Pastikan Kondisi Daerah Terdampak Bencana Aceh, Mendagri Cek Infrastruktur di Bener Meriah

Kompas.com - 12/01/2026, 20:27 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (11/1/2026). 

Peninjauan itu bertujuan untuk memastikan kondisi infrastruktur, permukiman warga, serta langkah penanganan lanjutan yang perlu segera dilakukan, termasuk relokasi warga di wilayah rawan.

Dalam peninjauan itu, Tito didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, serta sejumlah pejabat terkait.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Tito adalah Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam yang terdampak banjir dan longsor. 

Dia menjelaskan, kerusakan jembatan terjadi akibat perubahan aliran sungai yang semula kecil menjadi lebih lebar. Kondisi tersebut mengakibatkan struktur tanah tergerus hingga jembatan roboh.

Baca juga: Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

“Ini betul-betul longsor terjadi karena sungai yang tadinya kecil [menjadi] lebar, seperti ini dan [membuat] jembatan roboh,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (12/1/2026).

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) itu mengapresiasi gerak cepat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan darurat di lapangan.

Tito menyebutkan, perbaikan sementara jembatan telah diselesaikan dalam waktu singkat sehingga akses masyarakat kembali terhubung.

“Namun, alhamdulillah ini teman-teman dari TNI cepat sekali. 10 hari, di sana 4 hari, selesai,” ungkapnya.

Meski demikian, Tito menyoroti kondisi permukiman warga di sekitar lokasi yang dinilai sangat rawan.

Baca juga: Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Menurutnya, sejumlah rumah tidak mengalami kerusakan berat, tetapi terletak di zona berisiko tinggi.

“Kami lihat rumah-rumah ini tidak terdampak. Jadi, kalau seandainya dikatakan rusak ringan, sedang, berat, ya, enggak dapat apa-apa. Namun, dilihat lokasinya, ini rawan sekali,” ucap Tito.

Dia menilai, struktur tanah berpasir membuat kawasan tersebut sangat mudah tergerus, terutama jika kembali terjadi hujan lebat.

Tito pun menegaskan perlunya relokasi demi keselamatan warga.

“Ini kalau seandainya didiamkan dan ada hujan lebat lagi, bisa terjadi penggerusan karena struktur tanahnya dari pasir. Jadi mau enggak mau harus kita relokasi,” tegas Tito.

Sebagai informasi, peninjauan tersebut merupakan agenda lanjutan Tito setelah menggelar rapat bersama kepala daerah se-Provinsi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Rapat tersebut menjadi upaya Tito menyerap aspirasi daerah terkait langkah percepatan penanganan pascabencana yang perlu ditindaklanjuti pemerintah.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi masing-masing daerah terdampak, baik di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), maupun Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu daerah di Aceh yang memerlukan dukungan percepatan pemulihan.

Pada hari yang sama, Tito juga meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Gayo Lues.

Setelah dari Aceh, Tito dijadwalkan meninjau daerah terdampak bencana di Sumut dan Sumbar.

Baca juga: Mendagri Izinkan Korban Bencana Aceh Ambil Kayu Sisa Banjir untuk Bangun Huntara

Terkini Lainnya
Mendagri Dorong Kolaborasi Demi Kejar Target Pemulihan Pascabencana Sumatera

Mendagri Dorong Kolaborasi Demi Kejar Target Pemulihan Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Dilantik Jadi Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Perempuan dan Keluarga

Dilantik Jadi Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Perempuan dan Keluarga

Kemendagri
Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri Ajak Satgas Jaga Kekompakan

Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri Ajak Satgas Jaga Kekompakan

Kemendagri
Sering Bertugas di Luar Kemendagri, Tito Minta 3 Pejabat Tinggi Madya Baru Cakap dan Cepat

Sering Bertugas di Luar Kemendagri, Tito Minta 3 Pejabat Tinggi Madya Baru Cakap dan Cepat

Kemendagri
Mendagri: Kreativitas Kepala Daerah Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Mendagri: Kreativitas Kepala Daerah Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Kemendagri
Mendagri Apresiasi Kementerian KP Turunkan Taruna untuk Bantu Daerah Terdampak Bencana

Mendagri Apresiasi Kementerian KP Turunkan Taruna untuk Bantu Daerah Terdampak Bencana

Kemendagri
Kerja Maraton Mendagri Tito Karnavian Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kerja Maraton Mendagri Tito Karnavian Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Mendagri Kumpulkan Kepala Daerah se-Sumbar, Himpun Masukan Percepatan Penanganan Pascabencana

Mendagri Kumpulkan Kepala Daerah se-Sumbar, Himpun Masukan Percepatan Penanganan Pascabencana

Kemendagri
Duduk Bersama Forkopimda se-Sumatera Utara, Mendagri: Percepatan Pemulihan Pascabencana Prioritas Utama

Duduk Bersama Forkopimda se-Sumatera Utara, Mendagri: Percepatan Pemulihan Pascabencana Prioritas Utama

Kemendagri
Pastikan Kondisi Daerah Terdampak Bencana Aceh, Mendagri Cek Infrastruktur di Bener Meriah

Pastikan Kondisi Daerah Terdampak Bencana Aceh, Mendagri Cek Infrastruktur di Bener Meriah

Kemendagri
Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Kemendagri
Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Kemendagri
Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Kemendagri
Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com