KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (pemda) mempercepat realisasi belanja anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) guna menstimulasi perekonomian nasional.
Ia menekankan bahwa belanja pemerintah merupakan instrumen utama dalam mendorong peredaran uang di masyarakat sekaligus menggerakkan sektor swasta.
"Karena belanja pemerintah adalah belanja utama selain untuk terjadinya peredaran uang, menstimulasi swasta," ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program Tiga Juta Rumah di Aula Kantor Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).
Dia menjelaskan, pengelolaan keuangan daerah yang ideal ditandai dengan tingginya pendapatan yang diikuti realisasi belanja yang juga tinggi, sehingga peredaran uang di masyarakat meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Hashim: Program Perumahan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 2 Persen
Tito pun memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah yang mampu menjaga keseimbangan tersebut.
Salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat yang mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 16 persen dan belanja sebesar 15 persen.
Sebaliknya, Tito menyayangkan masih adanya daerah yang berhasil mencatatkan pendapatan cukup tinggi, tetapi tidak optimal dalam merealisasikan belanjanya. Akibatnya, dana APBD yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru lebih banyak mengendap di bank.
"Nah, kalau pendapatannya tinggi, belanjanya rendah, ya alhamdulillah punya simpanan, tapi belanja rendah. Perputaran uangnya kurang bergerak," ujar Tito.
Khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau, ia mengapresiasi keberhasilan pemerintah daerah setempat yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 7,89 persen.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom: Daya Beli Tertekan hingga Pertumbuhan Ekonomi Melambat
Capaian tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,39 persen pada triwulan IV-2025.
Selain itu, tingkat inflasi Februari 2026 secara yoy di provinsi tersebut juga cukup terkendali, yakni sebesar 3,54 persen.
"Ini cukup baik, terkendali. Dan inflasi bulan ke bulannya juga cukup baik," pungkas Tito.