Peluang Kerja di Dalam dan Luar Negeri Terbuka Lebar, Menaker: Manfaatkan!

Kompas.com - 19/03/2025, 19:44 WIB
DWN,
I Jalaludin S

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pasar tenaga kerja Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan, terdapat 341.086 lowongan kerja berdasarkan data dari Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

"Angka ini mencerminkan pertumbuhan positif pasar tenaga kerja Indonesia dan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan karier di berbagai sektor industri," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu (19/3/2025).

Saat ini, terdapat 62.102 lowongan kerja di dalam negeri yang berasal dari 16.166 perusahaan. 

Lima sektor pekerjaan dengan jumlah lowongan terbanyak, di antaranya penjualan 4.015 lowongan, manufaktur, transportasi, dan logistik 3.563 lowongan.

Kemudian, hospitality dan pariwisata 3.370 lowongan, ritel dan produk konsumen 3.186 lowongan, serta akuntansi 2.536 lowongan.

Baca juga: Pelaporan Keberlanjutan Bakal Jadi Standar Pendidikan Akuntansi

Sementara itu, lima posisi pekerjaan dengan permintaan tertinggi adalah enumerator sensus penduduk 1.000 lowongan, kasir atau pramuniaga 960 lowongan.

Kemudian, operator mesin jahit 801 lowongan, operator mesin 622 lowongan, dan sales 537 lowongan.

Dilihat dari segi wilayah, DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah lowongan kerja terbanyak, yaitu 25.115 lowongan. 

Disusul oleh Jawa Barat dengan 6.946 lowongan, Jawa Timur 4.335 lowongan, Jawa Tengah 4.301 lowongan, dan Banten 3.343 lowongan.

Untuk peluang kerja di luar negeri, tersedia 278.984 lowongan pekerjaan di 40 negara penempatan. 

Baca juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025, Simak Lowongan Pekerjaan Telkom Group

Sementara itu, lima negara dengan jumlah lowongan terbesar adalah Taiwan 126.408 lowongan, Malaysia 118.316 lowongan, Hong Kong 59.588 lowongan, Singapura 26.075 lowongan, dan Arab Saudi 9.706 lowongan.

Lima sektor terbesar dalam penempatan tenaga kerja luar negeri adalah sektor domestik 114.069 lowongan, serta aktivitas jasa lainnya, seperti pemetikan buah 66.260 lowongan.

Kemudian, pertanian, kehutanan, dan perikanan 59.681 lowongan, manufaktur 54.902 lowongan, serta kesehatan dan pelayanan sosial 33.949 lowongan.

Yassierli menyatakan, data tersebut menunjukkan pasar kerja yang dinamis dengan banyak peluang di berbagai sektor dan wilayah. 

Ia mengimbau para pencari kerja untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Baca juga: Berburu Peluang di Job Fair, Ratusan Pencari Kerja Gantungkan Harapan Baru

"Pemerintah dan berbagai platform kerja daring terus memfasilitasi para pencari kerja dengan informasi lowongan yang akurat dan terbaru," ujarnya.

Para pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan melalui berbagai platform daring, termasuk portal kerja swasta, job fair nasional maupun daerah, serta media sosial. 

Saat ini, portal Karirhub mencatat 11.511 lowongan dari 241 perusahaan, sedangkan Portal Pekerja Migran Indonesia menyediakan 278.984 lowongan dari 40 negara.

"Dengan peluang kerja yang semakin luas, kami berharap para pencari kerja dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan karier, baik di dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Terkini Lainnya
1.500 Peserta Lolos Program Pemagangan Nasional Batch I Gelombang 2

1.500 Peserta Lolos Program Pemagangan Nasional Batch I Gelombang 2

Kemenaker
Indonesia–Swiss Perkuat Kolaborasi Bidang Ketenagakerjaan melalui The 5th Tripartite Labour Dialogue

Indonesia–Swiss Perkuat Kolaborasi Bidang Ketenagakerjaan melalui The 5th Tripartite Labour Dialogue

Kemenaker
Wamenaker Tekankan Sinergi Inklusif untuk Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Wamenaker Tekankan Sinergi Inklusif untuk Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kemenaker
Lewat OIC Labour Center, Indonesia dan OKI Perkuat Kerja Sama Kembangkan SDM Global

Lewat OIC Labour Center, Indonesia dan OKI Perkuat Kerja Sama Kembangkan SDM Global

Kemenaker
Menaker Yassierli Dorong Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia–Qatar

Menaker Yassierli Dorong Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia–Qatar

Kemenaker
Menaker Yassierli: Transisi Hijau Momentum Transformasi Ketenagakerjaan Nasional

Menaker Yassierli: Transisi Hijau Momentum Transformasi Ketenagakerjaan Nasional

Kemenaker
Kemenaker Tingkatkan Sistem Maganghub untuk Optimalkan Layanan

Kemenaker Tingkatkan Sistem Maganghub untuk Optimalkan Layanan

Kemenaker
Sambut Bonus Demografi, Menaker Tekankan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

Sambut Bonus Demografi, Menaker Tekankan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

Kemenaker
Program Magang Nasional Diluncurkan 15 Oktober, Kemenaker: 451 Perusahaan Sudah Terdaftar Program Ini

Program Magang Nasional Diluncurkan 15 Oktober, Kemenaker: 451 Perusahaan Sudah Terdaftar Program Ini

Kemenaker
Kemenaker Tegaskan Larangan Diskriminasi Rekrutmen Tenaga Kerja

Kemenaker Tegaskan Larangan Diskriminasi Rekrutmen Tenaga Kerja

Kemenaker
Menaker Luncurkan Program Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Menaker Luncurkan Program Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Kemenaker
Gelar Media Briefing “No One Left Behind”, Kemenaker Tegaskan Komitmen Ketenagakerjaan yang Inklusi

Gelar Media Briefing “No One Left Behind”, Kemenaker Tegaskan Komitmen Ketenagakerjaan yang Inklusi

Kemenaker
Sambut Wamenaker Afriansyah Noor, Kemenaker Perkuat Produktivitas, Lapangan Kerja, dan Perlindungan Pekerja

Sambut Wamenaker Afriansyah Noor, Kemenaker Perkuat Produktivitas, Lapangan Kerja, dan Perlindungan Pekerja

Kemenaker
Patuhi Regulasi WLLP, Perusahaan Bakal Terima Naker Award

Patuhi Regulasi WLLP, Perusahaan Bakal Terima Naker Award

Kemenaker
Kemenaker Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Kemenaker Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com