KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong terciptanya iklim kompetitif antar- pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kinerja dan inovasi.
Dorongan itu disampaikan Tito pada ajang Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ballroom Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Tito, sebagai negara yang memiliki banyak pemerintah daerah (pemda) dengan kondisi yang beragam, upaya mendorong peningkatan kinerja bukan perkara sederhana.
Ia mengatakan, capaian antardaerah hingga kini masih menunjukkan hasil yang bervariasi sehingga perlu terus dipacu lewat kompetisi yang sehat.
Baca juga: Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
“(Memang) ada kepala daerah yang tentunya bagus, ada juga mungkin rata-rata air, dan ada juga yang perlu untuk meningkatkan kemampuannya,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (26/4/2026).
Ia menilai, kompetisi yang sehat antardaerah penting untuk membangun budaya kinerja sekaligus memunculkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
Ajang Apresiasi Daerah Berprestasi 2026, imbuhnya, dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong pemerintah daerah, khususnya di wilayah Sumatera, agar terus meningkatkan capaian mereka.
Tito juga menekankan pentingnya ruang publikasi bagi capaian positif pemda. Di tengah keterbukaan informasi, keberhasilan daerah perlu mendapat pemberitaan yang memadai agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih seimbang.
“Oleh karena itu, perlu ada eksposur, harus ada pemberitaan. Sesuatu yang bagus kalau tidak diberitakan, orang tidak (akan) tahu,” katanya.
Pada ajan tersebut, Kemendagri menetapkan empat kategori utama penilaian, yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Kabupaten Solok Selatan meraih Terbaik I, disusul Kepulauan Mentawai sebagai Terbaik II, dan Dairi sebagai Terbaik III.
Untuk tingkat kota, Pagar Alam menjadi Terbaik I, diikuti Tanjung Balai dan Dumai. Sementara itu, Bengkulu meraih penghargaan di tingkat provinsi.
Untuk kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting, Kabupaten Mesuji meraih Terbaik I, diikuti Tapanuli Selatan dan Bengkalis. Pada tingkat kota, Sungai Penuh menjadi Terbaik I, disusul Pekanbaru dan Batam. Di tingkat provinsi, penghargaan diraih oleh Kepulauan Riau.
Baca juga: Mendagri Tito Gelontorkan Insentif Rp 1 Triliun untuk Daerah Berprestasi, Tambahan untuk APBD
Sementara itu, pada kategori pengendalian inflasi, Kabupaten Tebo meraih Terbaik I, diikuti Musi Rawas Utara dan Labuhanbatu Utara. Untuk tingkat kota, Langsa menjadi Terbaik I, disusul Prabumulih dan Bukittinggi. Di tingkat provinsi, Bengkulu kembali meraih penghargaan.
Pada kategori creative financing, Kabupaten Bintan keluar sebagai Terbaik I, diikuti Lampung Selatan dan Batu Bara. Untuk tingkat kota, Bandar Lampung meraih Terbaik I, disusul Medan dan Palembang. Sementara itu, pada tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Sumatera Utara.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah memberikan insentif fiskal kepada para pemenang. Terbaik III memperoleh Rp 1 miliar, Terbaik II mendapatkan Rp 2 miliar, sedangkan Terbaik I dan pemenang tingkat provinsi menerima Rp 3 miliar.
Kemendagri mengatakan, pelaksanaan ajang Apresiasi Daerah Berprestasi di Palembang itu menjadi pembuka untuk agenda serupa di 2026. Ke depan, kegiatan tersebut direncanakan akan diperluas ke lima regional lain di Indonesia.
Langkah itu diharapkan tidak hanya memperkuat budaya kinerja dan inovasi di daerah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan secara nasional.