KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersinergi meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor kehutanan melalui program pengembangan agroforestri.
Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan vokasi bagi petani pemula guna memperluas akses kerja dan wirausaha hijau. Program itu juga dimaksudkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa hutan.
“ Pelatihan vokasi ini sekaligus memperkuat peran Kemenaker dalam membangun SDM unggul di sektor kehutanan melalui sinergi lintas kementerian. Dampaknya mengurangi pengangguran," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (12/7/2025).
Yassierli menjelaskan, program pelatihan yang akan digelar adalah agroforestri berbasis kopi dengan tanaman hortikultura. Ke depan, dikembangkan pula program pelatihan bagi komoditas lain yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Baca juga: Berantas Calo Tenaga Kerja, Menaker: Gerakan Stop Percaloan Butuh Komitmen Bersama
Pelatihan tersebut dirancang dengan model pembelajaran teori yang akan dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat. Sementara, praktik lapangan akan dilaksanakan di areal hutan masyarakat di Puncak Labuang.
"Pelatihan vokasi ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman antara saya dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di kantor Kemenaker, Jumat (11/4/2025) lalu," kata Yassierli.
Ia menyatakan kerja sama lintas sektor penting dalam mendorong perluasan kesempatan kerja di sektor kehutanan berbasis pengelolaan hutan sosial.
"Kemenhut dalam kerja sama ini akan menyiapkan lahan dan mengidentifikasi potensi-potensi agroforestri," ucap Yassierli.
Baca juga: Kemenaker: Ekonomi Hijau Bisa Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Sementara itu, Kemenaker juga akan memberikan dukungan penuh mulai dari pelatihan, praktik, hingga pembentukan ekosistem bisnis bagi para petani.
Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan yang menggabungkan kegiatan pertanian (agro) dengan kehutanan (forestri) dalam satu kawasan yang sama. Sistem ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat sekitar hutan.
Yassierli berharap, kerja sama ini akan memperkuat peran pelatihan vokasi dalam mendukung program agroforestri nasional yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat di sektor kehutanan.