satu per satu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Risma mengatakan bahwa Kemensos juga menerima rujukan bagi para penyandang disabilitas untuk menjalani terapi agar bisa beraktivitas dengan normal.

“Kemudian kalau rujukan (penyandang disabilitas) tadi pokoknya kami terima rujukan dari daerah. Kami akan siapkan untuk terapi. Kami bawa mereka ke Solo (Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta) bagi yang memungkinkan untuk menjalani terapi,” sambung Risma.

Baca juga: Menkes: Indonesia Kekurangan 29.000 Dokter Spesialis, Per Tahun Cuma Produksi 2.700

Ia juga mengatakan bahwa Menteri Kesehatan (Menkes) akan memberikan bantuan dalam penerapan metode long acting.

Metode tersebut merupakan cara baru dalam menangani pengobatan ODGJ yang dilakukan satu bulan sekali.

Banyak kasus ODGJ hingga stunting di Sumba Timur

Sebelumnya, Risma telah mendengar berbagai keluh kesah masyarakat dengan permasalahan mereka masing-masing, mulai dari cara menyembuhkan penderita ODGJ, anak dengan kondisi stunting, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia (lansia).

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, ia meminta pendamping sosial di daerah tersebut untuk mendata masyarakat yang berhak menerima bantuan dari Kemensos.

Baca juga: Distribusikan Bantuan Korban Longsor di Luwu Sulsel, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal dan Kopasgat

“Pendamping sosial bilang terkendala pada data kependudukan. Oke, kami selesaikan. Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Bupati Sumba Timur untuk melakukan perekaman kependudukan agar kami bisa memberikan penanganan lebih efektif,” ucapnya.

“Tapi, saya bilang lewat jalur khusus saja. Dia akan melaporkan data di Command Center Kemensos yang melayani 24 jam. Cuma masalahnya tadi memang jaringan telekomunikasi pendampingnya  juga susah,” sambung Risma.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kemensos akan menyiapkan penambahan untuk alat komunikasi internet mereka. 

Sebagai informasi, selain melakukan asesmen kepada masyarakat di Kecamatan Lewa, Risma juga menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa barang kebutuhan pokok dan peralatan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com