Kopi Indonesia Harus Mendunia

Kompas.com - 13/07/2017, 17:25 WIB
Josephus Primus

Penulis


KOMPAS.com - Indonesia berpeluang besar menjadi salah satu penghasil kopi terbesar dunia. Dengan luas lahan kebun kopi di Indonesia mencapai 1,2 juta hektar, produktivitas kopi perlu ditingkatkan.

"Produktivitas kopi domestik harus menjadi 1,0 ton per hektar," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Medellin, Kolombia, pada Selasa (11/7/2017).

Menurut Menteri Amran, sebagaimana rilis yang diterima KOMPAS.com, Rabu (12/7/2017), peningkatan produktivitas tersebut bakal membuat Indonesia menjadi produsen kopi terbesar di dunia, setelah Brasil dan Vietnam.

KOMPAS.com pada 6 Januari 2017 melansir bahwa produksi kopi dalam negeri pada tahun ini menembus 637.000 ton dengan 1,1 juta hektar atau 707 kilogram per hektar. Sementara, produksi kopi pada 2016 mencapai 639 ribu ton dengan luas areal 1,2 juta ton. (Baca:  Kementan Pangkas Target Produksi Kopi Nasional di 2017)

"Peluang industri kopi di Indonesia sangat bagus dengan semakin dikenalnya kopi Indonesia di Eropa dan Amerika, terutama kopi khusus ( specialty coffee) yang menjadi tren dunia saat ini," ungkap Amran.

Istilah kopi spesial pertama kali dipakai pada 1974 oleh Erna Knutsen di Tea & Coffee Trade Journal. Knutsen memakai istilah tersebut untuk menyebut biji dengan rasa terbaik yang dihasilkan di daerah beriklim mikro istimewa. Kopi spesial adalah sebutan yang umum dipakai untuk menyebut kopi gourmet atau premium.

Indonesia mempunyai kebun kopi seluas 1,2 juta hektar dan memiliki specialty coffee seperti kopi gayo, kopi mandailing, kopi lampung, kopi bajawa dan lainnya. Saat ini, sudah ada 14 jenis kopi indonesia yang mendapat sertifikat Geographical Indications sehingga memiliki keunikan dan berdaya saing di tingkat internasional.

Untuk mencapai target itu, pemerintah menyiapkan sejumlah program. Yakni, penyediaan bibit berkualitas tinggi, pemupukan tepat waktu, water management, dan program replanting untuk mengganti tanaman kopi yang sudah tua. Lebih lanjut, Amran akan memperluas areal kopi arabika yang bernilai ekonomi tinggi. Sehingga, populasi kopi robusta dan arabika menjadi berimbang (50:50).

“Pengembangan kopi ke depan juga akan lebih memperhatikan aspek kearifan lokal, sehingga dapat dihasilkan jenis-jenis kopi specialty yang bernilai tinggi dari berbagai daerah. Dalam waktu dekat, Kementerian Pertanian akan mengirimkan beberapa tenaga ahlinya mempelajari kopi ke Vietnam," katanya.

Tantangan budi daya kopi

Amran berkunjung ke Medellin untuk menghadiri pertemuan pertama World Coffee Producers Forum (WCPF). Kehadiran Amran pada forum ini mewakili Presiden Joko Widodo memenuhi undangan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos.

Dalam kesempatan itu, Amran sempat berbincang dengan mantan presiden AS Bill Clinton. Menurut pengakuan Amran, Clinton sempat memberikan perhatian khusus pada sektor kopi di Indonesia.

WCPF merupakan inisiatif pemerintah dan sektor swasta Kolombia untuk menjawab tantangan-tantangan terkini lebih dari 25 juta penduduk dunia yang menggantungkan hidup mereka dari usaha produksi kopi.

Peserta WCPF membahas upaya pengembangan kopi dengan sejumlah pemimpin dunia. Tema yang diangkat yaitu One Coffee Chain, One Coffee Family. Agenda utama pertemuan WCPF membahas mengenai produktivitas, dampak perubahan iklim, serta rantai pasok yang berkelanjutan dari produsen ke konsumen.

Terkini Lainnya
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Kepercayaan pada Beras Premium Runtuh, Masyarakat Beralih ke Penggilingan Kecil

Kepercayaan pada Beras Premium Runtuh, Masyarakat Beralih ke Penggilingan Kecil

Kementan
Dukung Kesuksesan Program Jaksa Mandiri Pangan, Kinerja Mentan Diapresiasi Jaksa Agung

Dukung Kesuksesan Program Jaksa Mandiri Pangan, Kinerja Mentan Diapresiasi Jaksa Agung

Kementan
Jaksa Agung: Jajaran Kejaksaan Wajib Dukung Mentan dalam Akselerasi Swasembada Pangan

Jaksa Agung: Jajaran Kejaksaan Wajib Dukung Mentan dalam Akselerasi Swasembada Pangan

Kementan
Kapal Phinisi Kementan-Kementerian KP Warnai Karnaval HUT Ke-80 RI, Tunjukkan Kekayaan Pangan dan Hasil Laut

Kapal Phinisi Kementan-Kementerian KP Warnai Karnaval HUT Ke-80 RI, Tunjukkan Kekayaan Pangan dan Hasil Laut

Kementan
Prabowo Siap Tindak Tegas Pelaku Kecurangan Pangan, Ingatkan Denda Rp 50 Miliar

Prabowo Siap Tindak Tegas Pelaku Kecurangan Pangan, Ingatkan Denda Rp 50 Miliar

Kementan
Wamentan Targetkan 1,3 Juta Ton Beras SPHP Tersalur hingga Akhir 2025

Wamentan Targetkan 1,3 Juta Ton Beras SPHP Tersalur hingga Akhir 2025

Kementan
Pasca Kasus Beras Oplosan, Mentan Sebut Pabrik Besar Beli Gabah Lebih Tinggi

Pasca Kasus Beras Oplosan, Mentan Sebut Pabrik Besar Beli Gabah Lebih Tinggi

Kementan
Kementan dan Komisi IV DPR Dorong Maros Jadi Lokomotif Pertanian Sulsel, Siap Perjuangkan Bantuan Alsintan

Kementan dan Komisi IV DPR Dorong Maros Jadi Lokomotif Pertanian Sulsel, Siap Perjuangkan Bantuan Alsintan

Kementan
Pengamat: Perlu Kehati-hatian dalam Pernyataan Terkait Polemik Beras

Pengamat: Perlu Kehati-hatian dalam Pernyataan Terkait Polemik Beras

Kementan
Puji Program Swasembada Pangan Indonesia, Menteri Pertanian Selandia: Luar Biasa CepatĀ 

Puji Program Swasembada Pangan Indonesia, Menteri Pertanian Selandia: Luar Biasa CepatĀ 

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke