Mendagri Tito Pacu Daerah Berlomba Tunjukkan Kinerja lewat Apresiasi Daerah Berprestasi 2026

Kompas.com - 26/04/2026, 13:32 WIB
ADW,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong terciptanya iklim kompetitif antar- pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kinerja dan inovasi.

Dorongan itu disampaikan Tito pada ajang Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ballroom Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Tito, sebagai negara yang memiliki banyak pemerintah daerah (pemda) dengan kondisi yang beragam, upaya mendorong peningkatan kinerja bukan perkara sederhana.

Ia mengatakan, capaian antardaerah hingga kini masih menunjukkan hasil yang bervariasi sehingga perlu terus dipacu lewat kompetisi yang sehat.

Baca juga: Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

“(Memang) ada kepala daerah yang tentunya bagus, ada juga mungkin rata-rata air, dan ada juga yang perlu untuk meningkatkan kemampuannya,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (26/4/2026).

Ia menilai, kompetisi yang sehat antardaerah penting untuk membangun budaya kinerja sekaligus memunculkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

Ajang Apresiasi Daerah Berprestasi 2026, imbuhnya, dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong pemerintah daerah, khususnya di wilayah Sumatera, agar terus meningkatkan capaian mereka.

Tito juga menekankan pentingnya ruang publikasi bagi capaian positif pemda. Di tengah keterbukaan informasi, keberhasilan daerah perlu mendapat pemberitaan yang memadai agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih seimbang.

“Oleh karena itu, perlu ada eksposur, harus ada pemberitaan. Sesuatu yang bagus kalau tidak diberitakan, orang tidak (akan) tahu,” katanya.

Empat kategori penilaian

Pada ajan tersebut, Kemendagri menetapkan empat kategori utama penilaian, yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.

Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Kabupaten Solok Selatan meraih Terbaik I, disusul Kepulauan Mentawai sebagai Terbaik II, dan Dairi sebagai Terbaik III.

Untuk tingkat kota, Pagar Alam menjadi Terbaik I, diikuti Tanjung Balai dan Dumai. Sementara itu, Bengkulu meraih penghargaan di tingkat provinsi.

Untuk kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting, Kabupaten Mesuji meraih Terbaik I, diikuti Tapanuli Selatan dan Bengkalis. Pada tingkat kota, Sungai Penuh menjadi Terbaik I, disusul Pekanbaru dan Batam. Di tingkat provinsi, penghargaan diraih oleh Kepulauan Riau.

Baca juga: Mendagri Tito Gelontorkan Insentif Rp 1 Triliun untuk Daerah Berprestasi, Tambahan untuk APBD

Sementara itu, pada kategori pengendalian inflasi, Kabupaten Tebo meraih Terbaik I, diikuti Musi Rawas Utara dan Labuhanbatu Utara. Untuk tingkat kota, Langsa menjadi Terbaik I, disusul Prabumulih dan Bukittinggi. Di tingkat provinsi, Bengkulu kembali meraih penghargaan.

Pada kategori creative financing, Kabupaten Bintan keluar sebagai Terbaik I, diikuti Lampung Selatan dan Batu Bara. Untuk tingkat kota, Bandar Lampung meraih Terbaik I, disusul Medan dan Palembang. Sementara itu, pada tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Sumatera Utara.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah memberikan insentif fiskal kepada para pemenang. Terbaik III memperoleh Rp 1 miliar, Terbaik II mendapatkan Rp 2 miliar, sedangkan Terbaik I dan pemenang tingkat provinsi menerima Rp 3 miliar.

Kemendagri mengatakan, pelaksanaan ajang Apresiasi Daerah Berprestasi di Palembang itu menjadi pembuka untuk agenda serupa di 2026. Ke depan, kegiatan tersebut direncanakan akan diperluas ke lima regional lain di Indonesia.

Langkah itu diharapkan tidak hanya memperkuat budaya kinerja dan inovasi di daerah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan secara nasional.

Terkini Lainnya
BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

Kemendagri
Dari Rumah hingga Ruang Digital, Ketua TP PKK Soroti Pentingnya Rasa Aman bagi Perempuan 

Dari Rumah hingga Ruang Digital, Ketua TP PKK Soroti Pentingnya Rasa Aman bagi Perempuan 

Kemendagri
Mendagri Tito Pacu Daerah Berlomba Tunjukkan Kinerja lewat Apresiasi Daerah Berprestasi 2026

Mendagri Tito Pacu Daerah Berlomba Tunjukkan Kinerja lewat Apresiasi Daerah Berprestasi 2026

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Kemendagri
Mendagri Tito Ajak Kepala Daerah Rumuskan Program Nyata 2027–2029 pada Halalbihalal Tokoh Sumbagsel

Mendagri Tito Ajak Kepala Daerah Rumuskan Program Nyata 2027–2029 pada Halalbihalal Tokoh Sumbagsel

Kemendagri
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Sebut Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Sebut Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Kemendagri
Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Sawah, Jamin Pasokan Beras dan Ketahanan Pangan Wilayah Terdampak

Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Sawah, Jamin Pasokan Beras dan Ketahanan Pangan Wilayah Terdampak

Kemendagri
BNPP Resmikan Program Bedah 15.000 RTLH di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan

BNPP Resmikan Program Bedah 15.000 RTLH di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan

Kemendagri
Hunian Layak Tersedia, Senyum Penyintas di Bener Meriah Kembali Hadir

Hunian Layak Tersedia, Senyum Penyintas di Bener Meriah Kembali Hadir

Kemendagri
Tunjukkan Soliditas, 8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan Aceh lewat Hibah Antardaerah

Tunjukkan Soliditas, 8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan Aceh lewat Hibah Antardaerah

Kemendagri
Hangat dan Sederhana, Momen Makan Siang Mendagri bersama Praja IPDN di Tengah Tugas Kemanusiaan

Hangat dan Sederhana, Momen Makan Siang Mendagri bersama Praja IPDN di Tengah Tugas Kemanusiaan

Kemendagri
Puji Percepatan Huntara di Bener Meriah, Kasatgas PRR Disambut Senyum Penyintas

Puji Percepatan Huntara di Bener Meriah, Kasatgas PRR Disambut Senyum Penyintas

Kemendagri
Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Kemendagri
Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Kemendagri
Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com