BNPP RI Hadir di Aceh, Dukung Percepatan Pemulihan Wilayah Terdampak Pascabanjir

Kompas.com - 10/03/2026, 08:50 WIB
DWN

Penulis

 

KOMPAS.com – Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia (RI) Makhruzi Rahman menunjukkan komitmen dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Aceh dengan turun langsung meninjau kondisi pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (7/3/2026).

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung dampak banjir bandang sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya terkait pemulihan infrastruktur dasar.

Peninjauan itu juga menjadi bagian dari langkah cepat BNPP untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif di daerah terdampak.

Makhruzi menjelaskan, kehadirannya di Aceh merupakan arahan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Kepala BNPP.

“Kami hadir bersama tim untuk memastikan percepatan pemulihan dapat berjalan optimal di wilayah terdampak,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Krisis Air Bersih Meluas Pascabanjir Bandang di Buleleng, 1.930 Warga Desa Tirtasari Terdampak

Makhruzi menambahkan, BNPP membagi tim ke beberapa kabupaten terdampak banjir bandang. Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Nurdin ditugaskan meninjau kondisi di Kabupaten Bireuen, sementara Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP Amrullah M Ridha meninjau lokasi terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Makhruzi, fokus utama dalam tahap percepatan pemulihan pascabencana adalah pembersihan akses jalan umum yang masih tertutup material lumpur dan pasir.

“Hasil pengamatan kami, masih banyak jalan yang sulit dilalui masyarakat akibat timbunan lumpur pascabanjir. Ini menjadi prioritas karena menyangkut mobilitas dan aktivitas ekonomi warga,” ungkapnya.

Makhruzi menegaskan, pihaknya akan segera menghadirkan bantuan alat berat ke wilayah terdampak, seperti ekskavator dan dump truck, untuk mempercepat proses pembersihan material.

“Kami akan fokus pada Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Bantuan alat berat sangat dibutuhkan agar pembersihan jalan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Baca juga: Kasatgas Tito Tinjau Pembersihan Lumpur di Permukiman Aceh Tamiang oleh Praja IPDN

Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Nurdin yang meninjau langsung lokasi terdampak di Kabupaten Bireuen, menekankan pentingnya pembersihan material sisa banjir guna mempermudah akses masyarakat.

“Hari ini, Minggu (8/3/2026), kami bersama Camat Peusangan Siblah Krueng dan Plt Kepala BPBD Bireuen meninjau lokasi yang akan dikerjakan oleh tim BNPP. Gundukan tanah bekas banjir ini jika tidak segera dibersihkan, berpotensi menimbulkan genangan kembali saat hujan,” jelas Nurdin.

Ia menambahkan, tim akan memfokuskan pekerjaan pada pembersihan gundukan tanah di sekitar jalan utama agar akses masyarakat kembali normal.

“Mudah-mudahan pengerjaan ini bisa dilakukan dengan cepat sehingga aktivitas warga tidak lagi terganggu,” ujar Nurdin.

Baca juga: Respons Sokonindo Terkait Impor Pikap 4x4 Agrinas untuk Koperasi Desa

Delapan desa terdampak parah

Terdapat delapan desa yang terdampak banjir bandang cukup parah, di antaranya Desa Kubu, Teupin Raya, Lueng Daneun, Pante Baro Kumbang, hingga Pante Baro Keupanyang.DOK. Kemendagri Terdapat delapan desa yang terdampak banjir bandang cukup parah, di antaranya Desa Kubu, Teupin Raya, Lueng Daneun, Pante Baro Kumbang, hingga Pante Baro Keupanyang.

Dari pihak pemerintah kecamatan, Camat Peusangan Siblah Krueng di Kabupaten Bireuen, Afrizal menyampaikan bahwa terdapat delapan desa yang terdampak cukup parah, di antaranya Desa Kubu, Teupin Raya, Lueng Daneun, Pante Baro Kumbang, hingga Pante Baro Keupanyang.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembersihan jalan utama yang menjadi penghubung antarkecamatan.

“Jalan ini sangat vital bagi masyarakat. Kami berharap bantuan pembersihan bisa segera terealisasi,” kata Afrizal.

Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian. Ia mengapresiasi kehadiran BNPP di Kabupaten Bireuen sebagai salah satu wilayah terdampak banjir.

“Kami berharap setelah penanganan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng selesai, kecamatan lain yang juga terdampak dapat turut dibantu. Kehadiran BNPP memberi harapan agar akses jalan kembali lancar seperti sediakala,” ujar Doli.

Baca juga: BNPP RI Gandeng Pertamina Foundation Perkuat SDM dan Kemandirian Ekonomi Kawasan Perbatasan

Kehadiran langsung tim BNPP di wilayah terdampak banjir bandang Aceh menjadi wujud peran negara dalam memastikan pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, BNPP berkomitmen mendukung pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan wilayah secara berkelanjutan.

Terkini Lainnya
Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Kemendagri
Kasatgas PRR : 12 Daerah Terdampak Sudah Ajukan Data Huntap, Pemda Lain Diminta Segera Menyusul

Kasatgas PRR : 12 Daerah Terdampak Sudah Ajukan Data Huntap, Pemda Lain Diminta Segera Menyusul

Kemendagri
Kunjungi PLBN Motaain, Ketua Umum TP PKK Dorong UMKM Tenun Ikat Perbatasan Naik Kelas

Kunjungi PLBN Motaain, Ketua Umum TP PKK Dorong UMKM Tenun Ikat Perbatasan Naik Kelas

Kemendagri
PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

Kemendagri
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Kemendagri
Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

Kemendagri
Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Kemendagri
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Kemendagri
Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Kemendagri
Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Kemendagri
Mendagri dan Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Perkuat Perbatasan lewat Hunian Layak

Mendagri dan Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Perkuat Perbatasan lewat Hunian Layak

Kemendagri
Pastikan Program 3 Juta Rumah Berjalan, Mendagri Tinjau Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program 3 Juta Rumah Berjalan, Mendagri Tinjau Perumahan Rakyat di Tomohon

Kemendagri
Tinjau Dampak Banjir di Sitaro, Mendagri: Pemerintah Akan Tangani Rumah Terdampak

Tinjau Dampak Banjir di Sitaro, Mendagri: Pemerintah Akan Tangani Rumah Terdampak

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com