BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

Kompas.com - 26/04/2026, 17:58 WIB
Tsabita Naja,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali menggelar program BNPP Menyapa Langsung Mahasiswa (Menyala) yang dikemas dalam bentuk kuliah umum interaktif di Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan ( Unhan) RI, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/4/2026). 

Dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI secara ex officio, kegiatan itu menjadi upaya strategis BNPP RI untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan kawasan perbatasan negara sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia.

Kuliah umum dibuka oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin yang memaparkan materi mengenai kompleksitas pengelolaan batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki perbatasan laut dengan sepuluh negara dan perbatasan darat dengan tiga negara, sehingga membutuhkan tata kelola yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Baca juga: RI-Malaysia Bahas Batas Laut di Sulawesi, Selat Malaka, hingga Sebatik

Menurut Nurdin, pembangunan perbatasan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kedaulatan, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. 

“Tanpa ekonomi yang maju dan produktivitas yang tinggi, kesejahteraan akan lama kita capai. Karena itu, membangun perbatasan berarti membangun ekonomi rakyatnya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (26/4/2026). 

Pada kesempatan tersebut, Nurdin juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan.

Ia menjelaskan bahwa pergerakan orang dan barang yang terus meningkat di PLBN Terpadu merupakan indikator kemajuan ekonomi sekaligus peluang emas yang perlu dikelola secara optimal, khususnya di PLBN Motaain dan Motamasin yang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi di NTT serta pemasok utama kebutuhan Timor Leste.

Baca juga: PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

“Masa depan Indonesia bukan hanya Jakarta. Masa depan Indonesia berada di garis batas wilayah negara. Seperti semboyan BNPP 'Kita Jaga Wilayahnya, Kita Sejahterakan Rakyatnya',” tegas Nurdin.

Narasumber kedua dalam kuliah umum tersebut adalah Kelompok Ahli BNPP RI Hamidin. Ia memaparkan materi geopolitik dan urgensi perbatasan Indonesia di tengah dinamika global.

Hamidin menilai, ketegangan geopolitik dunia berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan politik global, sehingga pengelolaan perbatasan ke depan harus berorientasi pada penguatan ekonomi dan kerja sama bilateral.

“Berbicara perbatasan masa depan tidak cukup hanya soal pertahanan dan keamanan. Itu penting, tetapi fokus utama adalah menghidupkan ekonomi dengan kerja sama yang setara,” ungkapnya.

Baca juga: Upaya Bobby Bantu Petani Aceh, Cabai Dibeli untuk Hidupkan Ekonomi

Lebih lanjut, Hamidin menekankan pentingnya manajemen perbatasan berbasis teknologi, penguatan peran border liaison officer (BLO), serta sinkronisasi antarlembaga agar pengelolaan perbatasan semakin efektif dan modern.

Melalui pengelolaan yang terintegrasi, ia optimistis kawasan perbatasan Indonesia dalam satu dekade ke depan akan menjadi wilayah yang maju dan tidak kalah dengan model pengelolaan perbatasan dunia.

“Pada akhirnya, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat perbatasan yang semakin sejahtera,” kata Hamidin.

Sementara itu, narasumber ketiga, Letkol Arm Dr Erlan Wijatmoko, menjelaskan peran dan fungsi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (Satgas Pamtas RI–RDTL) Sektor Timur Yonarmed 12/Kostrad sebagai garda terdepan di kawasan perbatasan.

Baca juga: BNPP Resmikan Program Bedah 15.000 RTLH di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan

Ia menegaskan bahwa tugas Satgas Pamtas tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga kegiatan teritorial untuk membantu masyarakat perbatasan sebagai wujud kehadiran negara. 

Dari pihak akademik, Dekan Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan RI Marsekal Muda TNI Dr Penny Radjendra berharap kuliah umum ini dapat memperkaya wawasan strategis para mahasiswa.

Ia menilai, materi yang disampaikan merupakan bekal penting dalam membentuk kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang logistik dan pengelolaan wilayah perbatasan, sekaligus memperluas peluang kerja sama Unhan dan BNPP.

Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Hubungan Masyarakat (Humas) BNPP RI Belly Isnaeni menambahkan, melalui BNPP Menyala, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami peran dan fungsi BNPP RI, tetapi juga memiliki kepedulian dan semangat berkontribusi dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Baca juga: Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Sebagai penutup, kegiatan BNPP Menyala di Politeknik Ben Mboi, Unhan RI, menjadi ruang dialog strategis antara BNPP RI, akademisi, dan generasi muda dalam menanamkan kesadaran bahwa kawasan perbatasan merupakan beranda depan Indonesia.

Dengan berbekal pengetahuan, kolaborasi, dan semangat pengabdian, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan perbatasan yang berdaulat, maju, dan sejahtera.

Terkini Lainnya
BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

BNPP RI Gelar Kuliah Umum di NTT, Ajak Mahasiswa Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

Kemendagri
Dari Rumah hingga Ruang Digital, Ketua TP PKK Soroti Pentingnya Rasa Aman bagi Perempuan 

Dari Rumah hingga Ruang Digital, Ketua TP PKK Soroti Pentingnya Rasa Aman bagi Perempuan 

Kemendagri
Mendagri Tito Pacu Daerah Berlomba Tunjukkan Kinerja lewat Apresiasi Daerah Berprestasi 2026

Mendagri Tito Pacu Daerah Berlomba Tunjukkan Kinerja lewat Apresiasi Daerah Berprestasi 2026

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Kemendagri
Mendagri Tito Ajak Kepala Daerah Rumuskan Program Nyata 2027–2029 pada Halalbihalal Tokoh Sumbagsel

Mendagri Tito Ajak Kepala Daerah Rumuskan Program Nyata 2027–2029 pada Halalbihalal Tokoh Sumbagsel

Kemendagri
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Sebut Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri Sebut Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Kemendagri
Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Sawah, Jamin Pasokan Beras dan Ketahanan Pangan Wilayah Terdampak

Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Sawah, Jamin Pasokan Beras dan Ketahanan Pangan Wilayah Terdampak

Kemendagri
BNPP Resmikan Program Bedah 15.000 RTLH di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan

BNPP Resmikan Program Bedah 15.000 RTLH di 40 Kabupaten Kawasan Perbatasan

Kemendagri
Hunian Layak Tersedia, Senyum Penyintas di Bener Meriah Kembali Hadir

Hunian Layak Tersedia, Senyum Penyintas di Bener Meriah Kembali Hadir

Kemendagri
Tunjukkan Soliditas, 8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan Aceh lewat Hibah Antardaerah

Tunjukkan Soliditas, 8 Pemda di Sumut Bantu Pemulihan Aceh lewat Hibah Antardaerah

Kemendagri
Hangat dan Sederhana, Momen Makan Siang Mendagri bersama Praja IPDN di Tengah Tugas Kemanusiaan

Hangat dan Sederhana, Momen Makan Siang Mendagri bersama Praja IPDN di Tengah Tugas Kemanusiaan

Kemendagri
Puji Percepatan Huntara di Bener Meriah, Kasatgas PRR Disambut Senyum Penyintas

Puji Percepatan Huntara di Bener Meriah, Kasatgas PRR Disambut Senyum Penyintas

Kemendagri
Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Kemendagri
Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Kemendagri
Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com