Sajikan Hiburan di Tengah Sekolah Daring, Puspeka Gelar Nobar Virtual

Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Kompas.com - Jumat, 21 Agustus 2020
Sajikan Hiburan di Tengah Sekolah Daring, Puspeka Gelar Nobar VirtualDok. Kemendikbud/ YoutubeKemendikbud melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) menggelar acara nonton bareng (nobar) virtual film Battle of Surabaya (16/8/2020)

KOMPAS.com – Saat itu, peristiwa pemboman Kota Hiroshima oleh Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang pada perang dunia kedua, disiarkan Radio Rakyat Indonesia (RRI).

“Indonesia merdeka, itu yang aku dengar di RRI, Jepang menyerah,” kata Musa, anak yatim penyemir sepatu yang saat itu bertugas menjadi pembawa surat dari Yoshimura.

Yoshimura sendiri adalah pejabat Jepang yang kala itu mendukung rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Sayangnya, tak lama setelah peristiwa kekalahan Jepang tersebut, Yoshimura dibunuh oleh tentara sekutu yang ingin menguasai Indonesia pasca kekalahan Jepang.

Baca juga: Sambut HUT Ke-75 RI, Kemendikbud Gelar Nobar Battle of Surabaya

Kematian Yoshimura akhirnya membawa Musa kepada Sudirman, pejuang sekaligus diplomat yang saat itu menjabat sebagai Residen Daerah Surabaya.

Lewat perjumpaan itu, residen Sudirman memberi Musa tugas mengantarkan surat rahasia untuk Moestopo, pemuda Indonesia dari Surabaya yang selalu menggelorakan semangat perjuangan.

Dalam tugasnya mengantarkan surat tersebut, Musa didampingi dua rekannya, yakni Yumna dan Danu. Meski memiliki dua rekan setia, dalam tugas tersebut, Musa tak lepas dari incaran Kapten John Wright yang terus mengejarnya.

Ya, itu adalah cuplikan adegan dalam film The Battle Of Surabaya. Film yang menceritakan peran Musa dalam pertempuran 10 November di Surabaya tersebut membawa pesan bahwa perjuangan kurir tak kalah penting dengan tentara di medan perang.

Baca juga: Kemendikbud Upayakan Bantuan Gawai dan Pulsa untuk Mahasiswa Daerah 3T

Film itu kembali ditayangkan dalam acara nonton bareng ( nobar) virtual yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Puspeka), Minggu (16/08/2020).

Untuk bisa ikut nobar melaluai platform Zoom tersebut, para peserta harus mendatar terlebih dahulu dengan mengklik link yang sudah disediakan Puspeka.

Setelah registrasi secara online, peserta akan mendapatkan link yang dikirim Kemendikbud melalui emailnya.

Salah seorang peserta nobar, Tri Puspita Sari (16) mengaku terinspirasi dengan film tersebut sebab banyak pesan yang disampaikan ke generasi muda.

Baca juga: Kemendikbud: 9 Aspek Reformasi dalam Menghadapi Pandemi

“Film ini mengajarkan kami, para generasi muda untuk lebih menghargai jasa para pahlawan,” tutur siswa kelas 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 48 Jakarta, kepada Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Senada dengan Puspita, Andi Ilya Rufaidah (17) yang juga mengikuti nobar virtual tersebut mengaku, film Battle of Surabaya menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

“Saya senang dengan adanya program nobar ini, karena menjadi hiburan di tengah belajar daring selama pandemi Covid-19 ini,” imbuh Ilya siswa kelas 10 MTs As'adiyah Puteri 1 Pusat Sengkang, Sulawesi Selatan.

Pengalaman serupa dirasakan Netty Junita Lase (14), siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) -A Karya Murni Medan. Menurutnya film tersebut memotivasi untuk lebih memiliki semangat pantang menyerah.

