Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

Kompas.com - 30/04/2026, 16:10 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Geliat ekonomi masyarakat Aceh Tamiang perlahan pulih setelah sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu. 

Sejumlah toko yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi, menandai bangkitnya aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat juga mulai kembali aktif. Warga tampak ramai mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang kian mendekati kondisi normal.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, Herman, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini berangsur pulih.

“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal,” kata Herman saat ditemui di kiosnya, seperti dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Cerita Mbah Tiwi, Lansia Sebatang Kara yang Berjualan Nasi Rames untuk Bayar Listtik dan Air

Ia mengaku baru sekitar satu setengah bulan kembali berjualan setelah tempat usahanya dibersihkan oleh aparat pemerintah.

“Sudah sebulan setengah. Tempatnya sudah dibersihkan oleh pemerintah,” ucap Herman.

Pasar daging yang berada di tepi Sungai Tamiang tersebut menjadi salah satu infrastruktur umum yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Meski demikian, pasokan ikan kini kembali tersedia dari berbagai daerah.

“Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara (Sumut), dari Medan juga ada,” kata Herman.

Baca juga: Kisah Penjual Peyek di Pasar Wage Purwokerto Berangkat Haji, Rutin Menabung Rp 5.000 Sehari sejak 2013

Namun, ia berharap pemerintah segera merehabilitasi bangunan pasar, khususnya pada bagian atap yang rusak akibat banjir.

“Kalau bisa kami minta diganti seng-seng ini. Banyak yang sudah rusak dan tidak layak lagi. Kalau hujan, kami pasti kehujanan,” imbuh Herman.

Ia menuturkan, pada awal kembali berjualan, daya beli masyarakat masih rendah sehingga dagangannya kurang laku. 

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Beberapa bulan terakhir memang sempat melemah, mungkin karena banyak yang belum bekerja. Namun, Alhamdulillah sekarang mulai menunjukkan tren positif, makin hari makin baik,” ujar Herman.

Baca juga: TNI AL Sita 1.832 Item Kosmetik Ilegal dari Malaysia, Disamarkan dalam Sembako

Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan dalam dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.

Nurlela menjual sayur-sayuran yang diperoleh dari petani di desanya, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal.

Pada awal masa pemulihan, ia sempat kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan pertanian warga rusak akibat banjir.

“Sekarang ini jualan hanya ubi, bayam, dan kangkung. Itu pun dari warga di kampung,” kata Nurlela.

Seiring waktu, kondisi pasar semakin membaik. Toko pakaian, pedagang buah, sembako, serta berbagai kebutuhan lainnya mulai kembali beroperasi.

Baca juga: Peringati Hari Buruh di Polresta Banjarmasin, Ribuan Buruh dan Ojol Terima Paket Sembako

Data Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR) per 27 April mencatat, sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah beroperasi secara fungsional. Rinciannya, 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumut, dan 26 pasar di Sumatera Barat.

Terkini Lainnya
Hadiri Peringatan Hari Posyandu Nasional di Aceh Utara, Ketum Posyandu Tekankan Implementasi 6 SPM

Hadiri Peringatan Hari Posyandu Nasional di Aceh Utara, Ketum Posyandu Tekankan Implementasi 6 SPM

Kemendagri
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara lewat Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara lewat Bansos dan Senam Sehat

Kemendagri
Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

Kemendagri
Mendagri Tito Apresiasi Peran Jajaran TNI Bantu Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

Mendagri Tito Apresiasi Peran Jajaran TNI Bantu Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

Kemendagri
Tri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Penyesuaian Program PKK di Papua Selatan

Tri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Penyesuaian Program PKK di Papua Selatan

Kemendagri
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan

Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan

Kemendagri
Satgas PRR Kebut Pembersihan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera, 658 Lokasi Kini Bebas Lumpur

Satgas PRR Kebut Pembersihan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera, 658 Lokasi Kini Bebas Lumpur

Kemendagri
Pastikan Hunian Layak, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Sorong

Pastikan Hunian Layak, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Sorong

Kemendagri
Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan

Kemendagri
BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

Kemendagri
Dari Rumah hingga Ruang Digital, Ketua TP PKK Soroti Pentingnya Rasa Aman bagi Perempuan 

Dari Rumah hingga Ruang Digital, Ketua TP PKK Soroti Pentingnya Rasa Aman bagi Perempuan 

Kemendagri
Mendagri Tito Pacu Daerah Berlomba Tunjukkan Kinerja lewat Apresiasi Daerah Berprestasi 2026

Mendagri Tito Pacu Daerah Berlomba Tunjukkan Kinerja lewat Apresiasi Daerah Berprestasi 2026

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Kemendagri
Mendagri Tito Ajak Kepala Daerah Rumuskan Program Nyata 2027–2029 pada Halalbihalal Tokoh Sumbagsel

Mendagri Tito Ajak Kepala Daerah Rumuskan Program Nyata 2027–2029 pada Halalbihalal Tokoh Sumbagsel

Kemendagri
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Sebut Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Sebut Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com