Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Kompas.com - 17/05/2021, 20:15 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta para pegawai Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) untuk memaknai bulan Syawal sebagai spirit baru dalam meningkatkan kinerja agar menjadi lebih baik.

Dengan kinerja yang baik, kata dia, seluruh jajaran Kemnaker dapat memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

“Saya yakin dan percaya semangat Syawal ini akan menjadi spirit bagi kami untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik,” kata Ida dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin (17/5/2021).

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat melakukan halalbihalal Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah (H) secara virtual bersama seluruh pegawai Kemnaker, Senin.

Baca juga: Makna Ucapan Minal Aidin Wal Faizin dan Sejarah Tradisi Halal Bihalal

Dalam sambutan itu, Ida turut memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemnaker karena telah mengikuti anjuran untuk tidak mudik selama masa Lebaran 2021.

Menurutnya, anjuran tidak mudik merupakan ikhtiar bersama untuk mencegah penularan dan peningkatan jumlah kasus Covid-19 di masa pandemi.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu seluruh pegawai Kemnaker yang mengikuti perintah pemerintah untuk tidak pulang kampung. Bapak dan Ibu sudah memberikan contoh baik, saya anggap semuanya sudah melaksanakan anjuran tidak mudik,” imbuh Ida.

Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pegawai yang telah mengorbankan waktu libur untuk terus bekerja mengawal Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Kemnaker.

Baca juga: H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

“Saya menyampaikan ribuan terima kasih yang tak terhingga. Allah yang akan berikan balasan yang terbaik untuk Bapak dan Ibu semua,” ucap Ida.

Ia mengaku, Kemnaker selama ini memiliki banyak prestasi yang patut untuk dibanggakan.

Ida berharap, berbagai prestasi yang diraih harus dilanjutkan dengan cara menjaga sinergi dan kolaborasi.

“Kami punya banyak prestasi yang telah dilakukan dan banyak hal yang sedang dan akan dilakukan. Semua itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Oleh karenanya membutuhkan kolaborasi dari semua bapak dan ibu semua,” katanya.

Baca juga: Mampu Kurangi Pengangguran, Gojek Digandeng Kemnaker untuk Perluasan Kesempatan Kerja

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengajak seluruh jajaran Kemnaker agar tetap bersemangat.

“Semangatnya tidak boleh berhenti. Kondisi memang lagi sulit, tetapi kami harus terus bersama-sama mengatasi kesulitan ini,” ucap Ida.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, halalbihalal merupakan tradisi baik yang mencerminkan ciri khas Indonesia.

Menurutnya, budaya tersebut menjadi momentum untuk saling memaafkan, baik terhadap orang tua, saudara, maupun rekan kerja.

Baca juga: Acara Halalbihalal dan Organ Tunggal Dibubarkan Paksa, 23 Orang Ditangkap

“Tradisi halalbihalal adalah sebuah tradisi yang sangat baik untuk mengikhlaskan diri, membuka diri hati, meminta dan menerima maaf dengan mereka yang selama ini berinteraksi secara intens dengan kita. Termasuk dengan keluarga, saudara, atasan, kolega maupun bawahan kita,” kata Anwar.

Anwar mengaku bersyukur bahwa Kemnaker tetap bisa menyelenggarakan halalbihalal secara virtual meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan secara virtual ini tidak mengurangi esensi dari halalbihalal kita kali ini,” ucapnya.

Baca juga: Cegah Lonjakan Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Halalbihalal di Lingkungan Kantor

Untuk diketahui, acara halalbihalal yang diisi dengan tausiah dari Gus Muwafiq itu diikuti para pegawai Kemnaker di seluruh Indonesia dan para atasan serta staf teknis ketenagakerjaan di berbagai negara penempatan.

Terkini Lainnya
1.500 Peserta Lolos Program Pemagangan Nasional Batch I Gelombang 2

1.500 Peserta Lolos Program Pemagangan Nasional Batch I Gelombang 2

Kemenaker
Indonesia–Swiss Perkuat Kolaborasi Bidang Ketenagakerjaan melalui The 5th Tripartite Labour Dialogue

Indonesia–Swiss Perkuat Kolaborasi Bidang Ketenagakerjaan melalui The 5th Tripartite Labour Dialogue

Kemenaker
Wamenaker Tekankan Sinergi Inklusif untuk Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Wamenaker Tekankan Sinergi Inklusif untuk Wujudkan Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kemenaker
Lewat OIC Labour Center, Indonesia dan OKI Perkuat Kerja Sama Kembangkan SDM Global

Lewat OIC Labour Center, Indonesia dan OKI Perkuat Kerja Sama Kembangkan SDM Global

Kemenaker
Menaker Yassierli Dorong Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia–Qatar

Menaker Yassierli Dorong Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia–Qatar

Kemenaker
Menaker Yassierli: Transisi Hijau Momentum Transformasi Ketenagakerjaan Nasional

Menaker Yassierli: Transisi Hijau Momentum Transformasi Ketenagakerjaan Nasional

Kemenaker
Kemenaker Tingkatkan Sistem Maganghub untuk Optimalkan Layanan

Kemenaker Tingkatkan Sistem Maganghub untuk Optimalkan Layanan

Kemenaker
Sambut Bonus Demografi, Menaker Tekankan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

Sambut Bonus Demografi, Menaker Tekankan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

Kemenaker
Program Magang Nasional Diluncurkan 15 Oktober, Kemenaker: 451 Perusahaan Sudah Terdaftar Program Ini

Program Magang Nasional Diluncurkan 15 Oktober, Kemenaker: 451 Perusahaan Sudah Terdaftar Program Ini

Kemenaker
Kemenaker Tegaskan Larangan Diskriminasi Rekrutmen Tenaga Kerja

Kemenaker Tegaskan Larangan Diskriminasi Rekrutmen Tenaga Kerja

Kemenaker
Menaker Luncurkan Program Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Menaker Luncurkan Program Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Kemenaker
Gelar Media Briefing “No One Left Behind”, Kemenaker Tegaskan Komitmen Ketenagakerjaan yang Inklusi

Gelar Media Briefing “No One Left Behind”, Kemenaker Tegaskan Komitmen Ketenagakerjaan yang Inklusi

Kemenaker
Sambut Wamenaker Afriansyah Noor, Kemenaker Perkuat Produktivitas, Lapangan Kerja, dan Perlindungan Pekerja

Sambut Wamenaker Afriansyah Noor, Kemenaker Perkuat Produktivitas, Lapangan Kerja, dan Perlindungan Pekerja

Kemenaker
Patuhi Regulasi WLLP, Perusahaan Bakal Terima Naker Award

Patuhi Regulasi WLLP, Perusahaan Bakal Terima Naker Award

Kemenaker
Kemenaker Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Kemenaker Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com