KOMPAS.com — Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP) RI terus mengakselerasi pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck.
Langkah tersebut difokuskan pada pembersihan akses jalan utama yang tertutup material lumpur dan pasir di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang, agar mobilitas masyarakat segera pulih.
Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman menegaskan, pengiriman alat berat dilakukan untuk mempercepat normalisasi jalur transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
“Kami menurunkan ekskavator dan dump truck untuk membantu percepatan pembersihan jalan-jalan umum yang masih tertutup lumpur dan pasir sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/3/2026).
Makhruzi mengatakan, pembersihan akses juga dilakukan dengan skema cash for work atau padat karya tunai.
Baca juga: BNPP Targetkan Peresmian PLB Temajuk pada Pertengahan 2026, Gerbang Baru RI-Malaysia di Sambas
Skema tersebut dirancang agar masyarakat setempat terlibat langsung dalam kegiatan pemulihan, seperti pembersihan puing dan lumpur, perbaikan fasilitas umum, hingga penataan lingkungan yang rusak akibat bencana.
Makhruzi menjelaskan, program tersebut merupakan gagasan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI sekaligus Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.
Program itu bertujuan agar proses rehabilitasi pascabencana berjalan lebih efektif serta memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.
“Dengan padat karya tunai, selain akses jalan segera bersih, masyarakat juga mendapatkan kesempatan kerja sementara yang membantu pemulihan kehidupan sehari-hari,” kata Makhruzi.
Melalui mekanisme tersebut, warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh penghasilan dari kegiatan pemulihan wilayah.
Makhruzi memaparkan, kegiatan pembersihan lumpur menggunakan alat berat telah dilaksanakan di dua lokasi di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua.
Di Kabupaten Bireuen, pembersihan dilakukan di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Bineh Krueng.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, kegiatan serupa berlangsung di Desa Lando, Kecamatan Rantau.
Setiap kabupaten menerima dukungan dua unit ekskavator dan dua unit dump truck.
Secara keseluruhan, BNPP RI mengerahkan enam ekskavator dan enam dump truck untuk mendukung percepatan pembersihan akses jalan di tiga kabupaten tersebut.
Baca juga: Kasatgas Tito Dorong Optimalisasi Huntara bagi Pengungsi yang Masih di Tenda
Makhruzi juga menyampaikan, sejak Sabtu (7/3/2026), dirinya turun langsung ke lapangan di Pidie Jaya dan Bireuen untuk melakukan identifikasi kebutuhan dan pemetaan titik-titik prioritas pembersihan.
Ia menegaskan, pembersihan akses jalan umum menjadi fokus utama BNPP RI pada tahap percepatan pemulihan.
“Hasil pengamatan kami, masih banyak jalan yang sulit dilalui masyarakat akibat timbunan lumpur pascabanjir. Ini menjadi prioritas karena menyangkut mobilitas dan aktivitas ekonomi warga,” ungkap Makhruzi, Minggu (8/3/2026).
Dengan mengoptimalkan penggunaan alat berat serta melibatkan masyarakat melalui skema padat karya tunai, BNPP RI berharap akses jalan utama dapat segera kembali berfungsi dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Baca juga: Semarakkan Ramadhan, Kasatgas Tito Salurkan Bantuan untuk Puluhan Ribu Korban Bencana di Pidie Jaya
Langkah itu diyakini mampu memperlancar mobilitas warga, menggerakkan kembali ekonomi lokal, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak.