BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

Kompas.com - 15/04/2026, 09:49 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP) RI melalui Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Pengusaha Mikro Sektor Tenun Ikat di kawasan Pos Lintas Batas Negara ( PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada 14-15 April 2026. 

Kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen BNPP RI untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan melalui peningkatan kapasitas usaha mikro kecil menengah ( UMKM) berbasis potensi lokal. 

Fokus pelatihan itu diarahkan pada penguatan keterampilan teknis dan kreativitas perajin tenun ikat agar mampu menghasilkan produk mandiri yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Asisten Deputi PKPD BNPP RI Topri Daeng Balaw, yang mewakili Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Edfrie R Maith menegaskan, pelatihan tersebut merupakan implementasi mandat Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: BNPP Targetkan Peresmian PLB Temajuk pada Pertengahan 2026, Gerbang Baru RI-Malaysia di Sambas

Amanat itu tertuang dalam Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Topri menjelaskan, BNPP menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. 

“Harapannya, kemampuan mereka meningkat sehingga memiliki keahlian yang lebih unggul dan produknya semakin bernilai," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Ia menyebutkan, materi pelatihan mencakup teknik pewarnaan alami dan penjemuran benang, pengembangan motif tenun khas Belu, hingga penjahitan produk turunan berbahan tenun seperti dompet. 

Melalui penguatan sektor tenun ikat, BNPP mendorong perajin agar lebih kreatif, meningkatkan kualitas kain, serta mengolahnya menjadi produk turunan seperti tas, dompet, dan pakaian.

Baca juga: BNPP RI Luncurkan Program Sosialisasi BNPP Menyala, IPDN Kalbar Jadi Pembuka Rangkaian Nasional

Topri menyebutkan bahwa pelatihan dua hari itu tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi juga pada pendampingan berkelanjutan dari BNPP.

“BNPP akan mendorong pendampingan berkelanjutan hingga aspek pemasaran agar produk benar-benar siap bersaing dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat perbatasan,” jelasnya.

Kegiatan itu didukung kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah mitra strategis, antara lain Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pertamina Foundation, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, serta pemerintah daerah setempat, sebagai upaya memperkuat ekosistem UMKM di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika mengapresiasi inisiatif BNPP yang menjadikan PLBN sebagai pusat pengembangan kapasitas perajin tenun ikat. 

Menurutnya, peran PLBN tidak hanya sebagai simpul layanan lintas batas, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.

Baca juga: BNPP RI Gandeng Pertamina Foundation Perkuat SDM dan Kemandirian Ekonomi Kawasan Perbatasan

“PLBN adalah beranda depan negara. Sesuai arahan BNPP RI, keberadaannya harus memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” kata Maria.

Dia berharap, penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan itu mampu mengangkat Tenun Ikat Belu, yang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai komoditas bisnis yang tangguh. 

“Dengan SDM yang unggul, Tenun Ikat Belu diharapkan mampu menembus pasar perbatasan hingga Timor Leste,” ujar Maria.

Melalui peningkatan kapasitas SDM dan UMKM unggul berbasis potensi lokal, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan perbatasan.

Komitmen itu sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dari pinggiran.

Baca juga: Warga Perbatasan Nunukan Bantah Klaim BNPP soal Tiga Desa Masuk Malaysia: Itu Hanya Kebun, Bukan Pemukiman

Terkini Lainnya
Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Ketua Harian Dekranas Dorong Penguatan Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Kemendagri
Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Perkuat Keamanan Perbatasan, BNPP Percepat Penataan Eks OBP Simantipal dan Sebatik

Kemendagri
Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Ratusan Pustu Terdampak Bencana Kembali Beroperasi, Layanan Kesehatan Semakin Dekat

Kemendagri
Kasatgas PRR : 12 Daerah Terdampak Sudah Ajukan Data Huntap, Pemda Lain Diminta Segera Menyusul

Kasatgas PRR : 12 Daerah Terdampak Sudah Ajukan Data Huntap, Pemda Lain Diminta Segera Menyusul

Kemendagri
Kunjungi PLBN Motaain, Ketua Umum TP PKK Dorong UMKM Tenun Ikat Perbatasan Naik Kelas

Kunjungi PLBN Motaain, Ketua Umum TP PKK Dorong UMKM Tenun Ikat Perbatasan Naik Kelas

Kemendagri
PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

Kemendagri
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Kemendagri
Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

Kemendagri
Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Kemendagri
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Kemendagri
Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Kemendagri
Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Kemendagri
Mendagri dan Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Perkuat Perbatasan lewat Hunian Layak

Mendagri dan Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Perkuat Perbatasan lewat Hunian Layak

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com