Baca juga: Kemendikbud Sebut Program Bela Negara bagi Mahasiswa Tidak Wajib

“Semangat dalam film itu digambarkan lewat karakter Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan pejuang Suroboyo,” tutur Netty yang mengalami tunanetra dengan didampingi walinya Antonius Sitanggang melalui sambungan telepon.

Netty pun berharap, ke depannya, Puspeka meluncurkan program lain bagi siswa berkebutuhan khusus seperti dirinya.

“Selain menonton film, saya juga suka membuat karya tulis maupun puisi. Semoga ke depannya ada program untuk mengembangkan bakat saya ini,” tuturnya lagi.

Sebagai informasi, nobar vitual yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka sekaligus Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia (7) itu diikuti 4.000 pelajar dari 34 Provinsi di Indonesia.

Baca juga: Hadapi Pandemi, Ini 8 Aspek Pemulihan oleh Kemendikbud

Pada kesempatan itu, aktris Festival Fim Indonesia (FFI), Tissa Biryani yang ikut pula nobar virtual menilai, kegiatan menonton film sejarah memberikan dampak besar bagi pembentukan karakter pelajar di masa kini.

“Film sejarah bukan hanya sebuah tontonan bagi generasi milenial, tetapi juga menyimpan banyak pengetahuan dan ajakan untuk mencintai karya anak bangsa,” tuturnya.

Sama dengan Tissa, salah satu pengisi suara film The Battle of Surabaya, Ian Saybani mengaku, melalui film tersebut generasi muda diajak untuk menghargai proses pembuatan film animasi karya anak Indonesia yang tentunya tidak mudah.

Terlebih, menurut Ian, proses dubbing atau pengisian suara hingga film tersebut dapat ditayangkan melewati berbagai tantangan, mulai dari menyesuaikan gerak tokoh, hingga mengekspresikan kejadian melalui suara.

Baca juga: Mudahkan Akses Pendidikan Selama Pandemi, Kemendikbud Buat Beberapa Program dan Kebijakan

“Misalnya, membuat ketika Musa menangis, maka harus di ekspresikan dengan suara menangis atau sedih juga,” ujarnya.

Bukan hanya nobar

Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Hendarman mengungkapkan, kegiatan nobar tidak hanya diisi sesi penayangan film, namun juga dengan berbagai aktivitas menarik dan diskusi beberapa narasumber.

“Beberapa narasumber yang hadir, yaitu Rektor Universitas Amikom sekaligus produser dan penulis Battle of Surabaya M Suyanto, Aryanto Yuniawan (sutradara film), Angela Vero (pengisi suara), dan Sejarawan Pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep” katanya.

Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Buku Potret Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi

M. Suyanto mengatakan film tersebut sudah memenangi 40 penghargaan internasional. Ia berharap melalui film ini generasi muda dapat mengetahui, dan belajar bagaimana menjadi rakyat Indonesia yang mempunyai karakter perjuangan.

Untuk itu, usai mengikuti acara tersebut para peserta nobar virtual diberikan tugas akhir membuat cerita inspiratif dari film, dan tokoh pahlawan di kehidupan peserta. 

“Tugas ini bertujuan untuk menjadi media refleksi bagi seluruh peserta setelah mengikuti kegiatan ini,” kata M. Suyanto.

Enam peserta dengan karya terbaik untuk masing-masing jenjang akan memenangkan gawai dan buku yang akan diumumkan pada Senin (31/08/2020).

Baca juga: HUT RI ke-75, Kemendikbud Ajak Siswa Belajar lewat Gita Bahana Nusantara 2020

Nah, bagi masyarakat yang ingin mengetahui info lebih lanjut mengenai program-program menarik Puspeka dapat mengakses melalui laman cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/.

Masyarakat juga dapat mengakses melalui sosial media Instagram dengan alamat www.instagram.com/cerdasberkarakter.kemdikbudri/?hl=id dan Youtube Channel di www.youtube.com/c/CerdasBerkarakterKemdikbudRI/featured.

PenulisMaria Arimbi Haryas Prabawanti
EditorMikhael Gewati