KOMPAS.com – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera telah merelokasi seluruh pengungsi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut).
Para penyintas bencana banjir dan longsor di Sumut sudah meninggalkan tenda pengungsian dan beralih ke hunian sementara ( huntara) dan hunian tetap ( huntap) yang dibangun, baik oleh lembaga pemerintah maupun lembaga nonpemerintah.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR hingga Sabtu (14/3/2026), jumlah pengungsi bencana Sumatera yang masih berada di tenda mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan sehari sebelumnya. Total pengungsi di tenda tercatat turun dari 1.314 kepala keluarga (KK) menjadi 812 KK, atau berkurang 502 KK.
Baca juga: Ini Cara Satgas PRR Bikin Faskes di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih dengan Cepat
Saat ini, hanya pengungsi di wilayah terdampak bencana di Aceh yang masih berada di tenda. Sementara itu, seluruh pengungsi di Sumut telah direlokasi ke hunian yang lebih layak.
Adapun masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar) telah lebih dulu berhasil direlokasi ke hunian layak.
Keberhasilan relokasi pengungsi di Sumut dan Sumbar tidak terlepas dari percepatan pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak dengan jumlah unit rampung terus meningkat.
Dari total rencana 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, sebanyak 15.595 unit telah selesai dibangun atau sekitar 80 persen dari target.
Di Sumbar, pembangunan huntara telah mencapai 100 persen, di Sumut 95 persen, dan di Aceh sekitar 77 persen.
Seiring peningkatan pembangunan huntara, Satgas PRR juga bertahap merampungkan pembangunan huntap.
Baca juga: Satgas PRR Rampungkan 15.346 Unit Huntara, Progres Capai 81 Persen
Berdasarkan data Satgas PRR Pascabencana Sumatera hingga Sabtu (14/3/2026), tercatat 110 unit huntap telah selesai dibangun dari total rencana 36.669 huntap. Sementara itu, 1.359 unit lain masih dalam pembangunan.
Selain pembangunan huntara dan huntap, strategi penurunan jumlah pengungsi juga disertai pemberian bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang tidak memilih tinggal di huntara.
Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi.
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi jumlah pengungsi bencana Sumatera dengan merelokasi ke hunian yang lebih layak.
Baca juga: Ini Jurus Satgas PRR Penuhi Target Nol Pengungsi di Tenda Jelang Idul Fitri
Tito memastikan, pemerintah tidak akan membiarkan pengungsi tinggal di tenda terlalu lama. Oleh karena itu, ia menginstruksikan lintas sektor untuk mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
“Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga. Bulan ketiga setelah akhir November 2025. Tidak elok kalau mereka (korban bencana) masih (tinggal) di tenda,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (15/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pembahasan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (5/3/2026).