Rayakan Ramadhan 2025, Mensos Gus Ipul Paparkan Pentingnya Kesalehan Sosial

Kompas.com - 03/03/2025, 13:15 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Sosial ( Mensos) Saifullah Yusuf merayakan bulan suci Ramadhan 2025 dengan menekankan pentingnya kesalehan sosial yang diwujudkan melalui berbagi.

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebutkan bahwa bulan Ramadhan memiliki banyak sebutan, seperti bulan kesabaran, bulan ampunan, hingga bulan berbagi atau syahrul muwaasaat, sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Pada bulan berbagi ini, orang kaya bukan saja harus berbagi kekayaan dengan orang miskin, tetapi harus ikut berempati dengan penderitaan mereka,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (3/3/2025).  

Gus Ipul menjelaskan, Tuhan berfirman, "Puasa itu hanya untuk-Ku." Puasa dipersembahkan hanya untuk Tuhan. Tidak ada persembahan yang paling agung selain perkhidmatan kepada makhluk-Nya.

Menurutnya, mencintai Tuhan hanya dapat dilakukan dengan mencintai sesama manusia.

“Oleh karena itu, amal yang paling dicintai Tuhan pada "bulan berbagi", bukanlah saja ibadah ritual yang bersifat individual, tetapi ibadah yang membagikan kebahagiaan kepada orang banyak. Islam mendorong pemeluknya untuk juga saleh secara sosial,” katanya. 

Baca juga: Istri Mensos Gus Ipul Dukung Pemberdayaan Komunitas Mangrove di 8 Titik di Indonesia

Gus Ipul menegaskan, pekerjaan sosial harus berpedoman kepada landasan-landasan filosofis tersebut. 

Kelompok-kelompok yang sering disebut dalam 12 klaster (terangkum dalam 12 PAS) merupakan kelompok yang berhak mendapatkan perlindungan negara.

“Hak-hak mereka dijamin oleh konstitusi. Lebih-lebih dalam usaha membantu memberdayakan mereka agar mampu berpindah dari kondisi yang menghimpit menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bahagia,” jelas Gus Ipul.

Sebagai contoh, perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan anak-anak bermasalah juga memiliki dasar keagamaan, yang menuntut perhatian penuh dari masyarakat.

Untuk itu, kata Gus Ipul, semua pihak perlu memberikan perhatian serius kepada mereka.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Bantah Anggaran KND Sisa Rp 500 Juta, Efisiensi Tak Ganggu Bansos

Ia juga mengutip ayat Al-Qur'an yang menegaskan perhatian terhadap generasi mendatang.

“Sebab, Tuhan jauh-jauh hari mengingatkan bahwa anak bermasalah akan menjadi persoalan serius dalam proses penyiapan generasi yang tangguh jika tidak segera ditangani,” sebutnya.

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” [Nisa: 9]

Gus Ipul mengatakan, masyarakat Indonesia yang dikenal religius perlu memahami kesadaran keagamaan. Dalam hal ini, ajaran bahwa orang beriman yang kuat lebih Tuhan sukai dari pada yang lemah. 

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan." (Al Hadis). 

Menurut Gus Ipul, ajaran terebut mengingatkan bahwa orang yang disukai Allah adalah mereka yang mau beralih dari penerima menjadi pemberi.

Baca juga: Mensos Gus Ipul: Anggaran KND Dipangkas Jadi Rp 3 Miliar

Berjihad dengan harta

Lebih lanjut, Gus Ipul menambahkan bahwa Al Quran mengajarkan khidmat atau jihad dapat dilakukan dengan dua hal, yakni harta dan jiwa.

"...dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS: At-Taubah:41).

Gus Ipul menjelaskan, ayat tersebut menekankan pentingnya berjuang dengan harta terlebih dahulu, sebelum jiwa.

“Tidak sedikit di antara kita yang sering rela mengorbankan nyawa, tetapi tidak rela mengorbankan hartanya. Kita kerap mengorbankan kesehatan, tubuh bahkan jiwa, demi harta,” katanya. 

Gus Ipul menjelaskan bahwa Islam mendahulukan jihad dengan harta sebelum dengan jiwa, karena perkhidmatan dengan harta adalah salah satu rukun Islam, yaitu zakat.

Dalam Al-Qur'an, ciri-ciri orang yang bertakwa selalu dikaitkan dengan bagaimana mereka memberikan zakat atau infak di jalan Allah.

Ayat-ayat awal Al-Qur'an menyebutkan bahwa orang bertakwa adalah mereka yang mengimani yang gaib, menegakkan salat, memberikan infak, dan mengimani kitab-kitab terdahulu. 

Baca juga: Pengusaha Bali Berdayakan Penyandang Disabilitas, Mensos Gus Ipul Berikan Apresiasi

Di akhir bulan Ramadhan, sebelum melaksanakan salat Idul Fitri, semua umat Islam, baik yang kaya maupun miskin, yang sakit atau sehat, laki-laki maupun perempuan, tanpa terkecuali, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Ini termasuk bayi yang baru lahir, serta mereka yang tinggal di daerah terpencil.

“Ibadah dan kewajiban membayar zakat fitrah menunjukkan bahwa umat Islam diwajibkan memberdayakan diri, meskipun hanya dengan sekian liter beras,” jelasnya.

Terkini Lainnya
Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Tanggapi Pernyataan Gus Ipul, Denny Sumargo Jelaskan Aturan Penggalangan Donasi

Kemensos
Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos Ajak Organisasi Kepemudaan Kawal 3 Program Prioritas Presiden

Kemensos
Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Putus Rantai Kemiskinan, Wamensos Minta Kepala Daerah Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Kemensos
Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Dihadapan Gus Ipul, Kepsek SRMA 43 Magelang Cerita soal Siswanya: Mereka Anak Luar Biasa

Kemensos
Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Belasungkawa untuk Affan, Gus Ipul Serahkan Santunan dan Tawarkan Program Pemberdayaan

Kemensos
Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos Beri Santunan Korban Unjuk Rasa, Gus Ipul: Disesuaikan dengan Kondisi

Kemensos
Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Gus Ipul: Tokoh Lintas Agama dan Parpol Kompak Dukung Kebijakan Prabowo

Kemensos
Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos Salurkan Logistik dan Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran di Luwu Timur

Kemensos
Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Setiap Rupiah Adalah Harapan

Kemensos
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com